Monthly Archives: November 2021

KULIAH UMUM POTENSI OBAT TRADISIONAL

Category : Commercialization

Rabu, 17 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Kuliah Umum Nasional dengan tema “Potensi Pengembangan Obat Tradisional di Indonesia”.

  1. Pembukaan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp, MN (MC)
  2. Sambutan dan arahan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I) : Kuliah umum ini berguna untuk menunjang peningkatan kemampuan mahasiswa maupun dosen dan dipandang perlu untuk memutakhirkan pengetahuan khususnya mengenai obat tradisional. Diharapkan dengan adanya kegiatan kuliah umum ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa agar lebih giat dalam menekuni bidang yang diinginkan setelah mendapatkan informasi dari narasumber/praktisi mengenai penerapan wawasan keilmuan sesuai dengan mata kuliah atau konsentrasi.
  3. Pemaparan Materi 1 Pengakuan Global untuk Obat Tradisional Indonesia (Jamu) oleh Dr. Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc (Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI) : Jamu adalah obat tradisional dari Indonesia. Sebagian besar merupakan obat herbal yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti akar, kulit kayu, bunga, biji, daun, dan buah-buahan. Bahan yang diperoleh dari hewan, seperti madu, royal jelly, susu dan telur ayam kampung juga sering digunakan. Produk Herbal sebagai Brand Nasional antara lain Jepang = Kampo, China = Pengobatan Tradisional China (TCM), India = Ayurveda dan Fisioterapi dan Malaysia = Produk Herbal Tongkat Ali. Bagaimana PUI-PK dapat berkontribusi dalam inseminasi pengetahuan dan pengembangan ilmiah antara lain Identifikasi dan pelaporan, kontribusi terhadap pelayanan kesehatan dengan pikiran kreatif dan inovatif, intervensi khas daerah dengan basis penelitian, advokasi pemerintah daerah dan kepala daerah dan pemberdayaan masyarakat.
  4. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 1 oleh Dr. Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc (Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI)
    Bagaimana jamu dapat berkontribusi untuk menanggulangi wabah pandemic covid-19?
    Jawab : Memanfaatkan telemedicine dalam kesehatan, untuk penggunaan masih masif baik dari dokter dan pasien menggunakan telemedicine dan ada fasilitas yaitu pasien dapat langsung berkonsultasi dengan dokter. Dari jamu dapat berbenah menjadi jamu yang saintifik dan mengelola kemasan agar dapat diterima oleh masyarakat dan komunitas.
  5. Pemaparan Materi 2 Khasiat Tanaman Obat di Indonesia oleh apt. Youstiana Dwi Rusita, M.Si (Ketua Prodi D-III Anafarma) : Tanaman Obat merupakan Obat herbal yg telah digunakan secara turun-temurun dan terbukti efektifitasnya secara empiris. Tanaman obat juga efektif secara kualitatif untuk pengobatan, tanaman obat diteliti dan diuji di laboratorium. Persoalan akan muncul berkaitan pengujian pada manusia (uji klinis). Tanaman herbal sedikit uji klinis. Hambatan bagi uji klinis adalah rumit dan lama sehingga membutuhkan banyak biaya. Misal Kencur (Kaempferia galanga, L inn). Penyakit Yang Dapat Diobati antara lain Radang Lambung, Radang anak telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, keseleo, Lelah. Contoh lainnya Lengkuas (Alpinia galanga, Linn., Willd.), Penyakit Yang Dapat Diobati antara lain Reumatik, Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis, Panu;
  6. Pemaparan Materi 3 Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi) : Obat Tradisional diperlukan untuk memelihara, mengobati dan memulihkan kesehatan. Perlu dilakukan langkah-langkah agar Obat Tradisional senantiasa aman, bermanfaat dan bermutu. Kontrol terhadap bahan baku, bangunan, prosedur dan pelaksanaan proses pembuatan, peralatan yang digunakan, pengemasan serta personalia. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan cara pembuatan obat tradisional yang diikuti dengan pengawasan menyeluruh dan bertujuan untuk menyediakan obat tradisional yang senantiasa memenuhi persyaratan yang berlaku (Kepmenkes No. 659/MENKES/SK/X/1991). Penanganan Terhadap Hasil Pengamatan Produk di Peredaran antara lain keluhan dan laporan masyarakat yang menyangkut keamanan mutu dan hal-hal lain harus diperiksa, dievaluasi dan ditindaklanjuti. Kemudian Obat Tradisional yang terbukti menimbulkan efek samping yang merugikan atau mutu dan keamanannya tidak memadai lagi harus ditarik dari peredaran dan dimusnahkan
  7. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 2 dan 3
  8. Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp, MN (MC)

