Author Archives: Admin Poltekkes Surakarta

KULIAH UMUM POTENSI OBAT TRADISIONAL

Category : Commercialization

Rabu, 17 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Kuliah Umum Nasional dengan tema “Potensi Pengembangan Obat Tradisional di Indonesia”.

  1. Pembukaan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp, MN (MC)
  2. Sambutan dan arahan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I) : Kuliah umum ini berguna untuk menunjang peningkatan kemampuan mahasiswa maupun dosen dan dipandang perlu untuk memutakhirkan pengetahuan khususnya mengenai obat tradisional. Diharapkan dengan adanya kegiatan kuliah umum ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa agar lebih giat dalam menekuni bidang yang diinginkan setelah mendapatkan informasi dari narasumber/praktisi mengenai penerapan wawasan keilmuan sesuai dengan mata kuliah atau konsentrasi.
  3. Pemaparan Materi 1 Pengakuan Global untuk Obat Tradisional Indonesia (Jamu) oleh Dr. Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc (Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI) : Jamu adalah obat tradisional dari Indonesia. Sebagian besar merupakan obat herbal yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti akar, kulit kayu, bunga, biji, daun, dan buah-buahan. Bahan yang diperoleh dari hewan, seperti madu, royal jelly, susu dan telur ayam kampung juga sering digunakan. Produk Herbal sebagai Brand Nasional antara lain Jepang = Kampo, China = Pengobatan Tradisional China (TCM), India = Ayurveda dan Fisioterapi dan Malaysia = Produk Herbal Tongkat Ali. Bagaimana PUI-PK dapat berkontribusi dalam inseminasi pengetahuan dan pengembangan ilmiah antara lain Identifikasi dan pelaporan, kontribusi terhadap pelayanan kesehatan dengan pikiran kreatif dan inovatif, intervensi khas daerah dengan basis penelitian, advokasi pemerintah daerah dan kepala daerah dan pemberdayaan masyarakat.
  4. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 1 oleh Dr. Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc (Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI)
    Bagaimana jamu dapat berkontribusi untuk menanggulangi wabah pandemic covid-19?
    Jawab : Memanfaatkan telemedicine dalam kesehatan, untuk penggunaan masih masif baik dari dokter dan pasien menggunakan telemedicine dan ada fasilitas yaitu pasien dapat langsung berkonsultasi dengan dokter. Dari jamu dapat berbenah menjadi jamu yang saintifik dan mengelola kemasan agar dapat diterima oleh masyarakat dan komunitas.
  5. Pemaparan Materi 2 Khasiat Tanaman Obat di Indonesia oleh apt. Youstiana Dwi Rusita, M.Si (Ketua Prodi D-III Anafarma) : Tanaman Obat merupakan Obat herbal yg telah digunakan secara turun-temurun dan terbukti efektifitasnya secara empiris. Tanaman obat juga efektif secara kualitatif untuk pengobatan, tanaman obat diteliti dan diuji di laboratorium. Persoalan akan muncul berkaitan pengujian pada manusia (uji klinis). Tanaman herbal sedikit uji klinis. Hambatan bagi uji klinis adalah rumit dan lama sehingga membutuhkan banyak biaya. Misal Kencur (Kaempferia galanga, L inn). Penyakit Yang Dapat Diobati antara lain Radang Lambung, Radang anak telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, keseleo, Lelah. Contoh lainnya Lengkuas (Alpinia galanga, Linn., Willd.), Penyakit Yang Dapat Diobati antara lain Reumatik, Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis, Panu;
  6. Pemaparan Materi 3 Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi) : Obat Tradisional diperlukan untuk memelihara, mengobati dan memulihkan kesehatan. Perlu dilakukan langkah-langkah agar Obat Tradisional senantiasa aman, bermanfaat dan bermutu. Kontrol terhadap bahan baku, bangunan, prosedur dan pelaksanaan proses pembuatan, peralatan yang digunakan, pengemasan serta personalia. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan cara pembuatan obat tradisional yang diikuti dengan pengawasan menyeluruh dan bertujuan untuk menyediakan obat tradisional yang senantiasa memenuhi persyaratan yang berlaku (Kepmenkes No. 659/MENKES/SK/X/1991). Penanganan Terhadap Hasil Pengamatan Produk di Peredaran antara lain keluhan dan laporan masyarakat yang menyangkut keamanan mutu dan hal-hal lain harus diperiksa, dievaluasi dan ditindaklanjuti. Kemudian Obat Tradisional yang terbukti menimbulkan efek samping yang merugikan atau mutu dan keamanannya tidak memadai lagi harus ditarik dari peredaran dan dimusnahkan
  7. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 2 dan 3
  8. Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp, MN (MC)

