Category Archives: Capacity Building

STUDI BANDING POLTEKKES KEMENKES MALANG

Hari, Tanggal          : Rabu, 16 Juni 2021

Waktu                        : 07.30 WIB – Selesai

Tempat                      : Poltekkes Kemenkes Surakarta

  1. Direktorat Kampus 1 Mojosongo
  2. Jurusan Jamu Kampus 3 Klaten
  3. Desa Wisata Jamu Jeblog, Karanganom
  • Penyambutan tamu dan foto bersama di Direktorat Poltekkes Kemenkes Surakarta oleh Sudiyanto (Kabag Akademik dan Umum)
  • Kunjungan ke Laboratorium Jurusan Akupunktur oleh Hanung Prasetya (Kajur Akupunktur)
  • Penerimaan tamu di Jurusan Jamu oleh Tim Jurusan Jamu
  • Penyampaian video profil Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Sambutan dan Penyampaian Profil serta Tujuan Kegiatan Studi Banding oleh Moh. Wildan (Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Malang) antara lain Kaji banding dan membuka wawasan tentang mendirikan prodi baru khususnya Kesehatan Tradisional, Mempelajari bahan lokal jamu yang saling berkaitan serta Mempelajari dan mengetahui PUI Poltekkes Kemenkes Surakarta khususnya mengenai tentang jamu
  • Sambutan dan ucapan selamat datang oleh Indarto AS (Kajur Jamu) antara lain Bagaimana membuat masyarakat sehat dan salah satunya adalah dengan jamu, Jika jamu memiliki potensi berkembang maka pendidikan-nya bisa sampai S3, Dalam tanaman jamu memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kesehatan dan mengobati, Pelayanan Kesehatan tradisional salah satunya adalah jurusan jamu. Dalam PMK yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2018. Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Tenaga Kesehatan Tradisional Jamu. Dimana kewenangan alumni jamu bisa berdiri di 2 kaki yaitu sebagai pelayanan kesehatan sehingga bisa menggantikan pengbatan tradisional dan dapat bekerja di industri karena dibekali dengan lulusan farmasi mulai dari pengenalan tanaman obat, ekstraksi, pasca panen dan formulasi
  • Pemaparan profil PUI PUJAKESUMA oleh Indri Kusuma Dewi (Sekretaris PUI PUJAKESUMA) antara lain Logo PUI PUJAKESUMA, Struktur organisasi PUI PUJAKESUMA, Sarana Labratorium berupa Lab Pelayanan Jamu, Lab Analisis Jamu, Lab Teknologi Pasca Panen dan Mikrobiologi, Lab Pelayanan Medik dan Lab Pelayanan Kecantikan, Ruang Etalase Produk dan Kegiatan-kegiatan PUI PUJAKESUMA berupa bakti sosial, hasil riset yang diinovasikan dan diajukan paten, liputan 6 dan liputan si unyil, kerjasama-kerjasama yang dilakukan, undangan sebagai pembicara, edu health, HKN, workshop, webinar, pengabmas, lomba kreanova dan farmalkes
  • Diskusi dan Tanya Jawab

Annasari Mustafa (Kapus Pengembangan Pendidikan Poltekkes Kemenkes Malang)-Bagaimana caranya menghimpun dosen-dosen dari jurusan manapun yang memiliki produk-produk (salep, lotion, minuman kesehatan, dll) untuk dapat ditampung dan masuk ke kestrad ?

Jawab : Di jurusan jamu untuk penelitian diajak berkolaborasi dengan yang berbeda jurusan. Jurusan jamu sendiri masih berkolaborasi dengan jurusan terdekat seperti jurusan farmasi dan anafarma. Harapannya, dari pak direktur PUI tidak hanya dari jurusan jamu saja tetapi berkolaborasi juga dengan jurusan manapun.

