Category Archives: Commercialization

MONITORING DAN TINDAK LANJUT HASIL WORKSHOP

Pada hari Kamis tanggal 24 bulan Februari tahun dua ribu dua puluh dua telah dilaksanakan kegiatan “Monitoring dan Tindak Lanjut Hasil Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat” yang bertempat di Joglo Taman Wisata Jamu PUJAKESUMA Nglorogrejo, Desa Jeblog, Karanganom, Klaten.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan kunjungan dan sharing informasi program kerja kegiatan pendampingan UMKM Desa Binaan PUI-PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta antara perwakilan kader Desa Jeblog, Karanganom, Klaten dan Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali.


WORKSHOP PEMBUATAN SEDIAAN HERBAL DAN PENYULUHAN KESEHATAN

  1. Pembukaan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)
  2. Sambutan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I) antara lain Melalui program pembinaan ini, peningkatan kapasitas pelaku UMKM obat tradisional untuk menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dilakukan secara bertahap sebagai langkah nyata untuk mendorong UMKM obat tradisional agar dapat menghasilkan produk aman dan bermutu secara konsisten. Pembinaan UMKM obat tradisional khususnya terkait UMKM Jamu sangat sejalan dengan upaya pencegahan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.
  3. Arahan oleh Satino, SKM, M.ScN (Direktur) antara lain Permintaan terhadap produk obat tradisional diyakini mengalami peningkatan di situasi pandemi saat ini. Hal ini terkait dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Obat tradisional dianggap bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan imunitas, sehingga saat ini masyarakat banyak mengonsumsi obat tradisional khususnya jamu dan minuman kesehatan. Obat tradisional merupakan kekayaan budaya dan alam Indonesia, serta memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi. Industri obat tradisional di Indonesia bersifat padat karya dan didominasi oleh pelaku UMKM yaitu sebesar 87,2%. Namun, sebagai yang mendominasi industri jamu, UMKM obat tradisional masih mengalami tantangan dalam hal pengembangannya. Tantangan yang kerap kali dihadapi UMKM di sektor ini antara lain, keterbatasan bahan baku, peralatan, permodalan, dan sumber daya manusia.
  4. Pemaparan Materi oleh apt. Ariel Dwi Puspitawati, S.Si (Founder Cafe Love Jamu) antara lain Target Pasar Millennial/Zenial yaitu bagaimana membuat jamu yang tidak pahit, manis, kecutnya sedikit, berwarna warni, menarik, latte, soda dan memiliki edukasi tersendiri. Pada proses bahan baku yaitu BANYAK PEMINAT dan POTENSI BERKEMBANG dengan pengolahan standar farmasi. Hal yang perlu dipersiapkan dalam mengembangkan bisnis jamu antara lain Edukasi/Belajar, Video, Terima Tamu, Uji Coba Produk, dan Foto – Foto. Value love jamu antara lain fokus tim farmasi dan standar pengolahan secara farmasi, kreatif dan inovatif, menjaring relasi serta belajar dan berbagi
  5. Pemaparan Materi oleh Ali Kosim, S.Farm (Barista Cafe Love Jamu) antara lain History Café Love Jamu, Pembuatan jamu dulu hingga sekarang yaitu Direbus menggunakan panci stainless atau tanah liat. Dimana kekurangannya yaitu Senyawa bisa saja rusak di pemanasan yang tidak diatur suhunya, Rasa pahit dominan keluar dan Rasa bisa berubah-ubah. Sedangkan kelebihannya yaitu mengurangi rasa pahit, rasa lebih soft dan waktu penyeduhan bisa diatur sesuai selera. Tugas barista jamu antara lain Memiliki pengetahuan tentang bahan rempah yang digunakan, Menyajikan minuman yang enak menggunakan metode manual atau mesin, Mengoperasikan dan merawat alat seduh, Menjaga kebersihan meja bar dan area untuk pengunjung, Melayani pelanggan dan menerima pesanan serta Menyapa dan berkomunikasi dengan ramah kepada pelanggan. Bahan Rempah berbentuk Simplisia utuh, Rajangan dan serbuk. Barista Jamu harus memiliki pengetahuan tentang asal bahan, pengolahan bahan mulai dari tanaman hingga Penyajian Jamu kepada pelanggan, agar mengetahui kualitas jamu yang dibuat.
  6. Praktikum pembuatan produk jamu oleh masing-masing kelompok
    a.Grup Eksternal (UMKM/Kader/Instansi Lain) antara lain Kelompok 1-Bunga Telang, Kelompok 2-Kunir Asam, Kelompok 3-Beras Kencur, Kelompok 4-Temulawak, Kelompok 5-Bunga Rosella, Kelompok 6-Kunir Jahe Serai dan Kelompok 7-Jahe Lemon
    b.Grup Internal Tim PUI-PUJAKESUMA antara lain Kelompok 1-Kelor Cacah, Kelompok 2-Ultimate, Kelompok 3-Sambiloto Keningar Jahe, Kelompok 4-Kunir Keningar, Kelompok 5-Bunga Telang dan Kelompok 6-Temulawak Keningar
  7. Penutupan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)