THE 2ND INTERNATIONAL COMPETITION

Category : Academic Excellence

Minggu, 14 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Seminar Internasional dengan tema The 2nd International CompetitionHealth Creativity And Innovation

SUSUNAN ACARA
1.Pembukaan oleh Agustin Rahmawati, SKM (MC)
2.Sambutan dan arahan oleh Satino (Direktur) : Salah satu poin Tri Dharma Perguruan tinggi adalah pendidikan. Menjadi mahasiswa adalah amanah yang patut diemban dengan penuh kesungguhan. Melalui perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya adalah salah satu cara melaksanakan amanah tersebut, dan untuk mengasah potensi diri adalah dengan mengikuti kompetis. Mahasiswa juga bisa melakukan trial untuk menguji pengetahunan, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti kompetisi. Penyelanggaraan kompetisi dengan lingkup dan tema tertentu membuat mahasiswa dapat mengukur seberapa baik mahasiswa tersebut jika disejajarkan dengan orang-orang dengan minat yang sama.
3.Pembukaan dan pembacaan prosedur call for paper oleh Dwi Setyawan, SST OP, M.Kes (MC)
4.Break out room Oral Presentation
a.Room 1 : Pharmacy and Traditional Medicine oleh Prasetyo Catur Utomo, SST, M.Kes (Moderator 1) bersama masing-masing juri yaitu Dr. ATM Darunee Rattanawongsamathakul B.ATM (Mahidol University, Thailand) dan Dr. Ravi Rao S., MD(Ayu), PhD (Karnataka Ayurveda Medical College, Mangaluru, India)
b.Room 2 : Nursing and Midwifery oleh Insiyah, MN (Moderator 2) bersama masing-masing juri yaitu Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D (Gadjah Mada University, Indonesia) dan Muhammad Arsyad Subu, PhD (University of Sharjah United Arab Emirates (UAE))
5.Review jurnal dan Prosiding oleh apt. Diah Kartika Pratami, M.Farm (Pancasila University Jakarta, Indonesia)
6.Editor Jurnal dan Prosiding oleh apt. Diah Kartika Pratami, M.Farm (Pancasila University Jakarta, Indonesia)
7.Pengumuman pemenang best paper dan kompetisi Internasional oleh Agustin Rahmawati, SKM & Dwi Setyawan, SST OP, M.Kes
8.Penutupan oleh Agustin Rahmawati, SKM (MC)


THE 2ND INTERNATIONAL CONFERENCE

Category : Academic Excellence

Sabtu, 13 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Seminar Internasional dengan tema The 2nd International Conference On Traditional Medicine Best Practice Traditional Medicine In Pandemic Era”.
Hadir dalam acara narasumber Internasional dari 4 negara antara lain Thailand, India, Uni Emirat Arab dan Indonesia dan 4 orang narasumber Nasional

SUSUNAN ACARA

  1. Pembukaan oleh Paula Hesti Mahanani (MC)
  2. Keynote Speaker oleh Kunta Wibawa Dasa Nugraha (Sekjen Kemenkes)
  3. Peninjauan pameran produk oleh Kunta Wibawa Dasa Nugraha (Sekjen Kemenkes)
  4. Pemaparan Materi 1 oleh Darunee Rattanawongsamathakul (Mahidol University Thailand)
  5. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 1 oleh Darunee Rattanawongsamathakul (Mahidol University Thailand)
  6. Pemaparan Materi 2 oleh Zullies Ikawati (Universitas Gajah Mada Indonesia)
  7. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 2 oleh Zullies Ikawati (Universitas Gajah Mada Indonesia)
  8. Pemaparan Materi 3 oleh Muhammad Arsyad Subu (United Arab Emirates)
  9. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 3 oleh Muhammad Arsyad Subu (United Arab Emirates)
  10. Pemaparan Materi 4 oleh Ravi Rao S (Karnataka Ayurveda Medical College India)
  11. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 4 oleh Ravi Rao S (Karnataka Ayurveda Medical College India)
  12. Pemaparan Materi 5 oleh Tri Budi Santoso (Dosen Jurusan Okupasi Terapi)
  13. Pemaparan Materi 6 oleh Nutrisia Aquariushinta Sayuti (Kaprodi D-III Farmasi)
  14. Pemaparan Materi 7 oleh Sih Rini Handayani (Sekretaris Jurusan Kebidanan)
  15. Pemaparan Materi 8 oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan Polkesta)
  16. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 5 s.d 8
  17. Penutupan oleh Paula Hesti Mahanani (MC)