Nur Rahman (Koordinator CoE IPE-IPC Poltekkes Kemenkes Malang)-Untuk struktur organisasi nya itu sudah berdiri di PUI atau dari jurusan lain? Pengelola jurnal PUI sudah fokus jurusan jamu atau dari jurusan lain?

Jawab :  Untuk struktur organisasi dari pusbangdik hanya ada kapus. Idealnya PUI berdiri sendiri, tetapi untuk Poltekkes Surakarta masih bekerja sama dengan jurusan lain yaitu sebagai tugas tambahan. Untuk jurnal sudah dikelola PUI tersendiri melalui website jurnaljamukusuma.com

Finta Isti Kundarti (Dosen Usulan untuk Prodi Kestrad)-Apakah esensi jamu dan herbal sama atau berbeda? Bagaimana dengan referensi dan organisasinya?

Jawab : Penggolongan menurut kestrad, jamu ada 3 penggolongan berdasarkan pengalaman dan secara empirik (turun temurun). Jamu yang baik adalah jamu yang berdasarkan turun temurun. Bedanya dengan herbal, herbal bahan baku dan olahannya sudah terstandar tetapi belum diuji secara klinis penuh. Referensinya adalah FOHAI (Formularium Obat Herbal Asli Indonesia), FOTI (Formularium Obat Tradisional Indonesia) dan FOHI (Formularium Obat Herbal Indonesia). Organisasinya adalah PP KESTRAJAMNAS (Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Ramuan Jamu Nasional)

  • Kunjungan ke Desa Wisata Jamu Karanganom, Klaten
  • Penutupan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan)

SEMINAR INTERNASIONAL MERAMU JAMU YANG RASIONAL

Pembicara dan Panitia Seminar Internasional, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta pada 20 Januari 2020

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan seminar internasional upaya meramu jamu yang rasional “1st International Conference on “1st International Conference on Traditional Medicine” kerjasama antara HMJ Jurusan Jamu, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dan COE Poltekkes Kemenkes Surakarta, 20 Januari 2020 di Surakarta, Jawa Tengah.

Seminar 1st International Conference on Traditional Medicine ini dihadiri mahasiswa, praktisi kesehatan tradisional, akademisi, birokrat, kalangan industri dengan jumlah sekitar 500 orang. Tema seminar adalah “The Effort to Develop Health Traditional Service with Rational Holistic Approach”.

Latar belakang pemilihan tema tersebut terkait dengan semakin banyaknya bukti penelitian beberapa ramuan Jamu secara klinis, namun hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang apriori terhadap penggunaan Jamu. Sementara, saat ini penelitian Jamu berbasis pelayanan sudah banyak dipelopori pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tradisional dan terbukti ramuan Jamu tersebut bermanfaat, aman, menyehatkan dan mampu mengurangi gejala gangguan kesehatan.

Seminar ini menghadirkan pakar bidang kesehatan tradisional dari 4 negara, yang mengupas dan meyakinkan tentang manfaat Jamu sebagai warisan budaya leluhur untuk kesehatan, bukti-bukti penelitian ilmiah tentang Jamu, cara menyediakan ramuan yang baik, aman, bermanfaat, rasional, sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Sebagai keynote speaker Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI., yang menyampaikan gambaran besar tentang keadaan dan paradigma pengobatan tradisional saat ini yang semakin diminati oleh masyarakat. Pada kesempatan ini, juga disampaikan bagaimana perhatian pemerintah terhadap pengobatan tradisional dengan mendirikan beberapa fasilitas di berbagai daerah dan juga membuat regulasi tentang pelayanan kesehatan tradisional.

Tampil sebagai pembicara pertama: Husen Ahmad Baajry, M.D., Ph.D. Founder Tourist Hospital di Purwakarta. Konsep dari pengobatan di rumah sakit ini adalah mengobati secara perlahan, mulai dari mengubah pola mkan & gaya hidup hingga pada akhirnya yaitu memberikan kesempatyan pada tubuh untuk mengobati sendiri gangguan yang dirasakan. Beliau juga menulis buku tentang pengobatan alami yang dilakukan oleh tubuh manusia sendiri.

