Author Archives: Admin Poltekkes Surakarta

SEMINAR NASIONAL JAMU KEMENLU

Category : Commercialization

Hari/Tanggal : Selasa, 23 Agustus 2022
Pukul : 13.30 WIB – Selesai
Platform : Hybrid – Offline dan Zoom Meeting
Instansi penyelenggara : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Judul Kegiatan : SEMINAR NASIONAL DAN PELUNCURAN BUKU AKSES PASAR JAMU INDONESIA DI LUAR NEGERI
Keynote Speaker : Duta Besar dan H.E. Tri Tharyat, S.H., LL.M (Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri)

NARASUMBER

1.Antonius Yudi Triantoro, S.IP., M.A (Direktur Perdagangan Perindustrian Komoditas dan KI Kementerian Luar Negeri)
2.Dra. Merry Maryati, M.Sc (Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan)
3.Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH (Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu)
4.Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta)
5.Irwan, S.Si, Apt, M.K.M (Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan BPOM)

Kegiatan seminar dilaksanakan secara hybrid. Untuk panitia, narasumber secara offline bertempat di Yogyakarta sedangkan Untuk salah satu narasumber dan peserta melalui zoom meeting.

SUSUNAN ACARA
1. Pembukaan
2. Penanyangan vidio singkat
3. Peluncuran buku akses pasar jamu indonesia di luar negeri oleh Bpk. Antonius Yudi Triantoro. Penyampaian hasil research dan kolaborasi dengan kedutaan besar indonesia diluar negeri. Berdasarkan masukan dan bantuan segala pihak buku ini akhirnya selesai dan terbit, namun masih banyak kekurangan pada terbitan pertama ini, belum semua mencangkup semua negara, baru menampilkan 20an negara. Semoga kedepannya negera yang lain segera mengirimkan dan ada perbaikan untuk terbitan selanjutnya. Penyampaian terimakasih kepada semua narasumber yang sudah berkenan hadir baik secara offline mau online. Bagi yang hadir silahkan buku bisa dibwa pulang, dan untuk yang di link zoom soft file segera akan kami kirimkan.
4. Penyampaian keynote speaker Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri
5. Pemaparan Materi oleh para Narasumber
6. Sesi Tanya jawab langsung dengan narasumber
7. Penyampaian kesimpulan hasil seminar
8. Penutupan
9. Sesi dokumentasi


UMKM GUBUG JAMPI KARANGANYAR

Category : Commercialization

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan “Pembinaan dan Pendampingan Mitra UMKM PUI-PUJAKESUMA” yang diselenggarakan pada Selasa, 23 Agustus 2022 di Gubug Jampi Karanganyar. Beralamat di Jl. KH Samanhudi No.1 Badran Asri, Cangakan, Karanganyar tepatnya di Pujasera Karanganyar.

  1. Pembukaan oleh Indri Kusuma Dewi (Kajur Farmasi)
  2. Sambutan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan) yaitu Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Tujuan kedatangan adalah POLKESTA memiliki Pusat Unggulan IPTEK yaitu PUI Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan melakukan penjajakan UMKM yang dapat bekerja sama khususnya pada herbal yaitu jamu
  3. Sambutan oleh Muhammad Oki Suseno (Founder Gubug Jampi Karanganyar) yaitu Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Menyambut baik kedatangan untuk bekerja sama dengan PUI-PUJAKESUMA POLKESTA. UMKM Gubug Jampi Karanganyar mempunyai founder dan tim dari Alumni Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta
  4. Diskusi dan Sharing bersama antara lain Untuk ‌pilot project PUI PUJAKESUMA yaitu di Desa Jeblog, Karanganom, Klaten dan Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali. Harapannya dapat berinovasi produk dan riset based antara PUI-PUJAKESUMA dan UMKM Gubug Jampi Karanganyar. Untuk pembuktian ilmiah nya bekerja sama dengan jurusan Jamu, Anafarma dan Farmasi POLKESTA. Rencana kerja sama untuk racikan bisa lebih difokuskan ke manfaat jamu nya. ‌Bisa jadi inovasi dari penelitian dan dikembangkan ke produk yang ingin diteliti. Minuman unggulan dari Gubug Jampi Karanganyar adalah Yellow Butterfly yaitu salah satu jamu yang diracik dengan ramuan telang, secang dan rosella. Khasiatnya untuk daya taha tubuh agar selalu fit seharian penuh. Untuk di wilayah Karanganyar sendiri yang paling banyak diminati adalah wedang uwuh. Dinas UMKM Karanganyar dapat saling bekerjasama untuk mengontrol dan dapat menjadi dasar untuk MoU dan MoA nya, sehingga ada tindak lanjutnya antara based antara PUI-PUJAKESUMA dan UMKM Gubug Jampi Karanganyar. ‌Jika sudah dilakukan penelitian, selanjutnya percobaan dan pemantauan produk dapat melakukan pengecekan perizinan yang bekerjasama antara antara PUI-PUJAKESUMA dan Dinas UMKM Karanganyar. Kendala yang dihadapi dari Gubug Jampi Karanganyar adalah masalah perizinan seperti BPOM
  5. Foto Bersama dan Penyerahan Produk Bahan Jamu
  6. Penutupan oleh Indri Kusuma Dewi (Kajur Farmasi)