WEBSERITA PEMBINAAN DESA

Hari, Tanggal   : Rabu, 15 Desember 2021

Tempat             : Wisata Latar Ombo, Desa Jeblog, Karanganom, Klaten

Kegiatan : Webinar Series POLKESTA tema Pembinaan Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Kunjungan Studi Banding Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

  1. Pembukaan oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi)
  2. Sambutan dan Arahan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp., MN (Kapus Pengembangan Pendidikan) antara lain Pembelajaran perguruan tinggi harus mampu mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa serta mampu membangkitkan, menumbuhkan, dan mengembangkan kedua dimensi keterampilan tersebut. Soft skills mahasiswa dapat dikembangkan melalui berbagai program, salah satunya melalui program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa. Melalui program tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk terjun membangun desa. Program pembinaan desa dikembangkan untuk menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Selain itu melalui program pembinaan desa dapat mewujudkan mahasiswa yang mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif serta memiliki kemampuan kepemimpinan dalam pengembangan masyarakat desa di era industri 4.0 sebagai implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.
  3. Paparan PUI-PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi) antara lain Logo, struktur organisasi dan roadmap PUI-PUJAKESUMA. Selanjutnya Capaian Academic Excellence, Commercialization and Implementation PUI-PUJAKESUMA, Implementasi Kegiatan PUI-PUJAKESUMA Tahun 2021, Hambatan atau kendala PUI-PUJAKESUMA, Rencana Kegiatan PUI-PUJAKESUMA Tahun 2022 dan Informasi PUI-PUJAKESUMA
  4. Paparan Selayang Pandang Desa Binaan oleh Sri Hargiyanti, A.Md (Bidan Puskesmas Karanganom Klaten) antara lain Desa Binaan merupakan suatu program pembangunan masyarakat dengan target lokasi sebuah desa yang memenuhi kriteria untuk menjadi sebuah desa binaan, Mengembangkan desa binaan merupakan pilihan yang tepat dan strategis baik untuk kepentingan pembangunan nasional. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif, yaitu membina sumber daya manusia di perdesaan dengan pendekatan pendidikan. Adanya desa binaan merupakan wujud implementasi salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Memberi motivasi, meningkatkan pengetahuan serta merubah perilaku guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di perkuliahan serta Mempererat hubungan kekeluargaan antara Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Surakarta dengan masyarakat desa binaan. Program pembinaan desa ini memiliki tujuan antara lain: 1) Membantu mengatasi permasalahan di desa dengan berbagai aspek melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan, 2) Menerapkan konsep pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi yang dilaksanakan dalam tim kerja yang bersifat multidisipliner dan kolaboratif, 3) Membangun kemitraan dengan stakeholder terkait dalam mewujudkan program, dan 4) Menjadikan lokasi sebagai desa binaan kampus yang berkelanjutan
  5. Lomba Kelompok Produk Inovasi oleh Tim Kelompok Kader Desa Jeblog Karanganom, Klaten antara lain Kelompok 1 – Wedang Sejahe (Sereh dan Jahe), Kelompok 2 – Wedang Sujaka (Susu, Jahe, Cengkeh, Kayu Manis), Kelompok 3 – Wedang Blue Yogurt dan Lulur Kuning Langsat Kraton, Kelompok 4 – Wedang JKJ (Jahe, Kencur, Jeruk) dan Minyak Telon, Kelompok 5 – Moringa Cream Cheese dan Minyak Pijatf, Kelompok 6 – Organic Balm dan Kelompok 7 – Aloe Handsanitizer
  6. Penilaian Hasil Produk Inovasi dan Foto Bersama oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi)
  7. Penutupan oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi)