WEBINAR SERIES POLKESTA – PUI PUJAKESUMA

Category : Academic Excellence

Rabu, 10 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Webinar Series POLKESTA sekaligus sebagai Kunjungan lembaga Internasional ke PUI-PUJAKESUMA dengan tema “Visits And Sharing Experiences In The Use Of Herbs And Natural Resources In Health Services”.


Hadir dalam acara narasumber antara lain :

  1. Pemaparan materi narasumber I oleh dr. Nurul Husna Shafie (Dosen Senior Departemen Gizi dan Dietetika, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universiti Putra Malaysia) dengan tema Peran Tanaman Herbal dalam Penyakit Tidak Menular (PTM)
  2. Pemaparan materi narasumber II oleh Indarto AS, S.Pd, M.Kes (Ketua Jurusan Jamu POLKESTA) dengan tema Menjaga Kebugaran Tubuh dengan Jamu
  3. Pemaparan materi narasumber III oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, S.Farm., M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi POLKESTA) dengan tema Fitofarmasi dari Sumber Daya Alam

SUSUNAN ACARA
Pembukaan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)

Sambutan dan Arahan oleh Emy Suryani (Wakil Direktur I) : Dengan berbagai pertimbangan dan kajian, saat kunjungan Pak Dirjen Kemendikbud dengan tujuan longlasting Poltekkes Kemenkes Surakarta adalah Community Wellness

Pemaparan Materi 1 oleh dr. Nurul Husna Shafie : Terdapat 2 outline yaitu pencegahan dan pengobatan kanker kemudian pencegahan dan pengobatan diabetes dan penyakit lainnya. Kanker paling umum di Indonesia pada pria antara lain Paru-paru, Kolorektal, Prostat, Hati dan Nasofaring sedangkan pada wanita antara lain Payudara, Serviks Uteri, Kolorektal, Ovarium dan Paru-paru. Teh Polifenol dulu dan sekarang : Dulu – studi toksisitas : Kanker kolorektal sedangkan Sekarang – nanoteknologi (partikel nano iron oxide chitosan)
Diskusi dan Tanya Jawab Materi 1 oleh dr. Nurul Husna Shafie
a.Untuk letup-letup atau ciplukan, apakah ada kontraindikasi dengan penyakit bawaan?
Jawab : Menggunakan sebagai suplemen, berdasarkan dari penelitian-penelitian sebelumnya dan statistic data tidak ditemukan indikasi terhadap penyakit lainnya. Karena memang fokus untuk mengatasi penyakit sarcoma
b.Mana yang lebih efektif mengkonsumsi kenikir dalam bentuk mentahan atau sudah direbus khususnya untuk mengontrol gula darah?
Jawab : Salah satu manfaat daun kenikir adalah menurunkan risiko penyakit diabetes, namun tetap harus konsumsi secukupnya. Berdasarkan riset penelitian oleh Shi Hui Cheng dkk, konsumsi daun kenikir kering 15 gram per hari selama 8 minggu guna mengontrol gula darah

Pemaparan Materi 2 oleh Indarto AS : Kekebalan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk melawan patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan penyakit. Sekelompok sel protein jaringan organ khusus yang bekerja sama melawan segala yang berbahaya bagi tubuh. Sistem kekebalan tubuh dibagi menjadi 2 yaitu sistem imun internal dan eksternal. Jamu adalah obat bahan alam yang keamanan dan khasiatnya secara turun temurun, dimana klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris. OHT adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah distandarisasi. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi. Pada OHT dan Fitofarmaka klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah

Pemaparan Materi 3 oleh Indri Kusuma Dewi : Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat menurut Depkes RI, 2000 antara lain identitas, organolaptis, senyawa terlarut dalam pelarut dan uji kandungan kimia. Bentuk sediaan padat : granul, bubuk, kapsul, tablet. Umumnya digunakan ekstrak kental. Umumnya ekstrak bersifat higroskopis perlu digranulasi atau dimasukkan ke dalam kapsul gelatin lunak. Pengatasan sifat higroskopis dengan penambahan silika gel. Ekstrak cair dan kental bentuk sediaan cair seperti sirup, tetes, larutan atau suspensi dapat dibuat. Ekstrak kering ekstrak murni (bebas dari komponen sekunder). Soal : Kelarutan

Diskusi dan Tanya Jawab Materi 2 dan 3
Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)


KUNJUNGAN DINKES KAB KLATEN TENTANG PIRT

Pada hari ini Rabu tanggal 13 bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh satu telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan Dinkes Kab. Klaten dalam Rangka Pengajuan PIRT Produk PUI dan Farmakesta yang bertempat di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan penyuluhan dan juga kunjungan dari Dinkes Kab. Klaten terkait proses pembuatan produk PUI dan Farmakesta, mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Produk yang diajukan PIRT antara lain Silanda (Sirup Telang dan Pandan), Choco Herb (Coklat Herbal), Permen Herbal O’Caindy (Organic Rainbow Candy), Serbuk Instan PuHe (Purwoceng Jahe) dan Mie Herbal O’Rain (Organic Rainbow Noodle)


STUDI BANDING KE POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Selasa, 5 Oktober 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta melakukan kegiatan Studi Banding ke Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam rangka Implementasi PUI-PK. Hadir dalam acara 10 orang perwakilan dari PUI-NOVAKESMAS POLKESYO dan 10 orang perwakilan dari PUI-PUJAKESUMA POLKESTA.

  • Pembukaan oleh Furaida Khasanah (MC)
  • Sambutan oleh Joko Susilo, SKM, M.Kes (Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta) – Kunjungan hari ini guna untuk saling sharing ilmu khususnya terkait produk-produk. ‌Terkait PUI di POLKESYO menampung karya-karya mahasiswa dan dosen yang dapat disampaikan kepada masyarakat terkait inovasi kesehatan masyarakat. ‌Untuk profesor vokasi outputnya selain scopus juga harus menghasilkan karya-karya berupa produk. ‌Untuk produk sudah disampaikan dengan desa wisata sehingga saling memberi ilmu antara masyarakat dan POLKESYO. ‌Untuk mahasiswa sarjana terapan salah satunya harus menghasilkan produk atau karya, sehingga perlu dikembangkan pendidikannya. Penelitian dosen lebih baik jika mahasiswa diajak penelitian untuk saling berkontribusi
  • Sambutan dan Paparan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Surakarta) – Melihat adanya kolaborasi dari berbagai pusat dan saling bekerjasama. ‌PUI di POLKESYO dimasukkan ke dalam program kerja P2M, sedangkan di POLKESTA dimasukkan ke dalam program kerja Bangdik karena terdapat Academic Excellence dan Commercialization, sehingga ketiga kapus harus saling bersinergi. ‌Terdapat desa wisata jamu di Jeblog, Klaten. Akan ada MoU untuk penelitian dan produk-produk antara POLKESTA dan POLKESYO, khususnya terkait PUI-PK
  • Penyerahan Cederamata, Vendel, Penandatanganan MoU dan Foto Bersama
  • Paparan tentang Profil, Produk dan Kegiatan PUI-NOVAKESMAS – Milestone PUI, melakukan hilirasasi produk dan mulai pengajuan paten sebagai kunci utama untuk masuk ke dunia industri. ‌Mengembangkan MoU dengan pengajuan paten terkait komersialisasi. Dengan tujuan akhirnya adalah Science Techno Campus pada tahun 2028. ‌Ketika awal berdiri, POLKESYO melakukan kunjungan ke PUI ITB tahun 2019. Kemudian implementasi POLKESYO adalah teknologi tepat guna. ‌Roadmap produk unggulan penelitian contohnya sistem demenal sebagai produk yang dilisensikan. ‌Terdapat roadmap untuk masing-masing produk dengan jangka waktu 5 tahun ke depan. ‌Melakukan International Conference sebanyak 8x pada tahun 2014-2021
  • Diskusi dan Tanya Jawab
  • Display Produk PUI-NOVAKESMAS
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_1
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_2
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_3
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_4
  • Rencana Tindak Lanjut
  • Penutupan oleh Furaida Khasanah (MC)

WORKSHOP IMPLEMENTASI ROADMAP PUI-PK

Dalam rangka menindaklanjuti Workshop Penyusunan Roadmap Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes (PUI-PK) yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021 dan meningkatkan kinerja PUI-PK, maka Kapus Pusat Pendidikan SDM Kesehatan mengadakan Workshop Implementasi Roadmap Pengembangan PUI-PK yang diselenggarakan pada Selasa – Kamis, 21-23 September 2021 di Hotel Ibis Pasteur Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari 38 Poltekkes Kemenkes.