UMKM IKKN NGEMPLAK, BOYOLALI

Category : Commercialization

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan “Pembinaan dan Pendampingan Mitra UMKM PUI-PUJAKESUMA” yang diselenggarakan pada Senin, 22 Agustus 2022 di IKKN Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali. Beralamat di Desa Ngargorejo RT 06/RW 01 Ngemplak, Boyolali.

  1. Pembukaan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)
  2. Sambutan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan) yaitu Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Tujuan kedatangan adalah tindak lanjut hasil Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan Dengan Pemberdayaan Masyarakat
  3. Sambutan oleh Mujiati (Ketua Kader IKKN Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali) yaitu Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Pihak perwakilan kader sudah melakukan sosialisasi terkait demo pembelajaran produk kepada anggota tim kader di IKKN Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali dan bekerja sama dengan perangkat desa (Bumdes) Ngargorejo Kabupaten Boyolali. Membuat UMKM dengan nama Pawon Srikandi yang dikelola langsung oleh tim kader IKKN Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali
  4. Diskusi dan Sharing bersama antara lain Melakukan perencanaan pendampingan dan pembinaan P-IRT untuk produk-produk yang telah dibuat, bekerjasama dengan Tim PUI-PUJAKESUMA dan UMKM Pawon Srikandi, Melakukan pendaftaran produk-produk yang telah dibuat oleh UMKM Pawon Srikandi, Memilih beberapa produk yang akan menjadi produk unggulan dari UMKM Pawon Srikandi, Melakukan inovasi pengembangan pada produk sesuai kebutuhan masyarakat dari kemasan, bentuk maupun jenis produk dan Memperhatikan cara penyimpanan produk dan dapat melakukan percobaan untuk mengecek masa berlaku produk dapat bertahan berapa lama
  5. Foto Bersama dan Penyerahan Produk Bahan Jamu
  6. Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)

KUNJUNGAN STAB NALANDA JAKARTA

Hari, Tanggal : Kamis 14 Juli 2022
Waktu : 08.00 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Rapat Jurusan Jamu

Kunjungan kerja penjajakan jalinan kerjasama bidang pengembangan pendidikan S1 Kesehatan Tradisional Berbasis TCM Indonesia dengan STAB Nalanda Jakarta
Pembukaan oleh MC (Irzal)
Doa
1. Sambutan oleh Pak Indarto
Selamat datang di Jurusan Jamu Polkesta
Selamat Datang
a)Dokter wili kaprodi
b)Bapak Dr.
c)Bapak Heru
d)Ibu Win
Kami berdiri tahun 2011, alhamdulilah kita terakreditasi hampir 4 point kita akan mendapatkan A, tapi kita tetap syukuri.
Kita diminta mendirikan jurusan baru ANAFARMA dan Farmasi
Kita sampaikan pusat Polkesta berada di Solo Mojosongo, dan memiliki prodi-prodi langka. BLU sudah kami kelola sendiri oleh Polkesta.

2. Sambutan Dr. Muljadi, SKOM., MM., MBA.,
a)Silahturahmi
b)Kolaborasi dan kerjasama dalam sisi institusi. Semua kampus memiliki kekurangan dan kelebihan. Sehingga kelebihan bisa sama-sama sharing. Kita 34 tahun berdiri, 300n prodi, dan sekarang ada 6 prodi, 1 S1. Kita dibawah KEMENAG. Kita bergerak di akupuntur dan TCM. Tahun lalu 600 mahasiswa, dan target tahun ini 500 mahasiswa. Saya sudah di Nalanda baru 2 tahun.
c)Mohon bantuan, di tridarma perguruan tinggi, pertukaran mahasiswa. Apapun yang kita lakukan pasti ada kelebihan di masing-masing instansi.
d)Kami melakukan berbenah, SKB di indonesia yang memiliki pasti mirip dengan SKB kami yakni Darmahusada. Jamu menjadi konsumsi kita, lulusan Nalanda yang membuka usaha Jamu. Contohnya salah satu mahasiswa kami memiliki usaha di taraf antar benua dan sekarang sekolah setara S2
e)D3 bisa berlanjut ke S1 Nalanda