STUDI BANDING KE RSU HOLISTIC PURWAKARTA

  1. Pembukaan oleh Aliah, S.Psi (Manajer Kepegawaian RS Umum Holistic Purwakarta)
  2. Sambutan oleh dr. Fani Fathihah, MARS (Direktur RS Umum Holistic Purwakarta) antara lain Kunjungan hari ini guna untuk saling sharing ilmu dan menambah jaringan. Bisa bekerja sama dan saling bersinergi antara RS Umum Holistic Purwakarta dan Poltekkes Kemenkes Surakarta. Kegiatan studi banding ini disesuaikan dengan rundown yang sudah ada
  3. Sambutan dan Paparan Profil oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Surakarta) antara lain Visi dan Misi Poltekkes Kemenkes Surakarta. Lokasi dan Akreditasi Prodi Poltekkes Kemenkes Surakarta. MoU dalam negeri dan luar negeri Poltekkes Kemenkes Surakarta. Kegiatan Poltekkes Kemenkes Surakarta
  4. Paparan tentang profil dan kegiatan oleh dr. Fani Fathihah, MARS (Direktur RS Umum Holistic Purwakarta) antara lain Profil dan sejarah singkat RS Umum Holistic Purwakarta. Perbedaannya RS Umum Holistic Purwakarta adalah holistic kesehatan tradisional nya terlebih dahulu yang berkembang, baru mengikuti regulasi konvensional Rumah Sakit. Visi dan Misi RS Umum Holistic Purwakarta. Rumah sakit yang melayani kestrad terintegrasi disarankan dapat melakukan wisata medis, karena dari Kemenkes saat ini sudah ada gerakan tersebut. Jadi misal RS Umum Holistic Purwakarta dari segi fasilitas kesehatan, maka Poltekkes Kemenkes Surakarta dari segi akademiknya sehingga dapat saling bersinergi. Filosofi RS Umum Holistic Purwakarta adalah HOLISTIC dan Tubuh Anda adalah Dokter yang Terbaik. Fasilitas rawat RS Umum Holistic Purwakarta. Fasilitas yang terbaru antara lain Intensive Care Unit (ICU) dan untuk beberapa fasilitas lainnya diantaranya adalah President Suite, Senior Suite, Junior Suite Kelas VVIP, Kelas VIP, Kelas I, II dan III. Ketenagaan atau SDM RS Umum Holistic Purwakarta antara lain Tenaga Medis dan Keteknisan Medis, Tenaga Keterapian Fisik dan Tenaga Kefarmasian. Dasar hukum, izin pendirian, akreditasi dan izin operasional RS Umum Holistic Purwakarta. Instalasi Gizi Jamu Herbal/Ramuan Tradisional. Untuk bahan-bahan ditanam sendiri dan hasilnya pun juga diolah sendiri. Terapi Holistic dan Wisata Medis RS Umum Holistic Purwakarta
  5. Diskusi dan Tanya Jawab
    a.Indarto AS (Ketua Jurusan Jamu), Alasan mengapa menambah fasilitas untuk pasien holistic? Jawab : Agar pasien holistic tidak merasa terganggu dengan pasien konvensional, dan akan tetapi dipertahankan dengan nuansa wisata terbaik karena pasien mencari sesuatu yang lain
    b.Indri Kusuma Dewi (Ketua Jurusan Farmasi), Untuk inovasi perkembangan obat apakah berdasarkan studi case atau berdasarkan penelitian yang sudah ada sebelumnya? Jawab : Karena perkembangan industri dan pelayanan yang ada saling bersinergi antara satu dengan yang lain, untuk disini sudah sampai obat herbal terstandar dan mayoritas jamu. Sebagian bahan baku nya yang sudah ada di masyarakat, lebih fokus pada pembuatan kapsul
    c.Emy Suryani (Wakil Direktur I), Bagaimana jika diadakan kolaborasi penelitian? Jawab : Untuk dari segi kolaborasi penelitian bisa lebih spesifik dan nanti dapat bekerja sama hingga ke pembuatan produknya
    d.Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan), Bagaimana dengan program kerja ke masyarakat dari RSU Holistic Purwakarta? Jawab : Membantu vaksinasi, penyuluhan, sosialisasi ke masyarakat dan biasanya bekerja sama dengan STIKES Holistic Purwakarta
  6. Fasilitas sarana dan prasarana RS Umum Holistic Purwakarta
  7. Foto Bersama
  8. Rencana Tindak Lanjut antara lain Membangun jejaring dan kerjasama antara PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta dengan RS Umum Holistic Purwakarta, Dapat termotivasi untuk meningkatkan pola hidup sehat dan menghindari perilaku yang dapat membahayakan kesehatan dan PUI-PUJAKESUMA diharapkan dapat menjadi rujukan dan mendorong peningkatan kualitas dan kinerja khususnya terhadap Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat
  9. Penutupan oleh Aliah, S.Psi (Manajer Kepegawaian RS Umum Holistic Purwakarta)

