Author Archives: Admin Poltekkes Surakarta

AKSI MINUM JAMU BERSAMA

Category : Academic Excellence

Jurusan Jamu, Kampus 3 Polkesta. Hari Jumat 13 Maret 2020

Aksi Minum Jamu Bersama dalam paket Sambang Puskemas bersama Bupati Klaten

Mari Minum Jamu, Badan Sehat, Tenaga Kuat, Indonesia Sehat

Sumber : Website Poltekkes Surakarta

Link : http://poltekkes-solo.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1568:aksi-minum-jamu-bersama&catid=98:informasi


SEMINAR INTERNASIONAL MERAMU JAMU YANG RASIONAL

Pembicara dan Panitia Seminar Internasional, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta pada 20 Januari 2020

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan seminar internasional upaya meramu jamu yang rasional “1st International Conference on “1st International Conference on Traditional Medicine” kerjasama antara HMJ Jurusan Jamu, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dan COE Poltekkes Kemenkes Surakarta, 20 Januari 2020 di Surakarta, Jawa Tengah.

Seminar 1st International Conference on Traditional Medicine ini dihadiri mahasiswa, praktisi kesehatan tradisional, akademisi, birokrat, kalangan industri dengan jumlah sekitar 500 orang. Tema seminar adalah “The Effort to Develop Health Traditional Service with Rational Holistic Approach”.

Latar belakang pemilihan tema tersebut terkait dengan semakin banyaknya bukti penelitian beberapa ramuan Jamu secara klinis, namun hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang apriori terhadap penggunaan Jamu. Sementara, saat ini penelitian Jamu berbasis pelayanan sudah banyak dipelopori pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tradisional dan terbukti ramuan Jamu tersebut bermanfaat, aman, menyehatkan dan mampu mengurangi gejala gangguan kesehatan.

Seminar ini menghadirkan pakar bidang kesehatan tradisional dari 4 negara, yang mengupas dan meyakinkan tentang manfaat Jamu sebagai warisan budaya leluhur untuk kesehatan, bukti-bukti penelitian ilmiah tentang Jamu, cara menyediakan ramuan yang baik, aman, bermanfaat, rasional, sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Sebagai keynote speaker Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI., yang menyampaikan gambaran besar tentang keadaan dan paradigma pengobatan tradisional saat ini yang semakin diminati oleh masyarakat. Pada kesempatan ini, juga disampaikan bagaimana perhatian pemerintah terhadap pengobatan tradisional dengan mendirikan beberapa fasilitas di berbagai daerah dan juga membuat regulasi tentang pelayanan kesehatan tradisional.

Tampil sebagai pembicara pertama: Husen Ahmad Baajry, M.D., Ph.D. Founder Tourist Hospital di Purwakarta. Konsep dari pengobatan di rumah sakit ini adalah mengobati secara perlahan, mulai dari mengubah pola mkan & gaya hidup hingga pada akhirnya yaitu memberikan kesempatyan pada tubuh untuk mengobati sendiri gangguan yang dirasakan. Beliau juga menulis buku tentang pengobatan alami yang dilakukan oleh tubuh manusia sendiri.

Pembicara selanjutnya yaitu: dr. Julia Rakus, MA. dari Austria. Saat ini masih berprofesi sebagai dokter di unit gawat darurat di salah satu rumah sakit terkenal di Vienna, Austria. Materi yang disampaikan tentang bagaimana mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional, terutama pada penderita kanker yang sudah kronis. Diantaranya menggunakan terapi akupuntur, TCM, Yoga, dan lain sebagainya

Pembicara ketiga: Prof. Dr. Nahlah Elkudssiah Ismail dari Malaysia, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Operasi di Fakultas Farmasi di MAHSA University Malaysia. Sudah menerbitkan lebih dari 200 publikasi termasuk artikel jurnal penelitian, prosiding, buku, dan majalah. Materi yang dibahas berupa penggunaan madu dalam pengobatan anti stress/anti-stress. Madu yang dimaksud adalah madu akasia yang sudah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan beliau.