ISI KEGIATAN

  1. Teknis pelaksanaan workshop
  2. Pendampingan penyusunan implementasi roadmap PUI-PK – Kendala dan fakta yang dihadapi PT antara lain Banyaknya produk inovasi yang belum terkomersialisasi dengan baik, Keterbatasan perguruan tinggi dalam melakukan Hilirisasi dan Komersialiasi, Keterbatasan perguruan tinggi  terkait fasilitas dan infrastruktur untuk produksi, Keterbatasan ekosistem perguruan tinggi terkait value chain produksi dan komersialisasi dan Keterbatasan sumber pendanaan untuk hilirisasi produk inovasi. Pada IDE riset akan diperoleh jika terdapat GAP antara PENGETAHUAN sekarang atau adanya PERTANYAAN tak TERJAWAB
  3. Presentasi hasil penyusunan roadmap dan implementasinya
  4. Pengukuran kinerja PUI-PK Tahun 2021

RENCANA TINDAK LANJUT

  1. Mendefinisikan tantangan umum secara nasional dan fokus masalah
  2. Menentukan kekuatan seperti Kekuatan dukungan peralatan/sarana, Kekuatan dukungan SDM dan Kekuatan capaian hingga saat ini (aktivitas)
  3. Menentukan harapan dan goals
  4. Menentukan roadmap, secara riset dan posisi di topik yang sama
  5. Terus melakukan monitoring untuk kelembagaan, status, keberadaan dan relasi antar lembaga di dalam perguruan tinggi
  6. Untuk kandidat PUI-PK yang akan mengajukan proposal pengembangan PUI-PK, berkas yang perlu disiapkan antara lain: Proposal pengembangan PUI-PK, Capaian Kinerja (AE & COM) untuk tahun 2019-2021 dan Borang asesment mutu (kelembagaan)

SOSIALISASI IZIN UNTUK PANGAN OLAHAN

Category : Academic Excellence

PUI-PUJAKESUMA Polkesta bersama Loka POM Surakarta menyelenggarakan Pendampingan UMKM Desa Binaan “Sosialisasi Izin untuk Pangan Olahan” yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Agustus 2021 melalui zoom meeting yang dimulai pada pukul 09.00 WIB – Selesai.

Hadir dalam acara narasumber yaitu Rr. Tri Novitarini, STP (Loka POM Surakarta) dengan tema Pendaftaran Pangan Olahan. Kemudian dilanjutkan acara pembuatan pangan olahan oleh Tim Mahasiswa KKN UNS 199 dan Kader Desa Jeblog, Karanganom, Klaten