3. Pemaparan oleh dr wilie Japaries, MARS, Phd
Kesehatan neruopatis di surabaya-jakarta selama 3 tahun.
Kerjasama internasionalsingapure sallage of TCM, Japanes Universiti of TCM
Pendekatan: ada 4
a)Introduksi prodi Dharma Usada STAB Nalanda
b)Visi-misi PS Dharma Usada
c)Kerja sama luar dan dalam negeri
d)Landasan teoritik (Kutipan Tipitaka= Dharma Usada)
e)Profil lulusan & kiprah alumni S1 Dharma Usada
f)Kompetensi berjenjang (KKNI level 3, 4, dan 6)
g)Perkembangan jumlah mahasiswa
h)Audiensi dengan Kemenkes (Badan PPSDMK)
i)Publikasi di jurnal ilmiah terakreditasi
j)MOU dengan Dirjen Pemasyarakatan, membekali pengetahuan kesehatan kepada warga binaan LAPAS.
k)MOU pendidikan pasca sarjana dengan Zhejiang Chinese Medical University.

4. Pemaparan oleh Ibu Winarni
Lulusan D3 kebidanan 2017, di organisasi IBI Surakarta
2003-2004 dosen KTI kualitatif oleh pak Indarto
2020 kerjasama dengan SMK rahani husada
Kuliah di CME batang tubuh dari keilmuan bekam dan pijat kesehatan tradisional
Kecoa bisa diolah menjadi obat herbal diolah dengan teknik tertentu.
Mengikuti kuliah jalur RPL dengan waktu 1,5 tahun dari S1-S2, atau D3-S1
Manual sesuai uu 203
Ketrampilan infasif bisa dilakukan jenjang pendidikan D3 keatas
Mohon ijin sinse level 6 bisa praktek di jurusan Jamu Polkesta

5. Diskusi
a)Pak indarto
Paparan sangat perkembangan luar biasa, pendidikan bu Win sudah sangat tinggi. Terimakasih siswanya telah diantarkan ke Polkesta
UU 36 kestrad diakui
UU 106 layanan Kestrad
Komplementer: Biomedik, Biokultular
Kita membuat PPKESTRAJAMNAS di profesi ramuan
Kami memiliki PMK 24 2018 untuk Jamu di lahan dan di Industri
Mohon kami klarifikasi ramuan yg berasal dari indonesia hanya Jamu, klau menggunakan TCM ramuan di luar ramuan dr indonesia atau dari Cina.
Aturan : uji kompetensi- sertifikat kompetensi- str
Di indonesia Level 1 ada KKNI
Jalur vokasi : D3, S1 Terapan, profesi, S2 Terapan, S3 Terapi
Jalur akademisi: S1, S2, S3
Ketua prof. suharsi, dan pak Indarto sebagai wakil di PPTII
IIK kediri TCM
b)Dokter wili
Wawasan ASEAN, ramuan secara tingkat ASEAN.
Ramuan tidak hanya diminum, dibalur, di gosok bahkan ketrampilan perlu ramuan.
Yang kita pakai ramuannya adalah Jamu
c)Ibu wina
Kita ini TCM indonesia yang bukan asli seperti china
Misal kalau jahe di TCM itu juga sering dipakai tapi berasal dari Indonesia. Jahe ini juga bisa digunakan dengan sindrom-sindrom dengan istilah Cina.
Ekso patogen dingin di cina musimnya berbeda dengan musim di Indonesia


WORKSHOP SEDIAAN HERBAL DAN PENYULUHAN KESEHATAN TAHAP II

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Pembinaan UMKM Desa Binaan dengan tema “Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat Tahap II” yang diselenggarakan pada Senin s.d Selasa, 11-12 Juli 2022 di Syariah Hotel.