THE 2ND INTERNATIONAL COMPETITION

Category : Academic Excellence

Minggu, 14 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Seminar Internasional dengan tema The 2nd International CompetitionHealth Creativity And Innovation

SUSUNAN ACARA
1.Pembukaan oleh Agustin Rahmawati, SKM (MC)
2.Sambutan dan arahan oleh Satino (Direktur) : Salah satu poin Tri Dharma Perguruan tinggi adalah pendidikan. Menjadi mahasiswa adalah amanah yang patut diemban dengan penuh kesungguhan. Melalui perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya adalah salah satu cara melaksanakan amanah tersebut, dan untuk mengasah potensi diri adalah dengan mengikuti kompetis. Mahasiswa juga bisa melakukan trial untuk menguji pengetahunan, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti kompetisi. Penyelanggaraan kompetisi dengan lingkup dan tema tertentu membuat mahasiswa dapat mengukur seberapa baik mahasiswa tersebut jika disejajarkan dengan orang-orang dengan minat yang sama.
3.Pembukaan dan pembacaan prosedur call for paper oleh Dwi Setyawan, SST OP, M.Kes (MC)
4.Break out room Oral Presentation
a.Room 1 : Pharmacy and Traditional Medicine oleh Prasetyo Catur Utomo, SST, M.Kes (Moderator 1) bersama masing-masing juri yaitu Dr. ATM Darunee Rattanawongsamathakul B.ATM (Mahidol University, Thailand) dan Dr. Ravi Rao S., MD(Ayu), PhD (Karnataka Ayurveda Medical College, Mangaluru, India)
b.Room 2 : Nursing and Midwifery oleh Insiyah, MN (Moderator 2) bersama masing-masing juri yaitu Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D (Gadjah Mada University, Indonesia) dan Muhammad Arsyad Subu, PhD (University of Sharjah United Arab Emirates (UAE))
5.Review jurnal dan Prosiding oleh apt. Diah Kartika Pratami, M.Farm (Pancasila University Jakarta, Indonesia)
6.Editor Jurnal dan Prosiding oleh apt. Diah Kartika Pratami, M.Farm (Pancasila University Jakarta, Indonesia)
7.Pengumuman pemenang best paper dan kompetisi Internasional oleh Agustin Rahmawati, SKM & Dwi Setyawan, SST OP, M.Kes
8.Penutupan oleh Agustin Rahmawati, SKM (MC)


THE 2ND INTERNATIONAL CONFERENCE

Category : Academic Excellence

Sabtu, 13 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Seminar Internasional dengan tema The 2nd International Conference On Traditional Medicine Best Practice Traditional Medicine In Pandemic Era”.
Hadir dalam acara narasumber Internasional dari 4 negara antara lain Thailand, India, Uni Emirat Arab dan Indonesia dan 4 orang narasumber Nasional

SUSUNAN ACARA

  1. Pembukaan oleh Paula Hesti Mahanani (MC)
  2. Keynote Speaker oleh Kunta Wibawa Dasa Nugraha (Sekjen Kemenkes)
  3. Peninjauan pameran produk oleh Kunta Wibawa Dasa Nugraha (Sekjen Kemenkes)
  4. Pemaparan Materi 1 oleh Darunee Rattanawongsamathakul (Mahidol University Thailand)
  5. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 1 oleh Darunee Rattanawongsamathakul (Mahidol University Thailand)
  6. Pemaparan Materi 2 oleh Zullies Ikawati (Universitas Gajah Mada Indonesia)
  7. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 2 oleh Zullies Ikawati (Universitas Gajah Mada Indonesia)
  8. Pemaparan Materi 3 oleh Muhammad Arsyad Subu (United Arab Emirates)
  9. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 3 oleh Muhammad Arsyad Subu (United Arab Emirates)
  10. Pemaparan Materi 4 oleh Ravi Rao S (Karnataka Ayurveda Medical College India)
  11. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 4 oleh Ravi Rao S (Karnataka Ayurveda Medical College India)
  12. Pemaparan Materi 5 oleh Tri Budi Santoso (Dosen Jurusan Okupasi Terapi)
  13. Pemaparan Materi 6 oleh Nutrisia Aquariushinta Sayuti (Kaprodi D-III Farmasi)
  14. Pemaparan Materi 7 oleh Sih Rini Handayani (Sekretaris Jurusan Kebidanan)
  15. Pemaparan Materi 8 oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan Polkesta)
  16. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 5 s.d 8
  17. Penutupan oleh Paula Hesti Mahanani (MC)

WEBINAR SERIES POLKESTA – PUI PUJAKESUMA

Category : Academic Excellence

Rabu, 10 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Webinar Series POLKESTA sekaligus sebagai Kunjungan lembaga Internasional ke PUI-PUJAKESUMA dengan tema “Visits And Sharing Experiences In The Use Of Herbs And Natural Resources In Health Services”.