Pembicara selanjutnya yaitu: dr. Julia Rakus, MA. dari Austria. Saat ini masih berprofesi sebagai dokter di unit gawat darurat di salah satu rumah sakit terkenal di Vienna, Austria. Materi yang disampaikan tentang bagaimana mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional, terutama pada penderita kanker yang sudah kronis. Diantaranya menggunakan terapi akupuntur, TCM, Yoga, dan lain sebagainya

Pembicara ketiga: Prof. Dr. Nahlah Elkudssiah Ismail dari Malaysia, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Operasi di Fakultas Farmasi di MAHSA University Malaysia. Sudah menerbitkan lebih dari 200 publikasi termasuk artikel jurnal penelitian, prosiding, buku, dan majalah. Materi yang dibahas berupa penggunaan madu dalam pengobatan anti stress/anti-stress. Madu yang dimaksud adalah madu akasia yang sudah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan beliau.

Pembicara yang terakhir: dr. Fransiscus Kiki Sulistyo dari Jerman. Beliau warga Indonesia, asli dari Malang. Mengenyam berbagai pendidikan di Jerman hingga saat ini menetap di Jerman. Beliau juga membuka pelayanan klinik secara privat di Dormagen, Jerman. Materi yang disampaikan antara lain pengintegrasian antara pengobatan konvensional dengan tradisional, terutama yang menggunakan ramuan.

Selain menggunakan ramuan, dr. Kiki juga sering menggunakan pengobatan dengan metode tradisional untuk membantu pemulihan pasiennya, antara lain dengan Chinnese Herbal Medicine, akupunktur, dan tuina.Upaya ini dilakukan untuk menggairahkan kembali pengembangan jamu sebagai warisan budaya leluhur, sehingga dapat diterapkan dalam mengembangkan upaya pelayanan kesehatan tradisional secara holistik yang rasional. Redaksi JamuDigital.Com

jamudigital.com

Sumber : https://www.jamudigital.com/berita?id=Poltekkes_Kemenkes_Surakarta:_Seminar_Internasional_Meramu_Jamu_yang_Rasional

DOKUMENTASI

Youtube Politeknik Kesehatan Surakarta

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=9GBSqQmHuVM

WORKSHOP PENGGUNAAN JAMU UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT

KLATEN – Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Surakarta kembali menggelar workshop yang mengangkat pemanfaatan jamu sebagai peningkat derajat kesehatan masyarakat. Workshop ini digelar bekerja sama dengan Fakultas Vokasi Battra Universitas Airlangga.

“Institusi pendidikan melakukan pengembangan inovasi perguruan tinggi sebagai center of excellent, termasuk Perguruan Tinggi Negeri Poltekkes Surakarta”

di sela-sela berlangsungnya workshop bertema “Cantik dan Bugar dengan Estetika Tradisional”, Ahad (14/7).

Dalam workshop tersebut, masyarakat diberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pembuatan masker dan lulur oleh mahasiswa Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Selain itu, peserta juga diberi pengetahuan dan pelatihan akupresure dan pijat wajah oleh mahasiswa Fakultas Vokasi Battra Universitas Airlangga.

Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Surakarta, Emi Suryani, mengatakan Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki potensi tanaman obat berkhasiat tertinggi di dunia.