  1. Pembukaan oleh Irzal Fandi Darmawan, A.Md (MC)
  2. Sambutan dan arahan oleh Satino, S.KM., M.ScN (Direktur) yaitu Sejak merebaknya Covid-19 ini, popularitas tanaman obat semakin meningkat. Kekebalan tubuh yang kuat dipercaya akan menghindarkan diri dari terkena wabah virus tersebut. Masyarakat percaya bahwa menggunakan obat tradisional seperti jamu dari rimpang jahe, kunyit, temulawak atau kencur dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kegiatan pendampingan UMKM desa binaan ini juga sebagai salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengetahuan tentang pemanfaatan sediaan herbal. Dalam kegiatan workshop ini menggunakan metode pembelajaran berupa materi dan praktikum pengolahan dan pengelolaan bahan jamu
  3. Pemaparan Materi 1 oleh Dr. Achmad Buchori, S.Pd, M.Pd (Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Jurnal LPPM UPGRIS)
    a.Syarat pendirian PUSAT INKUBATOR BISNIS antara lain SK Pendirian Inkubator, SK Kepala Unit Kerja IB dan SK PengangkatanTim Manajemen IB, Bangunan IB terutama ruang usaha tenant residen, Model Inkubasi IB, Business Plan Lengkap, Action Plan IB dan SOP IB
    b.Pengertian Matching Fund Kedaireka, Salah satu bentuk transformasi dana pemerintah dilakukan melalui Matching fund untuk kerja sama dengan Mitra. Matching fund diprioritaskan untuk kemitraan yang memiliki dampak terbesar terhadap 8 IKU. Program Matching fund diharapkan akan mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara kampus, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mengembangkan konektivitas pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi dengan industri.
    c.Indikator Kinerja Utama (8 IKU), dimana Indikator Kinerja Utama (8 IKU) yang ditetapkan melalui Kepmendikbud No 03/M/2021 mencakup Lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, Dosen berkegiatan di luar kampus, Praktisi mengajar di dalam kampus, Hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, Program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, Kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan Program studi berstandar internasional.
    d.Kedaireka : Panduan Teknis Matching Fund 2022
    e.Kategorisasi Inovasi di Kedaireka
    f.Skema Matching Fund 2022
    g.Ruang Lingkup Kerjasama antara lain Adopsi atau difusi, hilirisasi, komersialisasi produk, purwarupa, teknologi, kebijakan, Adopsi iptek dan kepakaran oleh perguruan tinggi untuk mitra, Penerapan rencana bisnis dan business model canvas dan Pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI)/Centre of Excellence (CoE)
    h.Proyek Indikatif Tematik antara lain Ekonomi Hijau, Ekonomi Biru, Ekonomi Digital, Kemandirian Kesehatan dan Pengembangan Pariwisata (Tourism)
    i.Sistem & Skema Pendanaan Program, dimana Pendanaan Matching fund 2022 tidak dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber pendanaan yang lain (double funding).
    j.Komponen Pembiayaan Kemajuan antara lain Honorarium dan/atau Insentif, Biaya Operasional, Biaya Produksi dan Biaya Pengelolaan Program
    k.Pendanaan Matching Fund TIDAK DAPAT DIGUNAKAN untuk hal-hal sebagai berikut Pembelian lahan/tanah, Pembelian kendaraan operasional, Pembangunan atau perbaikan infrastruktur gedung, kantor atau jalan, Jaminan dan pinjaman kepada pihak lain.
    l.Cara akses platform untuk mengajukan Matching Fund 2022
  4. Pemaparan Materi 2 oleh Triati Dewi Kencana Wungu, Ph.D (Dosen FMIPA ITB)
    a.Karakteristik Kelembagaan PUI-PK antara lain Memiliki Keunggulan Kompetitif, Memiliki Nilai Strategis, Alih Teknologi dan Pengetahuan / HUB, Kelembagaan yang Kuat & Berkelanjutan, Menjadi Rujukan Nasional, Berkelas Dunia dan Menjadi Kebanggaan Bangsa
    b.KELEMBAGAAN antara lain Standardisasi proses, roadmap, informasi web dan distribusi anggaran
    c.AKADEMIK berupa roadmap, publikasi, MBKM, dan distribusi anggaran
    d.KOMERSIALISASI berupa jejaring, sustainability, produk, layanan dan distribusi anggaran
    e.Kriteria PUI-PK Tahun 2021: Academic Excellence (40%) & Commercialization (60%)
    f.Perencanaan Kegiatan PUI-PK meliputi Rencana strategi PUI PK, Indikator kinerja dan Research roadmap
    g.Perhitungan Kinerja PUI PK. Untuk Penilaian PUI-PK dilakukan 2 kali yakni di awal tahun dan di akhir tahun. Dimana Penilaian awal tahun yaitu Penilaian berdasarkan capaian kinerja (AE & COM) tahun ke (N-1) dan Penilaian rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun N yang dituangkan dalam bentuk matrix kegiatan, sedangkan Penilaian akhir tahun yaitu Penilaian berdasarkan rencana kegiatan dan ketercapaian kinerja (rumus di slide berikutnya)
    h.Kendala Inovasi dan konsep hilirisasi antara lain Banyaknya produk inovasi yang belum terkomersialisasi dengan baik, Keterbatasan perguruan tinggi dalam melakukan Hilirisasi dan Komersialiasi, Keterbatasan perguruan tinggi terkait fasilitas dan infrastruktur untuk produksi, Keterbatasan ekosistem perguruan tinggi terkait value chain produksi dan komersialisasi, Keterbatasan sumber pendanaan untuk hilirisasi produk inovasi.
  5. Pemaparan Materi 3 oleh apt. Saryanto S.Farm (Peneliti B2P2TOOT Tawangmangu)
    a.JAMU termasuk obat Tradisional yang dibuat dari bahan atau ramuan dari tumbuhan, hewan, atau mineral dan sediaan sarian atau campuran yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan norma yang berlaku di masyarakat.
    b.SEHAT yaitu Keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis
    c.BUGAR adalah Kemampuan tubuh untuk berkegiatan sehari-hari dengan penuh energi, dan setelahnya masih memiliki semangat dan tenaga cadangan untuk menikmati waktu segang dan siap untuk melakukan kegiatan lain yg mendadak atau tidak.
    d.Tujuan penggunaan Obat Tradisional ialah sebagai tindakan preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif terhadap suatu penyakit. Tetapi beberapa tumbuhan masih terbatas dalam penelitian ilmiah baik secara in vitro, invivo dan uji klinik. Namaun demikian tumbuhan obat tersebut masih dimungkinkan untuk dimanfaatkan dalam kaitan khasiatnya utnuk membantu memelihara daya tahan tubuh dengan tetap memperhatikan beberapa hal, antara lain: kemungkinan reaksi alergi, kelompok yang berisiko seperti bayi, anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia, serta kondisi penyakit tertentu. Takaran penggunaan dan kombinasi tidak boleh berlebihan, lebih baik tetap dalam pengawasan dokter atau apoteker.
    e.Jamu sebagai sistem imun artinya Semua mekanisme yang digunakan badan untuk mempertahankan keutuhan tubuh, sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup
    f.Fungsi jamu antara lain PERTAHANAN tubuh, yaitu menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit, selanjutnya KESEIMBANGAN, atau fungsi homeostatik artinya menjaga keseimbangan dari komponen tubuh dan PERONDAAN, sebagian dari sel-sel imun memiliki kemampuan untuk meronda ke seluruh bagian tubuh. Jika ada sel-sel tubuh yang mengalami mutasi maka sel peronda tersebut akan membinasakannya.
  6. Praktikum pembuatan produk jamu oleh masing-masing kelompok
    a.Grup Eksternal (UMKM/Kader/Instansi Lain) antara lain Kelompok 1-Ramuan Hipertensi dan Batuk tanpa demam, Kelompok 2-Ramuan Diabetes Melitus dan Batuk disertai pilek, Kelompok 3-Ramuan Kolestrol dan Sariawan, Kelompok 4-Ramuan Asam Urat dan Sakit pegal linu, Kelompok 5-Ramuan Maag dan Perut mulas karena angin dan Kelompok 6-Ramuan Batuk Pilek dan Diare/Mencret
    b.Cara Pemakaian yaitu Didihkan 5 gelas air ( 900 ml ), Masukkan 1 kemasan ramuan jamu, Tunggu selama 15 – 20 menit ( sampai air terisa 3 gelas dengan nyala api kecil dengan sesekali diaduk), Diamkan hingga hangat/ dingin ( tetap tutup rapat), Saringlah dan minum 3 x 1 gelas tiap hari.
    c.Cara Meminum Godokan yaitu Minum dalam kondisi hangat; Dua kali atau tiga kali sehari, satu jam sebelum makan. Biasanya pada pagi dan sore hari. Dalam kondisi perut kosong lebih mudah diserap; Ada beberapa jenis godokan diminumkan beberapa kali;Jamu diminum rutin dan Bila minum sebagai komplementer ada jarak minun dengan obat minimal 1,5 jam
  7. Penutupan oleh Irzal Fandi Darmawan, A.Md (MC)

