Category Archives: Commercialization

STADIUM GENERAL PERIZINAN PANGAN OLAHAN

PUI-PUJAKESUMA Polkesta bersama FARMAKESTA menyelenggarakan “Stadium General Perizinan Panganan Olahan” yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Agustus 2021 melalui zoom meeting.

Hadir dalam acara narasumber antara lain :
1. Pemaparan Materi oleh Regina Devi Permatasari, STP (LOKA POM Surakarta)
2. Pemaparan Materi oleh apt. Oemeria Shitta Subadra, M.Farm (Dosen Farmasi Polkesta)

Notulensi dari pembicara 1 (Perijinan Pangan Olahan)

Tugas Badan POM: melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan, Obat dan Makanan adalah obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. Untuk Peraturan Obat dan Makanan dapat dilihat di web jdih.pom.go.id

Regulasi dan perizinan, (untuk pangan segar) Pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan Contoh : Kurma, Biji Lada, Karkas Daging Sapi Beku, Filet Ikan Tuna dll. (pangan olahan siap saji) Makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk langsung disajikan. Contoh : Pangan yang disajikan di jasa boga, hotel, restoran, rumah makan, kafetaria, kantin, kaki lima, gerai makanan keliling (food truck), & atau usaha sejenis . (pangan olahan) Makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Pangan diperdagangkan dalam kemasan eceran. Contoh : Air Mineral, Abon Daging, Naget Ikan, Biskuit dll. (bahan tambahan pangan) Bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan Contoh : Penguat rasa MSG, Perisa Sintetik Vanila, Pengawet Natrium Benzoat, dll.

Izin edar pangan olahan, Setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan wajib memiliki Izin Edar. Untuk dasar hukumnya yaitu UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, PP No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, Peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

Pangan olahan yang tidak wajib memiliki ijin edar badan pom dan izin produksi spp- irt, Masa simpan kurang dari 7 hari 2. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku pangan dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir 3. Diimpor dalam jumlah terbatas untuk keperluan : permohonan surat persetujuan pendaftaran, penelitian, atau konsumsi sendiri.

Kemudian untuk keuntungan  memiliki nomor izin edar adalah Produk beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, Tingkatkan daya saing produk, Perluas pemasaran produk, di dalam maupun di luar negeri, Produk memenuhi persyaratan keamanan, mutu, & gizi, Tingkatkan kepercayaan masyarakat, Nilai tambah bagi produk.

Notulensi dari pembicara 2 (Inovasi Pengolahan Nutrasetikal)

Istilah nutrasetikal sering rancu dengan istilah-istilah lainnya seperti pangan fungsional (functional food), suplemen makanan (food supplement) , pangan medis (medical food). Bahkan di setiap negarapun mempunyai istilah yang beragam. Pangan nutrasetikal adalah pangan yang di samping mengandung zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral juga mengandung substansi nutrasetikal (fitokimia) yang memberikan manfaat kesehatan. Nutrasetikal dapat dikatakan sebagai suplemen makanan yang komposisinya berupa bahan-bahan yang diisolasi atau dimurnikan dari bahan pangan, sedangkan suplemen makanan, komposisinya tidak harus berasal dari bahan pangan, bisa saja berupa bahan sintetis.

Hal hal yang perlu diperhatikan ketika membuat produk nutrasetika antara lain Kualitas bahan baku olahan, Umur bahan baku, Takaran/dosis bahan baku, Bentuk produk olahan dan Produk terapi untuk penyakit tertentu


MANFAAT DAUN SALAM UNTUK DIABETES

Category : Commercialization

Daun Salam. Daun salam bisa untuk mengatasi penyakit diabetes melitus. Ini cara pemanfaatannya. 

TRIBUNNEWS.COM – Daun salam biasanya digunakan sebagai campuran bumbu masakan.
Namun, ternyata daun salam juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta, apt Indri Kusuma Dewi, SFarm, MSc, mengatakan daun salam bisa untuk mengatasi penyakit diabetes melitus.
“Daun salam dari segi pemanfaatan secara klinis sudah diuji.”
“Kalau dari riset sebelumnya, pemanfaatan daun salam memang paling banyak untuk mengatasi diabetes melitus,” ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (1/7/2021).
Indri menyebut, daun salam sudah terbukti bisa menurunkan konsentrasi glukosa darah. Sehingga, tanaman ini memang sudah terbukti bisa mengatasi diabetes melitus.
“Sudah terbukti pengujiannya secara praklinik.”