  1. Pembukaan dan sambutan oleh Athanasia Budi Astuti (Ketua PUI-PUJAKESUMA)
  2. Pemaparan Materi Pendaftaran Pangan Olahan oleh Rr. Tri Novitarini, S.T.P (PFM Ahli Muda Loka POM Surakarta)
    a.Obat dan Makanan adalah obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan
    b.Pangan dibagi menjadi 4 macam antara lain pangan segar, pangan olahan siap saji, pangan olahan dan bahan tambahan pangan (BTP)
    c.Tidak Diizinkan Sebagai Pangan IRT (Peraturan Badan BPOM No 22 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi PIRT)
    •Pangan yang diproses dengan sterilisasi komersial atau pasteurisasi
    •Pangan yang diproses dengan pembekuan (frozen food) yang penyimpanannya memerlukan lemari pembeku
    •Pangan olahan asal hewan yang disimpan dingin/beku
    •Pangan diet khusus dan pangan keperluan medis khusus antara lain MP-ASI, booster ASI, formula bayi, formula lanjutan, pangan untuk penderita diabetes
    d.Pangan olahan wajib daftar badan POM antara lain pangan olahan dijual dalam kemasan eceran, pangan program pemerintah, pangan fortifikasi, pangan yang ditunjukkan untuk uji pasar, pangan wajib SNI dan bahan tambahan pangan (BTP)
    e.Cara memperoleh izin edar di BPOM yaitu registrasi akun, registrasi pangan olahan dan nomor izin edar. Untuk akun perusahaan yaitu mendapatkan user ID dan password, untuk produk yaitu input data dan upload dokumen melalui e-reg.pom.go.id
    f.Pangan Olahan yang beredar di Indonesia harus memiliki izin edar dari Badan POM atau Dinas Kesehatan
    g.Untuk memperoleh izin edar, Pangan Olahan harus memenuhi persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, mutu, gizi (untuk pangan olahan), dan label/penandaan
    h.Sebelum membeli Pangan Olahan, ingat Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa)
  3. Diskusi dan Tanya Jawab
    a.Sri Hargiyanti (Bidan Desa Beku)
    Berapa macam produk yang didaftarkan ?
    Jawab : Tidak ada minimum, untuk sabun cuci piring, pewangi, dan lain-lain termasuk produk rumah tangga kesehatan peraturan bisa di cek di alkes kemkes
    b.Intan Atika Nur Cahyani (Mahasiswa KKN UNS)
    Untuk UMKM apakah cukup IRT saja ?
    Jawab : Tergantung sarana usaha nya apakah terpisah dengan dapur rumah tangga atau tidak. Untuk SPP IRT terkait pangan olahan dan cukup hanya ke dinas setempat
    c.Firdausa Rahmanda (Mahasiswa KKN UNS)
    Pemeriksaan sarana produksi agar dapat lolos kriteria dengan nilai A, B, C atau D dan yang diperiksa apakah hanya tempat produk nya saja?
    Jawab : Untuk UMKM akan diceklis kriteria seperti higenitas, bangunan, apabila 1 sarana sudah memenuhi 80% ceklis maka sudah masuk kategori A dan B. Untuk kategori C dan D pada sarana masih ditemukan kekurangan seperti pengendalian hama, bahan baku rentan terkontaminasi
  4. Pemutaran Video Pemasaran Produk oleh Tim Mahasiswa KKN UNS 199
  5. Praktik Pembuatan Pangan Olahan oleh Tim Mahasiswa KKN UNS 199 dan Kader Desa Jeblog, Karanganom, Klaten
  6. Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti (Ketua PUI-PUJAKESUMA)

STADIUM GENERAL PERIZINAN PANGAN OLAHAN

PUI-PUJAKESUMA Polkesta bersama FARMAKESTA menyelenggarakan “Stadium General Perizinan Panganan Olahan” yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Agustus 2021 melalui zoom meeting.

Hadir dalam acara narasumber antara lain :
1. Pemaparan Materi oleh Regina Devi Permatasari, STP (LOKA POM Surakarta)
2. Pemaparan Materi oleh apt. Oemeria Shitta Subadra, M.Farm (Dosen Farmasi Polkesta)

Notulensi dari pembicara 1 (Perijinan Pangan Olahan)

Tugas Badan POM: melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan, Obat dan Makanan adalah obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. Untuk Peraturan Obat dan Makanan dapat dilihat di web jdih.pom.go.id

Regulasi dan perizinan, (untuk pangan segar) Pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan Contoh : Kurma, Biji Lada, Karkas Daging Sapi Beku, Filet Ikan Tuna dll. (pangan olahan siap saji) Makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk langsung disajikan. Contoh : Pangan yang disajikan di jasa boga, hotel, restoran, rumah makan, kafetaria, kantin, kaki lima, gerai makanan keliling (food truck), & atau usaha sejenis . (pangan olahan) Makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Pangan diperdagangkan dalam kemasan eceran. Contoh : Air Mineral, Abon Daging, Naget Ikan, Biskuit dll. (bahan tambahan pangan) Bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan Contoh : Penguat rasa MSG, Perisa Sintetik Vanila, Pengawet Natrium Benzoat, dll.

Izin edar pangan olahan, Setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan wajib memiliki Izin Edar. Untuk dasar hukumnya yaitu UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, PP No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, Peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

Pangan olahan yang tidak wajib memiliki ijin edar badan pom dan izin produksi spp- irt, Masa simpan kurang dari 7 hari 2. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku pangan dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir 3. Diimpor dalam jumlah terbatas untuk keperluan : permohonan surat persetujuan pendaftaran, penelitian, atau konsumsi sendiri.