KULIAH UMUM POTENSI OBAT TRADISIONAL

Category : Commercialization

Rabu, 17 November 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Kuliah Umum Nasional dengan tema “Potensi Pengembangan Obat Tradisional di Indonesia”.

  1. Pembukaan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp, MN (MC)
  2. Sambutan dan arahan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I) : Kuliah umum ini berguna untuk menunjang peningkatan kemampuan mahasiswa maupun dosen dan dipandang perlu untuk memutakhirkan pengetahuan khususnya mengenai obat tradisional. Diharapkan dengan adanya kegiatan kuliah umum ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa agar lebih giat dalam menekuni bidang yang diinginkan setelah mendapatkan informasi dari narasumber/praktisi mengenai penerapan wawasan keilmuan sesuai dengan mata kuliah atau konsentrasi.
  3. Pemaparan Materi 1 Pengakuan Global untuk Obat Tradisional Indonesia (Jamu) oleh Dr. Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc (Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI) : Jamu adalah obat tradisional dari Indonesia. Sebagian besar merupakan obat herbal yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti akar, kulit kayu, bunga, biji, daun, dan buah-buahan. Bahan yang diperoleh dari hewan, seperti madu, royal jelly, susu dan telur ayam kampung juga sering digunakan. Produk Herbal sebagai Brand Nasional antara lain Jepang = Kampo, China = Pengobatan Tradisional China (TCM), India = Ayurveda dan Fisioterapi dan Malaysia = Produk Herbal Tongkat Ali. Bagaimana PUI-PK dapat berkontribusi dalam inseminasi pengetahuan dan pengembangan ilmiah antara lain Identifikasi dan pelaporan, kontribusi terhadap pelayanan kesehatan dengan pikiran kreatif dan inovatif, intervensi khas daerah dengan basis penelitian, advokasi pemerintah daerah dan kepala daerah dan pemberdayaan masyarakat.
  4. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 1 oleh Dr. Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc (Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan BPPSDM Kesehatan Kemenkes RI)
    Bagaimana jamu dapat berkontribusi untuk menanggulangi wabah pandemic covid-19?
    Jawab : Memanfaatkan telemedicine dalam kesehatan, untuk penggunaan masih masif baik dari dokter dan pasien menggunakan telemedicine dan ada fasilitas yaitu pasien dapat langsung berkonsultasi dengan dokter. Dari jamu dapat berbenah menjadi jamu yang saintifik dan mengelola kemasan agar dapat diterima oleh masyarakat dan komunitas.