PENCANANGAN JAMU FITOFARMAKA DAN SUMBER BAHAN LOKAL

Dalam kegiatan “Pencanangan Jamu Fitofarmaka dan sumber Bahan Lokal” oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Polkesta turut serta menjadi salah satu peserta pameran dan pendukung acara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bung Karno Surakarta. Sebagai pendukung acara menyuguhkan tari Merak dan penabuh gamelan dari mahasiswa Polkesta. Kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 8 s.d 10 Juni 2022, dan puncaknya di tanggal 9 Juni 2022. Sesuai dengan tema diatas maka Polkesta menghadirkan Jurusan/prodi rumpun kefarmasian yaitu jurusan Jamu, Anafarma dan Farmasi. Sedianya kegiatan ini di hadiri oleh gubernur Jawa Tengah Bp.Ganjar Pranowo tetapi karena ada kegiatan yang lain beliau mewakilkan Sekda Jateng Bp. Sumarno.

Setda Jateng menyampaikan bahwa industri jamu di Jawa tengah sudah banyak bahkan produknya sudah dipasarkan diluar Jawa Tengah, yang perlu didorong adalah dari prodak-prodak herbal itu bisa menjadi obat Fitomarmaka dan nanti masuk formularium itu sejajar dengan obat-obat kimia yang nantinya bisa masuk di rumah sakit, puskesmas dan klinik-klinik Kesehatan.
“Bahan obat dari herbal itu pasti lebih baik, tetapi memang kendala nya butuh waktu yang lama untuk uji klinis sampai obat tersebut aman sebagai obat fitomarmaka. Tentunya dukungan akan diberikan dari Pemprov Jateng dengan Gerakan-gerakan minum jamu atau kerjasama dengan pihak-pihak terkait” ungkap Bp Sumarno diakhir wawancara dengan humas Polkesta.