“Terbukti bahwa daun salam mampu menunjukkan efek menurunkan konsentrasi glukosa darah.”
“Jadi indikasinya ke arah diabetes melitus,” jelasnya.

Selain diabetes, daun salam ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Tapi secara umum, pemanfaatannya bisa untuk mengatasi hipertensi.”
“Untuk menurunkan kadar asam urat juga bisa,” ungkap Indri.
“Namun, data-data yang saya dapatkan, paling banyak untuk diabetes,” sambungnya.

Daun Salam. (Sajian Sedap)

Cara Pemanfaatan untuk Atasi Diabetes
Indri menyampaikan, memanfaatkan daun salam bisa dilakukan dengan cara menyeduhnya. Air rebusan daun salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit diabetes. Menurutnya, pemanfaatan dengan cara direbus ini sudah teruji. Berikut langkah-langkah mengolah daun salam untuk mengatasi diabetes, seperti yang disampaikan Indri:
1. Siapkan 20 gram daun salam
2. Rebus daun salam dengan 400 ml air

3. Rebus dengan menggunakan panci bertingkat
“Panci bagian bawah untuk air saja, panci kedua untuk air dan daun salam,” kata dia.
4. Rebus daun salam selama 15 menit
5. Minum air rebusan daun salam.
“Diminum dua kali sehari, setiap kali minum 400 ml air,” jelas Indri.
(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Manfaat Daun Salam untuk Atasi Diabetes, Ahli Jelaskan Cara Pemanfaatannya,
https://www.tribunnews.com/lifestyle/2021/07/01/manfaat-daun-salam-untuk-atasi-diabetes-ahli-jelaskan-cara-pemanfaatannya?page=all
Penulis : Nuryanti
Editor : Pravitri Retno Widyastuti


STUDI BANDING POLTEKKES KEMENKES MALANG

Hari, Tanggal          : Rabu, 16 Juni 2021

Waktu                        : 07.30 WIB – Selesai

Tempat                      : Poltekkes Kemenkes Surakarta

  1. Direktorat Kampus 1 Mojosongo
  2. Jurusan Jamu Kampus 3 Klaten
  3. Desa Wisata Jamu Jeblog, Karanganom
  • Penyambutan tamu dan foto bersama di Direktorat Poltekkes Kemenkes Surakarta oleh Sudiyanto (Kabag Akademik dan Umum)
  • Kunjungan ke Laboratorium Jurusan Akupunktur oleh Hanung Prasetya (Kajur Akupunktur)
  • Penerimaan tamu di Jurusan Jamu oleh Tim Jurusan Jamu
  • Penyampaian video profil Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Sambutan dan Penyampaian Profil serta Tujuan Kegiatan Studi Banding oleh Moh. Wildan (Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Malang) antara lain Kaji banding dan membuka wawasan tentang mendirikan prodi baru khususnya Kesehatan Tradisional, Mempelajari bahan lokal jamu yang saling berkaitan serta Mempelajari dan mengetahui PUI Poltekkes Kemenkes Surakarta khususnya mengenai tentang jamu
  • Sambutan dan ucapan selamat datang oleh Indarto AS (Kajur Jamu) antara lain Bagaimana membuat masyarakat sehat dan salah satunya adalah dengan jamu, Jika jamu memiliki potensi berkembang maka pendidikan-nya bisa sampai S3, Dalam tanaman jamu memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kesehatan dan mengobati, Pelayanan Kesehatan tradisional salah satunya adalah jurusan jamu. Dalam PMK yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2018. Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Tenaga Kesehatan Tradisional Jamu. Dimana kewenangan alumni jamu bisa berdiri di 2 kaki yaitu sebagai pelayanan kesehatan sehingga bisa menggantikan pengbatan tradisional dan dapat bekerja di industri karena dibekali dengan lulusan farmasi mulai dari pengenalan tanaman obat, ekstraksi, pasca panen dan formulasi
  • Pemaparan profil PUI PUJAKESUMA oleh Indri Kusuma Dewi (Sekretaris PUI PUJAKESUMA) antara lain Logo PUI PUJAKESUMA, Struktur organisasi PUI PUJAKESUMA, Sarana Labratorium berupa Lab Pelayanan Jamu, Lab Analisis Jamu, Lab Teknologi Pasca Panen dan Mikrobiologi, Lab Pelayanan Medik dan Lab Pelayanan Kecantikan, Ruang Etalase Produk dan Kegiatan-kegiatan PUI PUJAKESUMA berupa bakti sosial, hasil riset yang diinovasikan dan diajukan paten, liputan 6 dan liputan si unyil, kerjasama-kerjasama yang dilakukan, undangan sebagai pembicara, edu health, HKN, workshop, webinar, pengabmas, lomba kreanova dan farmalkes
  • Diskusi dan Tanya Jawab