Pembicara yang terakhir: dr. Fransiscus Kiki Sulistyo dari Jerman. Beliau warga Indonesia, asli dari Malang. Mengenyam berbagai pendidikan di Jerman hingga saat ini menetap di Jerman. Beliau juga membuka pelayanan klinik secara privat di Dormagen, Jerman. Materi yang disampaikan antara lain pengintegrasian antara pengobatan konvensional dengan tradisional, terutama yang menggunakan ramuan.

Selain menggunakan ramuan, dr. Kiki juga sering menggunakan pengobatan dengan metode tradisional untuk membantu pemulihan pasiennya, antara lain dengan Chinnese Herbal Medicine, akupunktur, dan tuina.Upaya ini dilakukan untuk menggairahkan kembali pengembangan jamu sebagai warisan budaya leluhur, sehingga dapat diterapkan dalam mengembangkan upaya pelayanan kesehatan tradisional secara holistik yang rasional. Redaksi JamuDigital.Com

jamudigital.com

Sumber : https://www.jamudigital.com/berita?id=Poltekkes_Kemenkes_Surakarta:_Seminar_Internasional_Meramu_Jamu_yang_Rasional

DOKUMENTASI

Youtube Politeknik Kesehatan Surakarta

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=9GBSqQmHuVM

PEMINAT OBAT TRADISIONAL TERUS MENINGKAT

SOLO – Kini produk jamu tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Diracik tangan-tangan muda mahasiswa Politeknik Kesehatan Surakarta, karya warisan luhur itu dipamerkan di lobi Gedung Pertemuan D’ Wangsa Hotel Lor In Solo sebagai pengobatan holistik masa kini. Acara itu dikemas berbarengan di acara The First International Conference on Traditional Medicine (Senin, 20/01). Peminat pengobatan tradisional pun juga cenderung meningkat.
Sebanyak 600 peserta seminar yang datang dari penjuru Indonesia disambut stan pameran yang memajang berbagai produk jamu herbal. Ada jamu Pilis Ayu. Konon jamu yang biasa ditempel di dahi bagi ibu habis melahirkan itu bermanfaat untuk meredakan demam. Produk lain adalah Boreh Kalang Tinantang. Ramuan ini bagus untuk rileksasi, mengatasi capek dan bisa mengangkat kulit mati. Bagi yang merasakan pegal-pegal ada ramuan Parem. Racikan berbahan jahe, tepung beras, kencur dan minyak gandapura ini bisa mengatasi lelah tubuh secara alami.
Jamu yang dipamerkan itu adalah karya mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta. Selain sebagai bagian tugas kuliah, pameran ini menjadi edukasi masyarakat untuk menggunakan bahan ekstrak sebagai bagian pengobatan masa kini.
“Pameran produk jamu ini karya para mahasiswa. Selain dari Poltekes Surakarta ada juga ada dari Poltekes Semarang, Bandung dan Jakarta. Semua bahan yang diramu adalah bahan alami” kata Robikh, mahasiswa Jurusan Jamu, Politeknik Kesehatan Surakarta Semester IV (20/01).
Dia menambahkan ada buku-buku yang dijadikan pedoman masyarakat dalam pemanfaatan produk ekstrak. Ada buku Jamu Tradisional Indonesia atau Fu Hai yang berisi daftar tanaman obat bisa menjadi rujukan.
Director of Traditional and Complementary Health Service Ministry of Health of Indonesia Ina Rosalina sekaligus keynote speaker The First International Conference on Traditional Medicine menjelaskan pemanfaatan obat tradisional oleh masyarakat cenderung meningkat.
“Berdasarkan hasil penelitian kesehatan dasar pemanfaatan obat tradisional meningkat dari 30% di tahun 2013 meningkat menjadi 52% di tahun 2018. Yang penting bagi masyarakat jangan mencampur obat tradisional dengan bahan kimia. Khususnya penggiat dan profesi jamu tradisional perlu melengkapi Surat Keterangan Register (SKP)” jelas Ina.
Ina mencontohkan adalah pemanfaatan jati Belanda yang bisa diramu menjadi teh dan efektif untuk diet obesitas. Hanya memang pengobatan tradisional yang sudah diterapkan ini belum bisa diklaimkan di BPJS. Tapi usaha ini tetap dilakukan agar jamu menjadi salah satu warisan budaya.
The First International Conference on Traditional Medicine selain mengusung Ina Rosalina sebagai keynote speaker, acara yang berlevel internasional itu juga menghadirkan pembicara dari 4 negara. Panitia menghadirkan dr Julia Rakus dari Austria, Prof Dr dr Nahlah Elkudssiah Binti Ismail Ph.D dari Malaysia, dr Kiki Sulityo dari dari Jerman dan dr Husen A Bajry MA. Ph.D dari Indonesia sekaligus owner Rumah Sakit Holistic Medecine di Purwakarta