  5. Pemaparan Materi 2 Khasiat Tanaman Obat di Indonesia oleh apt. Youstiana Dwi Rusita, M.Si (Ketua Prodi D-III Anafarma) : Tanaman Obat merupakan Obat herbal yg telah digunakan secara turun-temurun dan terbukti efektifitasnya secara empiris. Tanaman obat juga efektif secara kualitatif untuk pengobatan, tanaman obat diteliti dan diuji di laboratorium. Persoalan akan muncul berkaitan pengujian pada manusia (uji klinis). Tanaman herbal sedikit uji klinis. Hambatan bagi uji klinis adalah rumit dan lama sehingga membutuhkan banyak biaya. Misal Kencur (Kaempferia galanga, L inn). Penyakit Yang Dapat Diobati antara lain Radang Lambung, Radang anak telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, keseleo, Lelah. Contoh lainnya Lengkuas (Alpinia galanga, Linn., Willd.), Penyakit Yang Dapat Diobati antara lain Reumatik, Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis, Panu;
  6. Pemaparan Materi 3 Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik oleh Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, M.Sc (Ketua Jurusan Farmasi) : Obat Tradisional diperlukan untuk memelihara, mengobati dan memulihkan kesehatan. Perlu dilakukan langkah-langkah agar Obat Tradisional senantiasa aman, bermanfaat dan bermutu. Kontrol terhadap bahan baku, bangunan, prosedur dan pelaksanaan proses pembuatan, peralatan yang digunakan, pengemasan serta personalia. Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan cara pembuatan obat tradisional yang diikuti dengan pengawasan menyeluruh dan bertujuan untuk menyediakan obat tradisional yang senantiasa memenuhi persyaratan yang berlaku (Kepmenkes No. 659/MENKES/SK/X/1991). Penanganan Terhadap Hasil Pengamatan Produk di Peredaran antara lain keluhan dan laporan masyarakat yang menyangkut keamanan mutu dan hal-hal lain harus diperiksa, dievaluasi dan ditindaklanjuti. Kemudian Obat Tradisional yang terbukti menimbulkan efek samping yang merugikan atau mutu dan keamanannya tidak memadai lagi harus ditarik dari peredaran dan dimusnahkan
  7. Diskusi dan Tanya Jawab Materi 2 dan 3
  8. Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti, S.Kp, MN (MC)

KUNJUNGAN DINKES KAB KLATEN TENTANG PIRT

Pada hari ini Rabu tanggal 13 bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh satu telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan Dinkes Kab. Klaten dalam Rangka Pengajuan PIRT Produk PUI dan Farmakesta yang bertempat di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan penyuluhan dan juga kunjungan dari Dinkes Kab. Klaten terkait proses pembuatan produk PUI dan Farmakesta, mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Produk yang diajukan PIRT antara lain Silanda (Sirup Telang dan Pandan), Choco Herb (Coklat Herbal), Permen Herbal O’Caindy (Organic Rainbow Candy), Serbuk Instan PuHe (Purwoceng Jahe) dan Mie Herbal O’Rain (Organic Rainbow Noodle)


STUDI BANDING KE POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Selasa, 5 Oktober 2021 – Poltekkes Kemenkes Surakarta melakukan kegiatan Studi Banding ke Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam rangka Implementasi PUI-PK. Hadir dalam acara 10 orang perwakilan dari PUI-NOVAKESMAS POLKESYO dan 10 orang perwakilan dari PUI-PUJAKESUMA POLKESTA.