Annasari Mustafa (Kapus Pengembangan Pendidikan Poltekkes Kemenkes Malang)-Bagaimana caranya menghimpun dosen-dosen dari jurusan manapun yang memiliki produk-produk (salep, lotion, minuman kesehatan, dll) untuk dapat ditampung dan masuk ke kestrad ?

Jawab : Di jurusan jamu untuk penelitian diajak berkolaborasi dengan yang berbeda jurusan. Jurusan jamu sendiri masih berkolaborasi dengan jurusan terdekat seperti jurusan farmasi dan anafarma. Harapannya, dari pak direktur PUI tidak hanya dari jurusan jamu saja tetapi berkolaborasi juga dengan jurusan manapun.

Nur Rahman (Koordinator CoE IPE-IPC Poltekkes Kemenkes Malang)-Untuk struktur organisasi nya itu sudah berdiri di PUI atau dari jurusan lain? Pengelola jurnal PUI sudah fokus jurusan jamu atau dari jurusan lain?

Jawab :  Untuk struktur organisasi dari pusbangdik hanya ada kapus. Idealnya PUI berdiri sendiri, tetapi untuk Poltekkes Surakarta masih bekerja sama dengan jurusan lain yaitu sebagai tugas tambahan. Untuk jurnal sudah dikelola PUI tersendiri melalui website jurnaljamukusuma.com

Finta Isti Kundarti (Dosen Usulan untuk Prodi Kestrad)-Apakah esensi jamu dan herbal sama atau berbeda? Bagaimana dengan referensi dan organisasinya?

Jawab : Penggolongan menurut kestrad, jamu ada 3 penggolongan berdasarkan pengalaman dan secara empirik (turun temurun). Jamu yang baik adalah jamu yang berdasarkan turun temurun. Bedanya dengan herbal, herbal bahan baku dan olahannya sudah terstandar tetapi belum diuji secara klinis penuh. Referensinya adalah FOHAI (Formularium Obat Herbal Asli Indonesia), FOTI (Formularium Obat Tradisional Indonesia) dan FOHI (Formularium Obat Herbal Indonesia). Organisasinya adalah PP KESTRAJAMNAS (Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Ramuan Jamu Nasional)

  • Kunjungan ke Desa Wisata Jamu Karanganom, Klaten
  • Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)

KULIAH UMUM NASIONAL JURUSAN JAMU TAHUN 2021

Category : Commercialization

Hari/Tanggal   : Senin, 31 Mei 2021

Waktu             : 08.00 WIB-Selesai

PEMBAWA ACARA OLEH MAHASISWA JURUSAN JAMU

  1. Ahmad Fauzi Khair
  2. Sinta Mulia

NARASUMBER

  1. Husen Ahmad Bajry, M.D., PhD dgn Moderator Irzal Fandi D., A.Md
  2. apt. Indri Kusuma Dewi, S.Farm., M.Sc dgn Moderator Mey Rachmawati, SKM
  3. apt. Maya Septriana, S.Si., M.Si dgn Moderator Bunga Azka Salsabila A.

SUSUNAN ACARA

  1. Pembukaan
  2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
  3. Sambutan Ketua PPKTKTI
  4. Pemaparan Materi Narasumber I
  5. Pemaparan Materi Narasumber II
  6. Pemaparan Materi Narasumber III
  7. Penyerahan e-sertifikat
  8. Foto bersama
  9. Penutup

KEGIATAN SUSUNAN ACARA

  • Pembukaan bacaan basmallah bersama-sama
  • Menyanyikan lagu Indonesia Raya
  • Sambuatan oleh Prof. Dr. Ir Suhariningsih

Pemaparan materi narasumber I Husen Ahmad Bajry, M.D., PhD dengan tema Tubuh Anda adalah Dokter Terbaik dalam Konsep Pelayanan Holistik.