Seluruh tanaman ini harus dikembangkan guna memaksimalkan potensi sumber daya alam di Indonesia

-Wadir I Poltekkes Kemenkes Surakarta, Emi Suryani


SAINTIFIKASI JAMU INDONESIA POLTEKKES SURAKARTA

Poltekkes Surakarta Telah Mempelopori Jalur Pendidikan Formal Jurusan D3 Jamu Sejak 2011

Wartaindonews, SOLO – Kontraksi dan Kelahiran SAINTIFIKASI JAMU sejak 2010, telah diatur dalam PP Nomor 003 Tahun 2010 Tentang Saintifikasi Jamu dalam Penelitian berbasis Pelayanan Kesehatan Tradisional. Keputusan Menteri RI Tentang Komisi Nasional Saintifikasi Jamu No. 296/Menkes/SK/VIII/2013 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023 dan Nomor 61 tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris

Terutama yang berbasis Riset Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia, ASJI IAI GRESIK dan ASJI APBI, untuk JAMU sesungguhnya, bukan dibatasi untuk lingkup TANAMAN OBAT dan dipaksa sesempit FITOFARMAKA.

Memang sudah ada jalur pendidikan untuk D3 JAMU di Poltekkes Surakarta sejak 2011, beserta Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan Interest ISSN : 2252-5432 Jurnal Ilmiah yang berijin resmi dan sudah diakui Kemenristek Dikti Indonesia.

Juga sudah ada CPJB (Cara Pembuatan Jamuherba yang Baik) berbasis Teknologi Tepat Guna, untuk keutuhan potensi khasiat simplisia jamuherba murni dan keamanan simplisia murni herbajamu Indonesia, oleh CV RUMAH TOGA LESTARI, sejak Validasi SOP KELOMPOK TANI 2012, sebagai Percontohan Nasional, Dinas dan Departemen Pertanian Pusat Indonesia.

Wartaindo.News bersama Ketua Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia (ASJI IAI dan ASJI APBI), Guntur Bisowarno S.Si., Apt., bertemu dengan Indarto AS, S.Pd, M.Kes-Ketua jurusan jamu dan Emy Suryani,M.Mid-Wakil Direktur I, Bidang Pendidikan Poltekkes Surakarta. Ketua Center of Excellence “Jamu” membuka ruang komunikasi dan diplomasi antar lembaga (ASJI IAI Gresik, APBI, CV. Rumah Toga Lestari Tangerang, wartaindo.news), Selasa 14 Mei 2019, di serambi ruang tamu, Gedung Direktorat Poltekkes Kemenkes Surakarta, sekitar pukul 12.30 hingga 13.30, bertepatan dengan Fokus Center of Excellence (COE) Jamu, Poltekkes Surakarta yang sedang rapat mingguan, dalam akselerasi dan standarisasi Pusat Unggulan Indonesia, Poltekkes Surakarta, Jln. Letjen Sutoyo Mojosongo, Jebres, Surakarta 57127. Telp (0271) 856929, yang digawangi dan dipantau parameter keberhasilan “grade capaiannya” secara langsung oleh Kemenristek Dikti Pusat Indonesia.

Inti dari pertemuan tersebut membuka peluang kerjasama untuk kemajuan para mahasiswa Poltekkes Surakarta, baik melalui seminar, workshop, pameran, praktek kerja lapangan, dan sebagainya, yang menggandeng media wartaindo.news dengan legal formal PT. Swara Asri Indonesia. (Guntur Bisowarno / Iman)

Editor: Dannyts


Sumber :
https://wartaindo.news/saintifikasi-jamu-indonesia-politekkes-surakarta-telah-mempelopori-jalur-pendidikan-formal-jurusan-d3-jamu-sejak-2011

SURVEY LOKASI PENGEMBANGAN WILAYAH

Profil Desa Wisata Kampung Banyu Beku Karanganom, Klaten


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=QVFXTcNrxnk

Sabtu, 4 Mei 2019. Tim PUI Poltekkes Kemenkes Surakarta melakukan survey lokasi pengembangan wilayah di Kampung Babe. Letak Desa Wisata Kampung Banyu Beku ini terletak di Kecamatan Karanganom Klaten, sebelah utara Jatinom Klaten. Luas wilayah ini yaitu berukuran 10 meter x 10 meter atau sekitar 1 hektare.