  • Pembukaan oleh Furaida Khasanah (MC)
  • Sambutan oleh Joko Susilo, SKM, M.Kes (Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta) – Kunjungan hari ini guna untuk saling sharing ilmu khususnya terkait produk-produk. ‌Terkait PUI di POLKESYO menampung karya-karya mahasiswa dan dosen yang dapat disampaikan kepada masyarakat terkait inovasi kesehatan masyarakat. ‌Untuk profesor vokasi outputnya selain scopus juga harus menghasilkan karya-karya berupa produk. ‌Untuk produk sudah disampaikan dengan desa wisata sehingga saling memberi ilmu antara masyarakat dan POLKESYO. ‌Untuk mahasiswa sarjana terapan salah satunya harus menghasilkan produk atau karya, sehingga perlu dikembangkan pendidikannya. Penelitian dosen lebih baik jika mahasiswa diajak penelitian untuk saling berkontribusi
  • Sambutan dan Paparan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Surakarta) – Melihat adanya kolaborasi dari berbagai pusat dan saling bekerjasama. ‌PUI di POLKESYO dimasukkan ke dalam program kerja P2M, sedangkan di POLKESTA dimasukkan ke dalam program kerja Bangdik karena terdapat Academic Excellence dan Commercialization, sehingga ketiga kapus harus saling bersinergi. ‌Terdapat desa wisata jamu di Jeblog, Klaten. Akan ada MoU untuk penelitian dan produk-produk antara POLKESTA dan POLKESYO, khususnya terkait PUI-PK
  • Penyerahan Cederamata, Vendel, Penandatanganan MoU dan Foto Bersama
  • Paparan tentang Profil, Produk dan Kegiatan PUI-NOVAKESMAS – Milestone PUI, melakukan hilirasasi produk dan mulai pengajuan paten sebagai kunci utama untuk masuk ke dunia industri. ‌Mengembangkan MoU dengan pengajuan paten terkait komersialisasi. Dengan tujuan akhirnya adalah Science Techno Campus pada tahun 2028. ‌Ketika awal berdiri, POLKESYO melakukan kunjungan ke PUI ITB tahun 2019. Kemudian implementasi POLKESYO adalah teknologi tepat guna. ‌Roadmap produk unggulan penelitian contohnya sistem demenal sebagai produk yang dilisensikan. ‌Terdapat roadmap untuk masing-masing produk dengan jangka waktu 5 tahun ke depan. ‌Melakukan International Conference sebanyak 8x pada tahun 2014-2021
  • Diskusi dan Tanya Jawab
  • Display Produk PUI-NOVAKESMAS
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_1
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_2
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_3
Contoh Produk PUI-NOVAKESMAS_4
  • Rencana Tindak Lanjut
  • Penutupan oleh Furaida Khasanah (MC)

WORKSHOP IMPLEMENTASI ROADMAP PUI-PK

Dalam rangka menindaklanjuti Workshop Penyusunan Roadmap Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes (PUI-PK) yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021 dan meningkatkan kinerja PUI-PK, maka Kapus Pusat Pendidikan SDM Kesehatan mengadakan Workshop Implementasi Roadmap Pengembangan PUI-PK yang diselenggarakan pada Selasa – Kamis, 21-23 September 2021 di Hotel Ibis Pasteur Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari 38 Poltekkes Kemenkes.