More Info : RADARSOLO


MONITORING DAN TINDAK LANJUT HASIL WORKSHOP

Pada hari Kamis tanggal 24 bulan Februari tahun dua ribu dua puluh dua telah dilaksanakan kegiatan “Monitoring dan Tindak Lanjut Hasil Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat” yang bertempat di Joglo Taman Wisata Jamu PUJAKESUMA Nglorogrejo, Desa Jeblog, Karanganom, Klaten.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan kunjungan dan sharing informasi program kerja kegiatan pendampingan UMKM Desa Binaan PUI-PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta antara perwakilan kader Desa Jeblog, Karanganom, Klaten dan Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali.


WORKSHOP PEMBUATAN SEDIAAN HERBAL DAN PENYULUHAN KESEHATAN

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Pembinaan UMKM Desa Binaan dengan tema “Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat” yang diselenggarakan pada Kamis s.d Jum’at, 10-11 Februari 2022 di Syariah Hotel.

  1. Pembukaan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)
  2. Sambutan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I) antara lain Melalui program pembinaan ini, peningkatan kapasitas pelaku UMKM obat tradisional untuk menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dilakukan secara bertahap sebagai langkah nyata untuk mendorong UMKM obat tradisional agar dapat menghasilkan produk aman dan bermutu secara konsisten. Pembinaan UMKM obat tradisional khususnya terkait UMKM Jamu sangat sejalan dengan upaya pencegahan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.
  3. Arahan oleh Satino, SKM, M.ScN (Direktur) antara lain Permintaan terhadap produk obat tradisional diyakini mengalami peningkatan di situasi pandemi saat ini. Hal ini terkait dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Obat tradisional dianggap bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan imunitas, sehingga saat ini masyarakat banyak mengonsumsi obat tradisional khususnya jamu dan minuman kesehatan. Obat tradisional merupakan kekayaan budaya dan alam Indonesia, serta memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi. Industri obat tradisional di Indonesia bersifat padat karya dan didominasi oleh pelaku UMKM yaitu sebesar 87,2%. Namun, sebagai yang mendominasi industri jamu, UMKM obat tradisional masih mengalami tantangan dalam hal pengembangannya. Tantangan yang kerap kali dihadapi UMKM di sektor ini antara lain, keterbatasan bahan baku, peralatan, permodalan, dan sumber daya manusia.
  4. Pemaparan Materi oleh apt. Ariel Dwi Puspitawati, S.Si (Founder Cafe Love Jamu) antara lain Target Pasar Millennial/Zenial yaitu bagaimana membuat jamu yang tidak pahit, manis, kecutnya sedikit, berwarna warni, menarik, latte, soda dan memiliki edukasi tersendiri. Pada proses bahan baku yaitu BANYAK PEMINAT dan POTENSI BERKEMBANG dengan pengolahan standar farmasi. Hal yang perlu dipersiapkan dalam mengembangkan bisnis jamu antara lain Edukasi/Belajar, Video, Terima Tamu, Uji Coba Produk, dan Foto – Foto. Value love jamu antara lain fokus tim farmasi dan standar pengolahan secara farmasi, kreatif dan inovatif, menjaring relasi serta belajar dan berbagi
  5. Pemaparan Materi oleh Ali Kosim, S.Farm (Barista Cafe Love Jamu) antara lain History Café Love Jamu, Pembuatan jamu dulu hingga sekarang yaitu Direbus menggunakan panci stainless atau tanah liat. Dimana kekurangannya yaitu Senyawa bisa saja rusak di pemanasan yang tidak diatur suhunya, Rasa pahit dominan keluar dan Rasa bisa berubah-ubah. Sedangkan kelebihannya yaitu mengurangi rasa pahit, rasa lebih soft dan waktu penyeduhan bisa diatur sesuai selera. Tugas barista jamu antara lain Memiliki pengetahuan tentang bahan rempah yang digunakan, Menyajikan minuman yang enak menggunakan metode manual atau mesin, Mengoperasikan dan merawat alat seduh, Menjaga kebersihan meja bar dan area untuk pengunjung, Melayani pelanggan dan menerima pesanan serta Menyapa dan berkomunikasi dengan ramah kepada pelanggan. Bahan Rempah berbentuk Simplisia utuh, Rajangan dan serbuk. Barista Jamu harus memiliki pengetahuan tentang asal bahan, pengolahan bahan mulai dari tanaman hingga Penyajian Jamu kepada pelanggan, agar mengetahui kualitas jamu yang dibuat.
  6. Praktikum pembuatan produk jamu oleh masing-masing kelompok
    a.Grup Eksternal (UMKM/Kader/Instansi Lain) antara lain Kelompok 1-Bunga Telang, Kelompok 2-Kunir Asam, Kelompok 3-Beras Kencur, Kelompok 4-Temulawak, Kelompok 5-Bunga Rosella, Kelompok 6-Kunir Jahe Serai dan Kelompok 7-Jahe Lemon
    b.Grup Internal Tim PUI-PUJAKESUMA antara lain Kelompok 1-Kelor Cacah, Kelompok 2-Ultimate, Kelompok 3-Sambiloto Keningar Jahe, Kelompok 4-Kunir Keningar, Kelompok 5-Bunga Telang dan Kelompok 6-Temulawak Keningar
  7. Penutupan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)