klatenkab.go.id | Website Pemkab Klaten

Sumber : https://klatenkab.go.id/peminat-obat-tradisional-terus-meningkat/

1st INTERNATIONAL CONFERENCE ON TRADITIONAL MEDICINE

HMJ Jamu bekerjasama dengan CoE Polkesta Mempersembahkan

1st International Conference on Traditional Medicine

Link Website kegiatan di https://ictm.poltekkes-solo.ac.id/


KREANOVA JURUSAN JAMU

Category : Academic Excellence

Kegiatan Kreanova tingkat jurusan jamu merupakan kegiatan yang dilakukan setiap setahun sekali. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat inovasi-inovasi mahasiswa jurusan jamu tersalurkan dan terasah lebih baik. Dengan potensi-potensi bahan alam yang sangat beraneka ragam di Indonesia, inovasi pembuatan produk baru bisa dikembangkan dan kegiatan ini mewadahi kreativitas dan inovasi tersebut. Kegiatan Kreanova ini diadakan pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 di Jurusan Jamu.

Produk yang dilombakan adalah Produk tradisional kosmetik dan makanan fungsional seperti minuman, ratus, pilis, makanan berbahan jamu dan lain-lain.

1. PRODUK RATUS

Salah satu dari produk adalah ratus. Ratus adalah perawatan dengan penguapan di daerah kewanitaan menggunakan rempah-rempah kering yang dibakar menggunakan tungku khusus.  Ramuan atau rempah-rempah tersebut disebut ratus.

Ramuan ratus ini terdiri dari tumbuhan herbal, rempah dan akar tumbuh-tumbuhan seperti teh hijau, cempaka, mawar, melati, yang kemudian dikeringkan.

Rasanyawang (Ratus Sari Wangi) merupakan salah satu produk ratus untuk perawatan gurah organ intim kewanitaan. Produk Rasanyawang terdiri dari bahan rempah yang dikeringkan atau simplisia.

Produk Ratus Sari Wangi Rasanyawang

2. MINUMAN BOBA

Boba adalah bola tapioka yang biasanya menjadi isian dari minuman bubble tea. Boba berbahan dasar tepung tapioka yaitu tepung dari singkong. Tapioka itu sendiri tidak memiliki banyak rasa, sehingga rasa manis dari boba sebagian besar berasal dari gula atau madu yang direndam sebelum disajikan

Minuman ini bernama Cazing Healthy Boba. Namun pada minuman ini boba memiliki komposisi berupa tepung tapioka, nutrijell plain, pewarna (kunyit, pandan, secang dan telang). Dan sirup yang digunakan antara lain jahe, secang, gula pasir, kapulaga, cengkeh, kayu manis, sereh dan susu.

Khasiat dari minuman boba ini adalah untuk menyegarkan tubuh, meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki mood.

Produk Cazing Healthy Boba

3. BEDAK DINGIN

Bedak dingin adalah bedak untuk menyejukkan muka supaya kulit tidak cepat rusak karena sinar matahari (biasa dipakai pada waktu malam). Bedak dingin merupakan salah satu produk perawatan kulit wajah yang terbuat dari bahan alami yaitu tepung beras.

Bedak dingin ini bernama CARSOLA. Bedak dingin ini memiliki komposisi berupa daucus carotta, Salanum tuberosum, Rossa spp dan oryza sativa.’

Khasiat dari bedak dingin ini adalah untuk menghilangkan jerawat, mencegah kerutan, mendinginkan, mencerahkan dan melembabkan wajah.