Kemudian untuk keuntungan  memiliki nomor izin edar adalah Produk beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, Tingkatkan daya saing produk, Perluas pemasaran produk, di dalam maupun di luar negeri, Produk memenuhi persyaratan keamanan, mutu, & gizi, Tingkatkan kepercayaan masyarakat, Nilai tambah bagi produk.

Notulensi dari pembicara 2 (Inovasi Pengolahan Nutrasetikal)

Istilah nutrasetikal sering rancu dengan istilah-istilah lainnya seperti pangan fungsional (functional food), suplemen makanan (food supplement) , pangan medis (medical food). Bahkan di setiap negarapun mempunyai istilah yang beragam. Pangan nutrasetikal adalah pangan yang di samping mengandung zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral juga mengandung substansi nutrasetikal (fitokimia) yang memberikan manfaat kesehatan. Nutrasetikal dapat dikatakan sebagai suplemen makanan yang komposisinya berupa bahan-bahan yang diisolasi atau dimurnikan dari bahan pangan, sedangkan suplemen makanan, komposisinya tidak harus berasal dari bahan pangan, bisa saja berupa bahan sintetis.

Hal hal yang perlu diperhatikan ketika membuat produk nutrasetika antara lain Kualitas bahan baku olahan, Umur bahan baku, Takaran/dosis bahan baku, Bentuk produk olahan dan Produk terapi untuk penyakit tertentu


MANFAAT DAUN SALAM UNTUK DIABETES

Category : Commercialization

Daun Salam. Daun salam bisa untuk mengatasi penyakit diabetes melitus. Ini cara pemanfaatannya. 

TRIBUNNEWS.COM – Daun salam biasanya digunakan sebagai campuran bumbu masakan.
Namun, ternyata daun salam juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta, apt Indri Kusuma Dewi, SFarm, MSc, mengatakan daun salam bisa untuk mengatasi penyakit diabetes melitus.
“Daun salam dari segi pemanfaatan secara klinis sudah diuji.”
“Kalau dari riset sebelumnya, pemanfaatan daun salam memang paling banyak untuk mengatasi diabetes melitus,” ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (1/7/2021).
Indri menyebut, daun salam sudah terbukti bisa menurunkan konsentrasi glukosa darah. Sehingga, tanaman ini memang sudah terbukti bisa mengatasi diabetes melitus.
“Sudah terbukti pengujiannya secara praklinik.”

“Terbukti bahwa daun salam mampu menunjukkan efek menurunkan konsentrasi glukosa darah.”
“Jadi indikasinya ke arah diabetes melitus,” jelasnya.

Selain diabetes, daun salam ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Tapi secara umum, pemanfaatannya bisa untuk mengatasi hipertensi.”
“Untuk menurunkan kadar asam urat juga bisa,” ungkap Indri.
“Namun, data-data yang saya dapatkan, paling banyak untuk diabetes,” sambungnya.

Daun Salam. (Sajian Sedap)

Cara Pemanfaatan untuk Atasi Diabetes
Indri menyampaikan, memanfaatkan daun salam bisa dilakukan dengan cara menyeduhnya. Air rebusan daun salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit diabetes. Menurutnya, pemanfaatan dengan cara direbus ini sudah teruji. Berikut langkah-langkah mengolah daun salam untuk mengatasi diabetes, seperti yang disampaikan Indri:
1. Siapkan 20 gram daun salam
2. Rebus daun salam dengan 400 ml air

3. Rebus dengan menggunakan panci bertingkat
“Panci bagian bawah untuk air saja, panci kedua untuk air dan daun salam,” kata dia.
4. Rebus daun salam selama 15 menit
5. Minum air rebusan daun salam.
“Diminum dua kali sehari, setiap kali minum 400 ml air,” jelas Indri.
(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Manfaat Daun Salam untuk Atasi Diabetes, Ahli Jelaskan Cara Pemanfaatannya,
https://www.tribunnews.com/lifestyle/2021/07/01/manfaat-daun-salam-untuk-atasi-diabetes-ahli-jelaskan-cara-pemanfaatannya?page=all
Penulis : Nuryanti
Editor : Pravitri Retno Widyastuti


KALENDER

January 2023
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PENGUNJUNG

  • 1
  • 290
  • 430
  • 956,061

FLAG COUNTER

Flag Counter