Daftar pertanyaan antara lain :

  1. Vera Ernawati : Apakah jamu bisa bikin umur panjang dan awet muda? Kalau untuk proses pengolahan jamu kalu untuk produksi besar apakah proses uleg dan tumbuk bisa digantikan proses lain yang lebih efisien. Selain diblender, Supaya senyawa bioaktif tidak teroksidasi selama proses penghancuran? Apakah ada jamu yang bisa melawan demensia dan penuan? Berikan contohnya
  2. Agus Winarso : Mengapa gangguan pencernaan dapat sebabkan sakit kepala, terapinya?
  3. Fandri Aliva Reviana : Bagaimana cara mengurangi ketergantungan obat?
  4. IB Wiryanata : Mohon penjelasan apakah tubuh ini juga laboratorium? Ini kami simak dari penjelasan bapak yang mengatakan tubuh itu dokter
  5. Ni Luh Mode Dwi Kartika : Jika hasil lab kolesterol dan trigliserida saat ini menunjukan nilai yang tinggi, apakah tetap kita minum obat kombinasi dengan ramuan herbal?atau bisa kita konsumsi herbal saja, ramuan apa apa yang baik/ bagus untuk kolesterol yang tinggi?
  6. 4A_Anggun : Dikondisi kolesterol maupun gula darah sudah stabil tetapi sakit kepala masih sangat terasa, bagaimana cara kita mengatasinya?
  7. Istiara Subekti : Saya menderita hiperkolesterol dan hipertiroid, apakah obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi komplikasi tersebut sedangkan setiap hari harus mengkonsumsi obat anti hipertiroid
  8. 2A_Amanda : Apakah diet vegetarian mendukung produksi proterin pada tubuh?
  9. Agus Winarso : Bagaimana mencegah dan terapi covid di RS bapak, berapa hari dapat sembuh? Mengapa tiongkok sukses mengendalikan covid, bagaimana tiongkok dapat mencegahnya?

Pemaparan materi narasumber I apt. Indri Kusuma Dewi, S.Farm., M.Sc dengan tema Fitofarmasetika untuk Kebugaran

Daftar pertanyaan antara lain :

  1. Agus Winarso : Lebih baik mana untuk dibuat farmasetika bentuk ekstrak yang kering, cair atau kental, mengapa? Bagaimana ekstraksi sambiloto yang praktis untuk dibuat dan digunakan rakyat untuk meningkatkan imun? Apakah sambiloto, karena dapat meningkatkan imun, bisa dikatakan berkhasiat kebugaran?
  2. Ayu R : Apakah dapat disimpulkan bahwa jamu godogan juga merupakan bentuk ekstrak? Sebelumnya dipaparkan bahwa dalam formulasi dihindari beberapa esktrak dengan aktivitas farmakologi yg sama, bagaimana dengan jamu di masyarakat?yang sering kali menggunakan beberapa bahan alam secara bersamaan dengan aktivitas farmakologi yang sama, Apakah tetap boleh dan aman dan agaimana interaksinya? Bagaimana mengkombinasikan bahan alam untuk jamu dengan menyesuaikan takaran masing-masing bahannya?
  3. Wenny Agustina : Apakah echinacea bisa untuk kebugaran tubuh?kenapa echinacea dalam bentuk tablet imboost tidak boleh dikonsumsi lebih dari 2 bulan?
  4. Yanti Zhilin : Apakah ada jamu yng bisa digunakan sebagai kapsul atau teh?

Pemaparan materi narasumber I apt. Maya Septriana, S.Si., M.Si dengan tema Efektifitas Akupunktur dalam Terapi Dislipidemia

Daftar pertanyaan antara lain :

  1. Agus Winarso : Berapa lama penyembuhan dislipidemia dengan akupuntur? Mengapa pria dibawah 50 tahun, lebih tinggi terkena dislipidemia? Apakah dalam pengobatan dislipidemia letak titik titik akupuntur sama dengan pengobatan dengan akupresur? Bagaimana deteksi dislipidemia dapat dilakukan oleh orang awam?
  2. Ni Luh Made Dwi Kartika : Apakah dengan melakukan akupresure akan sama efektifitasnya dengan akupuntur, jika dengan akupresure berapa kali terapinya, dan apa tanaman herbal yang bagus/ baik untuk membantu mengurangi displidiemia? Adakah hubungan fase menopause dengan sindrom dislipidemia secara tcm?
  • Peyerahan sertifikat secara simbolis oleh Ketua PPTKTKI kepada ketiga Narasumber
  • Foto bersama
  • Penutup

SOSIALISASI SERTIFIKAT PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA (SPP-IRT)

Category : Commercialization

Kegiatan acara ini diadakan pada Senin, 12 April 2021 pada pukul 09.00 WIB – Selesai dan lokasi acara ini adalah Joglo Taman Wisata Jamu PUJAKESUMA Nglorogrejo, Desa Jeblog, Karanganom, Klaten.