PAMERAN PERINGATAN HKN KABUPATEN KLATEN

Category : Academic Excellence

Gelaran puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 bertema Generasi Sehat Indonesia Unggul di Alun Alun Klaten, Minggu pagi tanggal 17 November 2019 berlangsung meriah. Hari peringatan HKN diperingati setiap tahunnya baik di pusat maupun di daerah, tidak ketinggalan pemerintah kabupaten Klaten juga ikut menyemarakkan peringatan tersebut. Ada banyak serangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari penghargaan untuk tenaga kesehatan berprestasi, lomba kesehatan, peluncuran aplikasi Matur Dokter  sampai dengan Pameran kesehatan yang diikuti oleh berbagai instansi kesehatan yang ada di Kabupaten Klaten.

Hari Kesehatan Nasional di Alun-Alun Klaten

Kampus 3 Poltekkes Kemenkes Surakarta merupakan salah satu institusi kesehatan di wilayah Kabupaten Klaten juga turut serta dalam memeriahkan puncak acara HKN Ke-55 Kabupaten Klaten. Poltekkes Surakarta yang memiliki keunggulan dalam bidang kesehatan tradisional menampilkan berbagai produk unggulan dari mahasiswa berupa produk estetika tradisional juga produk pangan fungsional yang berasal dari tanaman obat. Keunikan dari stand Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dengan menampilkan berbagai produk inovasi mahasiswa membuat stand banyak dikunjungi oleh pengunjung yang ingin mengetahui lebih dalam tentang jamu atau tanaman obat.

Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta

Produk dari inovasi mahasiswa berupa produk kecantikan tradisional yang dapat digunakan atau juga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dalam merawat kecantikan. Pangan fungsional juga salah satu produk yang ditampilkan dalam pameran yang juga merupakan produk inovasi dari mahasiswa dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat karena berbahan dasar dari bahan-bahan yang bernilai tingi ataupun bahan yang sejatinya bernilai tinggi namun jarang dimanfaatkan seperti kulit pisang.

Dengan keikutsertaan Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dalam acara pameran peringatan HKN Ke-55 Kabupaten Klaten secara tidak langsung telah menambah pengetahuan masyarakat klaten tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan dasar produk kecantikan tradisional juga pangan fungsional yang dapat meningkatkan gizi masyarakat. Keikutsertaan itu juga bermanfaat untuk Jurusan Jau Poltekkes Surakarta untuk mempromosikan Jurusan Jamu ke masyarakat agar Jurusan Jamu ataupun Poltekkes Surakarta tambah dikenal oleh masyarakat.


LIPUTAN SI UNYIL TRANS TV

Category : Academic Excellence

Dengan produk keunggulan kami yang sedang kami kembangkan dan memiliki hak paten walaupun dalam proses pengurusan, produk ini tetap eksis untuk didalami dan memiliki tingkat ketertarikan tinggi oleh masyarakat. Produk ini adalah Gel Tabir Surya dari Tongkol Jagung. Setelah beberapa kali mengikuti kegiatan di tingkat nasional seperti pemeran, eduhealt dan wawancara dengan liputan 6, Tim kreatif dari Trans 7 menghubungui pihak kami, Jurusan Jamu untuk dilakukan liputan tentang produk tersebut.

Pengajuan Izin Liputan Laptop Si Unyil
Boneka Si Unyil

Liputan dilaksanakan pada Hari Minggu, 2 November 2019. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 s/d 15.00 WIB. Lokasi liputan ini adalah Laboratorium Jurusan Jamu

Foto bersama bersama Team liputan Trans 7 Leptop Si Unyil
Foto Bersama Team liputan Trans 7 Leptop Si Unyil dan Team Jurusan Jamu

Kami paparkan sedikit tentang Liputan yang dilaksanakan, Liputan tersebut berlatar belakang laboratorium Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta. Semua proses pembuatan dari bahan sampai jadi gel tabir surya diliput. Gel tabir surya adalah kosmetik dengan sediaan semi solid yang memiliki bahan aktif Fenolik yang diambil langsung dari tongkol jagung jenis Zea mays atau yang lebih akrab kita panggil jagung manis, dengan formulasi yang tepat gel ini dapat melindungi kulit beberapa jam dengan SPF 20.