WEBSERITA PEMBINAAN DESA

Hari, Tanggal   : Rabu, 15 Desember 2021

Tempat             : Wisata Latar Ombo, Desa Jeblog, Karanganom, Klaten

Kegiatan : Webinar Series POLKESTA tema Pembinaan Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Kunjungan Studi Banding Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

  1. Pembukaan oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi)
  2. Sambutan dan Arahan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp., MN (Kapus Pengembangan Pendidikan) antara lain Pembelajaran perguruan tinggi harus mampu mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa serta mampu membangkitkan, menumbuhkan, dan mengembangkan kedua dimensi keterampilan tersebut. Soft skills mahasiswa dapat dikembangkan melalui berbagai program, salah satunya melalui program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa. Melalui program tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk terjun membangun desa. Program pembinaan desa dikembangkan untuk menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Selain itu melalui program pembinaan desa dapat mewujudkan mahasiswa yang mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif serta memiliki kemampuan kepemimpinan dalam pengembangan masyarakat desa di era industri 4.0 sebagai implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.
  3. Paparan PUI-PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi) antara lain Logo, struktur organisasi dan roadmap PUI-PUJAKESUMA. Selanjutnya Capaian Academic Excellence, Commercialization and Implementation PUI-PUJAKESUMA, Implementasi Kegiatan PUI-PUJAKESUMA Tahun 2021, Hambatan atau kendala PUI-PUJAKESUMA, Rencana Kegiatan PUI-PUJAKESUMA Tahun 2022 dan Informasi PUI-PUJAKESUMA
  4. Paparan Selayang Pandang Desa Binaan oleh Sri Hargiyanti, A.Md (Bidan Puskesmas Karanganom Klaten) antara lain Desa Binaan merupakan suatu program pembangunan masyarakat dengan target lokasi sebuah desa yang memenuhi kriteria untuk menjadi sebuah desa binaan, Mengembangkan desa binaan merupakan pilihan yang tepat dan strategis baik untuk kepentingan pembangunan nasional. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif, yaitu membina sumber daya manusia di perdesaan dengan pendekatan pendidikan. Adanya desa binaan merupakan wujud implementasi salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Memberi motivasi, meningkatkan pengetahuan serta merubah perilaku guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di perkuliahan serta Mempererat hubungan kekeluargaan antara Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Surakarta dengan masyarakat desa binaan. Program pembinaan desa ini memiliki tujuan antara lain: 1) Membantu mengatasi permasalahan di desa dengan berbagai aspek melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan, 2) Menerapkan konsep pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi yang dilaksanakan dalam tim kerja yang bersifat multidisipliner dan kolaboratif, 3) Membangun kemitraan dengan stakeholder terkait dalam mewujudkan program, dan 4) Menjadikan lokasi sebagai desa binaan kampus yang berkelanjutan
  5. Lomba Kelompok Produk Inovasi oleh Tim Kelompok Kader Desa Jeblog Karanganom, Klaten antara lain Kelompok 1 – Wedang Sejahe (Sereh dan Jahe), Kelompok 2 – Wedang Sujaka (Susu, Jahe, Cengkeh, Kayu Manis), Kelompok 3 – Wedang Blue Yogurt dan Lulur Kuning Langsat Kraton, Kelompok 4 – Wedang JKJ (Jahe, Kencur, Jeruk) dan Minyak Telon, Kelompok 5 – Moringa Cream Cheese dan Minyak Pijatf, Kelompok 6 – Organic Balm dan Kelompok 7 – Aloe Handsanitizer
  6. Penilaian Hasil Produk Inovasi dan Foto Bersama oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi)
  7. Penutupan oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi)