  1. Pembukaan oleh Defi Rahmawati (Bidan Puskesmas Karanganom)
  2. Sambutan oleh Fajar Hendri Prakosa (Lurah Desa Jeblog)
  3. Sambutan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan dan Ketua PUI-PUJAKESUMA)
  4. Pemaparan Materi oleh Dosen Perwakilan Jurusan Farmasi
  5. Pemateri oleh Riska Chandra Pradana, S.Kp, Ners, M.PH dan Nutrisia Aquariushinta Sayuti, M.Sc
  6. Tema materi yaitu Pasca Panen dan Pengolahan Bunga Telang
  7. Pemaparan Materi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten
  8. Pemateri oleh Drs. Bambang Sugiyarti dan Sri Iswanto, S.Pd, M.PH
  9. Tema materi yaitu Bahan Tambahan Pangan, Kemanan Pangan dan Cara Produksi Pangan yang Baik (Perizinan IRT)
  10. Penutupan oleh Defi Rahmawati (Bidan Puskesmas Karanganom)
Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [1.32 MB]


WORKSHOP PENGABMAS PPTKTI 2021

Category : Commercialization

Kegiatan workshop ini diadakan pada Sabtu, 10 April 2021 melalui zoom meeting. Untuk tema workshop ini adalah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Dengan Upaya Kesehatan Tradisional Pada Masa Pandemi.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [14.34 KB]

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [28.79 KB]


KUNJUNGAN DIREKTUR YANKESTRAD KE JURUSAN JAMU POLKESTA

Category : Commercialization

Hari                 : Selasa, 15 September 2020

Tempat            : Ruang Rapat DIII Jamu

  1. Susunan acara antara lain pembukaan, sambutan, inti dan penutup
  2. Sambutan oleh Bp. Indarto (Ketua Jurusan Jamu) : Mempersilahkan dan memperlihatkan profil DIII Jamu, Memperlihatkan visi dan misi Jurusan Jamu dan Keunggulan dari Jurusan Jamu adalah estetika tradisional
  3. Sambutan oleh dr. Wiendra Waworuntu (Direktur Yankestrad) : Menceritakan perjalanan dari Jakarta sampai ke Jurusan Jamu dengan berkeliling ke semua instansi yang berhubungan dengan jamu
  4. Diskusi
  5. Bp. Bambang : Obat-obat tradisional tidak masuk BPJS. Baru dipikirkan karena dalam pelaksanaan lebih mahal fitofarmaka. Jurusan jamu baru membuat standar, mohon untuk dapat difasilitasi dan dapat mempunyai jabatan fungsional
  6. Ibu Wiendra : Untuk jabatan fungsional akan diusulkan segera, mengingat kebutuhan pelayanan sudah banyak
  7. Ibu Gita : Jabatan fungsional bisa, jika sudah ada formasi PNS untuk itu dan akan diusulkan ke Menpan untuk formasi Nakestrad
  8. Ibu Wiendra : Lulusan Jamu nakestrad sudah banyak, tetpai lebih banyak terserap ke industry. Kita bisa melebar ke pelayanan karena modalitas kita sudah cukup untuk dapat membuka praktek sendiri, tinggal menunggu keputusan Menteri Kesehatan untuk pembuatan Permenkes.
  9. Penyerahan surat dari Menkes tentang pengakuan ppkestrajamnas sebagai mitra pemerintahan


AKSI MINUM JAMU BERSAMA

Jurusan Jamu, Kampus 3 Polkesta. Hari Jumat 13 Maret 2020

Aksi Minum Jamu Bersama dalam paket Sambang Puskemas bersama Bupati Klaten

Mari Minum Jamu, Badan Sehat, Tenaga Kuat, Indonesia Sehat

Sumber : Website Poltekkes Surakarta

Link : http://poltekkes-solo.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1568:aksi-minum-jamu-bersama&catid=98:informasi


SEMINAR INTERNASIONAL MERAMU JAMU YANG RASIONAL

Pembicara dan Panitia Seminar Internasional, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta pada 20 Januari 2020

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan seminar internasional upaya meramu jamu yang rasional “1st International Conference on “1st International Conference on Traditional Medicine” kerjasama antara HMJ Jurusan Jamu, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dan COE Poltekkes Kemenkes Surakarta, 20 Januari 2020 di Surakarta, Jawa Tengah.