Hadir dalam acara narasumber antara lain :

  1. Pemaparan materi narasumber I oleh dr. Nurul Husna Shafie (Dosen Senior Departemen Gizi dan Dietetika, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universiti Putra Malaysia) dengan tema Peran Tanaman Herbal dalam Penyakit Tidak Menular (PTM)
  2. Pemaparan materi narasumber II oleh Indarto AS, S.Pd, M.Kes (Ketua Jurusan Jamu POLKESTA) dengan tema Menjaga Kebugaran Tubuh dengan Jamu
  3. Pemaparan materi narasumber III oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, S.Farm., M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi POLKESTA) dengan tema Fitofarmasi dari Sumber Daya Alam

SUSUNAN ACARA
Pembukaan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)

Sambutan dan Arahan oleh Emy Suryani (Wakil Direktur I) : Dengan berbagai pertimbangan dan kajian, saat kunjungan Pak Dirjen Kemendikbud dengan tujuan longlasting Poltekkes Kemenkes Surakarta adalah Community Wellness

Pemaparan Materi 1 oleh dr. Nurul Husna Shafie : Terdapat 2 outline yaitu pencegahan dan pengobatan kanker kemudian pencegahan dan pengobatan diabetes dan penyakit lainnya. Kanker paling umum di Indonesia pada pria antara lain Paru-paru, Kolorektal, Prostat, Hati dan Nasofaring sedangkan pada wanita antara lain Payudara, Serviks Uteri, Kolorektal, Ovarium dan Paru-paru. Teh Polifenol dulu dan sekarang : Dulu – studi toksisitas : Kanker kolorektal sedangkan Sekarang – nanoteknologi (partikel nano iron oxide chitosan)
Diskusi dan Tanya Jawab Materi 1 oleh dr. Nurul Husna Shafie
a.Untuk letup-letup atau ciplukan, apakah ada kontraindikasi dengan penyakit bawaan?
Jawab : Menggunakan sebagai suplemen, berdasarkan dari penelitian-penelitian sebelumnya dan statistic data tidak ditemukan indikasi terhadap penyakit lainnya. Karena memang fokus untuk mengatasi penyakit sarcoma
b.Mana yang lebih efektif mengkonsumsi kenikir dalam bentuk mentahan atau sudah direbus khususnya untuk mengontrol gula darah?
Jawab : Salah satu manfaat daun kenikir adalah menurunkan risiko penyakit diabetes, namun tetap harus konsumsi secukupnya. Berdasarkan riset penelitian oleh Shi Hui Cheng dkk, konsumsi daun kenikir kering 15 gram per hari selama 8 minggu guna mengontrol gula darah

Pemaparan Materi 2 oleh Indarto AS : Kekebalan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk melawan patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan penyakit. Sekelompok sel protein jaringan organ khusus yang bekerja sama melawan segala yang berbahaya bagi tubuh. Sistem kekebalan tubuh dibagi menjadi 2 yaitu sistem imun internal dan eksternal. Jamu adalah obat bahan alam yang keamanan dan khasiatnya secara turun temurun, dimana klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris. OHT adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah distandarisasi. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi. Pada OHT dan Fitofarmaka klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah

Pemaparan Materi 3 oleh Indri Kusuma Dewi : Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat menurut Depkes RI, 2000 antara lain identitas, organolaptis, senyawa terlarut dalam pelarut dan uji kandungan kimia. Bentuk sediaan padat : granul, bubuk, kapsul, tablet. Umumnya digunakan ekstrak kental. Umumnya ekstrak bersifat higroskopis perlu digranulasi atau dimasukkan ke dalam kapsul gelatin lunak. Pengatasan sifat higroskopis dengan penambahan silika gel. Ekstrak cair dan kental bentuk sediaan cair seperti sirup, tetes, larutan atau suspensi dapat dibuat. Ekstrak kering ekstrak murni (bebas dari komponen sekunder). Soal : Kelarutan

Diskusi dan Tanya Jawab Materi 2 dan 3
Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)


KALENDER

November 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

PENGUNJUNG

  • 5
  • 249
  • 1,118
  • 840,888

FLAG COUNTER

Flag Counter