STUDI BANDING KE RSU HOLISTIC PURWAKARTA

  1. Pembukaan oleh Aliah, S.Psi (Manajer Kepegawaian RS Umum Holistic Purwakarta)
  2. Sambutan oleh dr. Fani Fathihah, MARS (Direktur RS Umum Holistic Purwakarta) antara lain Kunjungan hari ini guna untuk saling sharing ilmu dan menambah jaringan. Bisa bekerja sama dan saling bersinergi antara RS Umum Holistic Purwakarta dan Poltekkes Kemenkes Surakarta. Kegiatan studi banding ini disesuaikan dengan rundown yang sudah ada
  3. Sambutan dan Paparan Profil oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Surakarta) antara lain Visi dan Misi Poltekkes Kemenkes Surakarta. Lokasi dan Akreditasi Prodi Poltekkes Kemenkes Surakarta. MoU dalam negeri dan luar negeri Poltekkes Kemenkes Surakarta. Kegiatan Poltekkes Kemenkes Surakarta
  4. Paparan tentang profil dan kegiatan oleh dr. Fani Fathihah, MARS (Direktur RS Umum Holistic Purwakarta) antara lain Profil dan sejarah singkat RS Umum Holistic Purwakarta. Perbedaannya RS Umum Holistic Purwakarta adalah holistic kesehatan tradisional nya terlebih dahulu yang berkembang, baru mengikuti regulasi konvensional Rumah Sakit. Visi dan Misi RS Umum Holistic Purwakarta. Rumah sakit yang melayani kestrad terintegrasi disarankan dapat melakukan wisata medis, karena dari Kemenkes saat ini sudah ada gerakan tersebut. Jadi misal RS Umum Holistic Purwakarta dari segi fasilitas kesehatan, maka Poltekkes Kemenkes Surakarta dari segi akademiknya sehingga dapat saling bersinergi. Filosofi RS Umum Holistic Purwakarta adalah HOLISTIC dan Tubuh Anda adalah Dokter yang Terbaik. Fasilitas rawat RS Umum Holistic Purwakarta. Fasilitas yang terbaru antara lain Intensive Care Unit (ICU) dan untuk beberapa fasilitas lainnya diantaranya adalah President Suite, Senior Suite, Junior Suite Kelas VVIP, Kelas VIP, Kelas I, II dan III. Ketenagaan atau SDM RS Umum Holistic Purwakarta antara lain Tenaga Medis dan Keteknisan Medis, Tenaga Keterapian Fisik dan Tenaga Kefarmasian. Dasar hukum, izin pendirian, akreditasi dan izin operasional RS Umum Holistic Purwakarta. Instalasi Gizi Jamu Herbal/Ramuan Tradisional. Untuk bahan-bahan ditanam sendiri dan hasilnya pun juga diolah sendiri. Terapi Holistic dan Wisata Medis RS Umum Holistic Purwakarta
  5. Diskusi dan Tanya Jawab
    a.Indarto AS (Ketua Jurusan Jamu), Alasan mengapa menambah fasilitas untuk pasien holistic? Jawab : Agar pasien holistic tidak merasa terganggu dengan pasien konvensional, dan akan tetapi dipertahankan dengan nuansa wisata terbaik karena pasien mencari sesuatu yang lain
    b.Indri Kusuma Dewi (Ketua Jurusan Farmasi), Untuk inovasi perkembangan obat apakah berdasarkan studi case atau berdasarkan penelitian yang sudah ada sebelumnya? Jawab : Karena perkembangan industri dan pelayanan yang ada saling bersinergi antara satu dengan yang lain, untuk disini sudah sampai obat herbal terstandar dan mayoritas jamu. Sebagian bahan baku nya yang sudah ada di masyarakat, lebih fokus pada pembuatan kapsul
    c.Emy Suryani (Wakil Direktur I), Bagaimana jika diadakan kolaborasi penelitian? Jawab : Untuk dari segi kolaborasi penelitian bisa lebih spesifik dan nanti dapat bekerja sama hingga ke pembuatan produknya
    d.Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan), Bagaimana dengan program kerja ke masyarakat dari RSU Holistic Purwakarta? Jawab : Membantu vaksinasi, penyuluhan, sosialisasi ke masyarakat dan biasanya bekerja sama dengan STIKES Holistic Purwakarta
  6. Fasilitas sarana dan prasarana RS Umum Holistic Purwakarta
  7. Foto Bersama
  8. Rencana Tindak Lanjut antara lain Membangun jejaring dan kerjasama antara PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta dengan RS Umum Holistic Purwakarta, Dapat termotivasi untuk meningkatkan pola hidup sehat dan menghindari perilaku yang dapat membahayakan kesehatan dan PUI-PUJAKESUMA diharapkan dapat menjadi rujukan dan mendorong peningkatan kualitas dan kinerja khususnya terhadap Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat
  9. Penutupan oleh Aliah, S.Psi (Manajer Kepegawaian RS Umum Holistic Purwakarta)

KALENDER

January 2023
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PENGUNJUNG

  • 3
  • 80
  • 430
  • 955,851

FLAG COUNTER

Flag Counter