Seminar 1st International Conference on Traditional Medicine ini dihadiri mahasiswa, praktisi kesehatan tradisional, akademisi, birokrat, kalangan industri dengan jumlah sekitar 500 orang. Tema seminar adalah “The Effort to Develop Health Traditional Service with Rational Holistic Approach”.

Latar belakang pemilihan tema tersebut terkait dengan semakin banyaknya bukti penelitian beberapa ramuan Jamu secara klinis, namun hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang apriori terhadap penggunaan Jamu. Sementara, saat ini penelitian Jamu berbasis pelayanan sudah banyak dipelopori pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tradisional dan terbukti ramuan Jamu tersebut bermanfaat, aman, menyehatkan dan mampu mengurangi gejala gangguan kesehatan.

Seminar ini menghadirkan pakar bidang kesehatan tradisional dari 4 negara, yang mengupas dan meyakinkan tentang manfaat Jamu sebagai warisan budaya leluhur untuk kesehatan, bukti-bukti penelitian ilmiah tentang Jamu, cara menyediakan ramuan yang baik, aman, bermanfaat, rasional, sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Sebagai keynote speaker Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI., yang menyampaikan gambaran besar tentang keadaan dan paradigma pengobatan tradisional saat ini yang semakin diminati oleh masyarakat. Pada kesempatan ini, juga disampaikan bagaimana perhatian pemerintah terhadap pengobatan tradisional dengan mendirikan beberapa fasilitas di berbagai daerah dan juga membuat regulasi tentang pelayanan kesehatan tradisional.

Tampil sebagai pembicara pertama: Husen Ahmad Baajry, M.D., Ph.D. Founder Tourist Hospital di Purwakarta. Konsep dari pengobatan di rumah sakit ini adalah mengobati secara perlahan, mulai dari mengubah pola mkan & gaya hidup hingga pada akhirnya yaitu memberikan kesempatyan pada tubuh untuk mengobati sendiri gangguan yang dirasakan. Beliau juga menulis buku tentang pengobatan alami yang dilakukan oleh tubuh manusia sendiri.

Pembicara selanjutnya yaitu: dr. Julia Rakus, MA. dari Austria. Saat ini masih berprofesi sebagai dokter di unit gawat darurat di salah satu rumah sakit terkenal di Vienna, Austria. Materi yang disampaikan tentang bagaimana mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional, terutama pada penderita kanker yang sudah kronis. Diantaranya menggunakan terapi akupuntur, TCM, Yoga, dan lain sebagainya

Pembicara ketiga: Prof. Dr. Nahlah Elkudssiah Ismail dari Malaysia, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Operasi di Fakultas Farmasi di MAHSA University Malaysia. Sudah menerbitkan lebih dari 200 publikasi termasuk artikel jurnal penelitian, prosiding, buku, dan majalah. Materi yang dibahas berupa penggunaan madu dalam pengobatan anti stress/anti-stress. Madu yang dimaksud adalah madu akasia yang sudah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan beliau.

Pembicara yang terakhir: dr. Fransiscus Kiki Sulistyo dari Jerman. Beliau warga Indonesia, asli dari Malang. Mengenyam berbagai pendidikan di Jerman hingga saat ini menetap di Jerman. Beliau juga membuka pelayanan klinik secara privat di Dormagen, Jerman. Materi yang disampaikan antara lain pengintegrasian antara pengobatan konvensional dengan tradisional, terutama yang menggunakan ramuan.

Selain menggunakan ramuan, dr. Kiki juga sering menggunakan pengobatan dengan metode tradisional untuk membantu pemulihan pasiennya, antara lain dengan Chinnese Herbal Medicine, akupunktur, dan tuina.Upaya ini dilakukan untuk menggairahkan kembali pengembangan jamu sebagai warisan budaya leluhur, sehingga dapat diterapkan dalam mengembangkan upaya pelayanan kesehatan tradisional secara holistik yang rasional. Redaksi JamuDigital.Com

jamudigital.com

Sumber : https://www.jamudigital.com/berita?id=Poltekkes_Kemenkes_Surakarta:_Seminar_Internasional_Meramu_Jamu_yang_Rasional

DOKUMENTASI

Youtube Politeknik Kesehatan Surakarta

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=9GBSqQmHuVM

KALENDER

September 2021
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

PENGUNJUNG

  • 1
  • 338
  • 600
  • 94,549