ISI KEGIATAN

  1. Teknis pelaksanaan workshop
  2. Pendampingan penyusunan implementasi roadmap PUI-PK – Kendala dan fakta yang dihadapi PT antara lain Banyaknya produk inovasi yang belum terkomersialisasi dengan baik, Keterbatasan perguruan tinggi dalam melakukan Hilirisasi dan Komersialiasi, Keterbatasan perguruan tinggi  terkait fasilitas dan infrastruktur untuk produksi, Keterbatasan ekosistem perguruan tinggi terkait value chain produksi dan komersialisasi dan Keterbatasan sumber pendanaan untuk hilirisasi produk inovasi. Pada IDE riset akan diperoleh jika terdapat GAP antara PENGETAHUAN sekarang atau adanya PERTANYAAN tak TERJAWAB
  3. Presentasi hasil penyusunan roadmap dan implementasinya
  4. Pengukuran kinerja PUI-PK Tahun 2021

RENCANA TINDAK LANJUT

  1. Mendefinisikan tantangan umum secara nasional dan fokus masalah
  2. Menentukan kekuatan seperti Kekuatan dukungan peralatan/sarana, Kekuatan dukungan SDM dan Kekuatan capaian hingga saat ini (aktivitas)
  3. Menentukan harapan dan goals
  4. Menentukan roadmap, secara riset dan posisi di topik yang sama
  5. Terus melakukan monitoring untuk kelembagaan, status, keberadaan dan relasi antar lembaga di dalam perguruan tinggi
  6. Untuk kandidat PUI-PK yang akan mengajukan proposal pengembangan PUI-PK, berkas yang perlu disiapkan antara lain: Proposal pengembangan PUI-PK, Capaian Kinerja (AE & COM) untuk tahun 2019-2021 dan Borang asesment mutu (kelembagaan)

STADIUM GENERAL PERIZINAN PANGAN OLAHAN

PUI-PUJAKESUMA Polkesta bersama FARMAKESTA menyelenggarakan “Stadium General Perizinan Panganan Olahan” yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Agustus 2021 melalui zoom meeting.

Hadir dalam acara narasumber antara lain :
1. Pemaparan Materi oleh Regina Devi Permatasari, STP (LOKA POM Surakarta)
2. Pemaparan Materi oleh apt. Oemeria Shitta Subadra, M.Farm (Dosen Farmasi Polkesta)

Notulensi dari pembicara 1 (Perijinan Pangan Olahan)

Tugas Badan POM: melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan, Obat dan Makanan adalah obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. Untuk Peraturan Obat dan Makanan dapat dilihat di web jdih.pom.go.id

Regulasi dan perizinan, (untuk pangan segar) Pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan Contoh : Kurma, Biji Lada, Karkas Daging Sapi Beku, Filet Ikan Tuna dll. (pangan olahan siap saji) Makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk langsung disajikan. Contoh : Pangan yang disajikan di jasa boga, hotel, restoran, rumah makan, kafetaria, kantin, kaki lima, gerai makanan keliling (food truck), & atau usaha sejenis . (pangan olahan) Makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Pangan diperdagangkan dalam kemasan eceran. Contoh : Air Mineral, Abon Daging, Naget Ikan, Biskuit dll. (bahan tambahan pangan) Bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan Contoh : Penguat rasa MSG, Perisa Sintetik Vanila, Pengawet Natrium Benzoat, dll.

Izin edar pangan olahan, Setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan wajib memiliki Izin Edar. Untuk dasar hukumnya yaitu UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, PP No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, Peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

Pangan olahan yang tidak wajib memiliki ijin edar badan pom dan izin produksi spp- irt, Masa simpan kurang dari 7 hari 2. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku pangan dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir 3. Diimpor dalam jumlah terbatas untuk keperluan : permohonan surat persetujuan pendaftaran, penelitian, atau konsumsi sendiri.

Kemudian untuk keuntungan  memiliki nomor izin edar adalah Produk beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, Tingkatkan daya saing produk, Perluas pemasaran produk, di dalam maupun di luar negeri, Produk memenuhi persyaratan keamanan, mutu, & gizi, Tingkatkan kepercayaan masyarakat, Nilai tambah bagi produk.