Pada tanggal 9 November 2017, Pemerintah Desa (Pemdes) Beku, Kecamatan Karanganom, Klaten meresmikan wahana wisata baru Desa Wisata Kampung Banyu Beku. Munculnya desa wisata ini adalah bentuk kreasi masyarakat yang nantinya akan meningkatkan ekonomi warganya.

Kepala Desa (Kades) Beku Muhammad Mudrik mengatakan, berdirinya desa wisata ini melalui beberapa survei. Kemudian terdapat dua sungai, yakni Sungai Wonggo dan Sungai Kapilaler. Sejak pertengahan 2016 mulai dilakukan proses pembangunan.


Dengan dukungan dari segenap masyarakat dan potensi alam yang mendukung, wisata air menjadi pilihan terbaik untuk mewujudkan impian tersebut. Sungai Wonggo dan aliran irigasi dari umbul Kapilaler menjadi daya tarik utama Kampung Babe dengan berbagai kegiatan menarik seperti flying fox, river tubing, river tacking, perahu babe dan beberapa permainan seru lainnya yang dibangun di sekitar sungai. Sebagai sarana pendukung untuk menambah kenyamanan pengunjung, juga disediakan pula Panggung BABE, Mushola BABE, Gazebo BABE, Cafe BABE. Sebagai focal point penanda Kampung BABE adalah RUMAH BABE yang digunakan sebagai pendopo utama sekaligus pusat informasi BABE.

Rencana lokasi lahan yang akan digunakan untuk Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat


KONTRAK RISET FASILITAS KESEHATAN (RIFASKES)

Kamis, 25 April 2019. Terlampir surat tugas untuk pelaksanaan Pengumpulan Data Riset Fasilitas Kesehatan Tahun 2019.

Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) merupakan salah satu riset nasional dari Kementerian Kesehatan atas dasar prinsip Client Oriented Research Activity (CORA). Banyak peneliti yang terlibat dalam riset ini termasuk salah satunya adalah peneliti dari COE Poltekkes Kemenkes Surakarta yaitu Bapak Bambang Yunianto, S.KM., M.Kes.

Loader Loading…
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [628.05 KB]


KUNJUNGAN UNIVERSITAS TOKYO METROPOLITAN

Selasa, 23 April 2019, Poltekkes Kemenkes Surakarta kedatangan tamu dari Departemen Okupasi Terapi Fakultas Ilmu Kesehatan Manusia Universitas Tokyo Metropolitan. Peserta kunjungan yaitu Prof. Yuko Ito, PhD dan Prof. Natsuka Suyama, M.Sc. Tujuan kunjungan ini adalah untuk menambah wawasan, mendapatkan pengalaman baru dan mendapatkan informasi secara teknis real dan empiris serta melakukan observasi.

Peserta kunjungan dari Universitas Tokyo Metropolitan ini terdiri dari 2 orang yang merupakan 2 Orang Professor dan International Student. Lokasi kunjungan yang dituju antara lain Kampus 2 (Jurusan Okupasi Terapi), Kampus 1 (Jurusan Akupuntur dan Gedung Balai Krida) dan Kampus 3 (Jurusan Jamu). Kunjungan tamu diterima di Direktorat, selanjutnya mengisi kuliah tamu di Jurusan Okupasi Terapi. Banyak pertanyaan-pertanyaan kritis yang muncul dari Mahasiswa/i yang berarti mereka sangat menyerap materi yang telah disampaikan. Setelah itu, dilanjutkan dengan kunjungan ke PUI Poltekkes Surakarta Pusat Unggulan Jamu Indonesia yang berada di Kampus 3 Klaten.

Setelah dianggap cukup kegiatan kunjungan pun ditutup dengan saling bertukar cendera mata sebagai kenang-kenangan dari Poltekkes Kemenkes Surakarta dan tamu dari Universitas Tokyo Metropolitan.


KALENDER

September 2021
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

PENGUNJUNG

  • 1
  • 338
  • 600
  • 94,549