Notulensi dari pembicara 2 (Inovasi Pengolahan Nutrasetikal)

Istilah nutrasetikal sering rancu dengan istilah-istilah lainnya seperti pangan fungsional (functional food), suplemen makanan (food supplement) , pangan medis (medical food). Bahkan di setiap negarapun mempunyai istilah yang beragam. Pangan nutrasetikal adalah pangan yang di samping mengandung zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral juga mengandung substansi nutrasetikal (fitokimia) yang memberikan manfaat kesehatan. Nutrasetikal dapat dikatakan sebagai suplemen makanan yang komposisinya berupa bahan-bahan yang diisolasi atau dimurnikan dari bahan pangan, sedangkan suplemen makanan, komposisinya tidak harus berasal dari bahan pangan, bisa saja berupa bahan sintetis.

Hal hal yang perlu diperhatikan ketika membuat produk nutrasetika antara lain Kualitas bahan baku olahan, Umur bahan baku, Takaran/dosis bahan baku, Bentuk produk olahan dan Produk terapi untuk penyakit tertentu


MANFAAT DAUN SALAM UNTUK DIABETES

Category : Commercialization

Daun Salam. Daun salam bisa untuk mengatasi penyakit diabetes melitus. Ini cara pemanfaatannya. 

TRIBUNNEWS.COM – Daun salam biasanya digunakan sebagai campuran bumbu masakan.
Namun, ternyata daun salam juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta, apt Indri Kusuma Dewi, SFarm, MSc, mengatakan daun salam bisa untuk mengatasi penyakit diabetes melitus.
“Daun salam dari segi pemanfaatan secara klinis sudah diuji.”
“Kalau dari riset sebelumnya, pemanfaatan daun salam memang paling banyak untuk mengatasi diabetes melitus,” ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (1/7/2021).
Indri menyebut, daun salam sudah terbukti bisa menurunkan konsentrasi glukosa darah. Sehingga, tanaman ini memang sudah terbukti bisa mengatasi diabetes melitus.
“Sudah terbukti pengujiannya secara praklinik.”

“Terbukti bahwa daun salam mampu menunjukkan efek menurunkan konsentrasi glukosa darah.”
“Jadi indikasinya ke arah diabetes melitus,” jelasnya.

Selain diabetes, daun salam ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Tapi secara umum, pemanfaatannya bisa untuk mengatasi hipertensi.”
“Untuk menurunkan kadar asam urat juga bisa,” ungkap Indri.
“Namun, data-data yang saya dapatkan, paling banyak untuk diabetes,” sambungnya.

Daun Salam. (Sajian Sedap)

Cara Pemanfaatan untuk Atasi Diabetes
Indri menyampaikan, memanfaatkan daun salam bisa dilakukan dengan cara menyeduhnya. Air rebusan daun salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit diabetes. Menurutnya, pemanfaatan dengan cara direbus ini sudah teruji. Berikut langkah-langkah mengolah daun salam untuk mengatasi diabetes, seperti yang disampaikan Indri:
1. Siapkan 20 gram daun salam
2. Rebus daun salam dengan 400 ml air

3. Rebus dengan menggunakan panci bertingkat
“Panci bagian bawah untuk air saja, panci kedua untuk air dan daun salam,” kata dia.
4. Rebus daun salam selama 15 menit
5. Minum air rebusan daun salam.
“Diminum dua kali sehari, setiap kali minum 400 ml air,” jelas Indri.
(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Manfaat Daun Salam untuk Atasi Diabetes, Ahli Jelaskan Cara Pemanfaatannya,
https://www.tribunnews.com/lifestyle/2021/07/01/manfaat-daun-salam-untuk-atasi-diabetes-ahli-jelaskan-cara-pemanfaatannya?page=all
Penulis : Nuryanti
Editor : Pravitri Retno Widyastuti


KALENDER

May 2022
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PENGUNJUNG

  • 1
  • 1,301
  • 1,290
  • 811,433

FLAG COUNTER

Flag Counter