Proses pembuatan diawali dengan sortasi, kemudian dibersihkan dan dipotong kecil-kecil, kemudian dioven selama 8 jam dengan suhu 50-70o C dengan oven simplisia. Setelah kering dengan kadar air kurang dari 10% dilanjutkan dengan ekstraksi. Ekstrasi yang kami gunakan adalah maserasi. Setelah di evaporasi dan mendapatkan ekstrak kental maka kami bias mengolah sebagai gel dengan bahan tambahan yang lain.

Foto Kegiatan Setelah Liputan

Dengan pemanfaatan limbah jagung yang menjadi masalah sampah di lingkungan masyarakat maka produk ini sangan bagus dan bernilai ekonomis serta bermanfaat bagi masyarakat. Di dukung juga dengan iklim tropis di Indonesia sediaan tabir surya sangat bermanfaatkan ketika di aplikasikan di kulit kita masyarakat Indonesia.

Saat Liputan dilaksanakan untuk finising di Video pada episode ini

Ingin tahu detailnya si Unyil belajar tentang limbah Tongkol Jagung jadi Tabir surya? Silahkan saksikan di You Tube dengan klik link ini.

STICK JAGUNG DAN TABIR SURYA DARI TONGKOL JAGUNG | LAPTOP SI UNYIL

KEGIATAN PENGABMAS DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

Category : Academic Excellence

Kegiatan Pengabdian masyarakat merupakan salah satu kewajiban institusi perguruan tinggi karena mengacu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain melaksanakan pendidikan dan penelitian tetapi juga pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat juga menjadi salah satu upaya institusi perguruan tinggi untuk ikut serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kesehatan.

Kewaspadaan akan peningkatan kasus stunting di Kabupaten Klaten menjadi salah satu latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten bersama dengan Jurusan Jamu Poltekkes Surakarta. Jurusan Jamu salah satu institusi perguruan tinggi yang bergerak dibidang kesehatan tradisional dirasa mampu untuk membantu Dinas Kesehatn Klaten untuk memberikan ilmu pengetahuan tentang pangan fungsional berbahan dasar tanaman obat yang bermanfaat untuk meningkatkan status gizi anak guna mencegah stunting. Tren penggunaan tanaman obat juga sudah mulai dilirik kembali serta telah terbukti dan teruji manfaat yang ditimbulkan dari pengkonsumsian tanaman obat.

Kegiatan Pengabdian masyarakat dilakukan selama 2 hari dengan sasaran 10 desa yang ada di Kabupaten Klaten. Pelaksanaan pengabmas mengerahkan 5 tim dimana tiap tim terdiri dari 5 orang anggota yang berisikan dosen pengajar serta instruktur praktik. Sasaran utama pada kegiatan ini adalah masyarakat desa khususnya para ibu-ibu dan kader kesehaan yang merupakan ujung tombak utama dalam upaya peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Pada kegiatan ini focus utamanya yaitu untuk mencegah serta menekan angka stunting dengan pembuatan makanan fungsional berbahan dasar utama daun kelor.

Daun kelor atau dalam bahasa latin bernama Moringa oleifera merupakan salah satu tanaman dengan berjuta manfaat di dalamnya salah satunya untuk menambah produksi ASI serta peningkat status gizi pada ibu hamil dan anak-anak. Kandungan yang ada pada daun kelor antara lain kalsium, potassium, antioksidan, vitamin C dan vitamin A yang kebanyakan memang merupakan zat akif untuk meningkatkan status gizi pada anak-anak.

Pemenuhan status gizi yang paling mudah dilakukan yaitu dengan pemanfaatan daun kelor untuk diolah dalam bentuk sediaan makanan fungsional supaya mudah dikonsumsi serta diminati oleh masyarakat khususnya ibu hamil dan anak-anak. Pada kegiatan pengabdian ini Jurusan Jamu memberi pelatihan pada ibu-ibu dan peugas kader membuat berbagai bentuk makanan fungsional antara lain nugget daun kelor, sayur bening daun kelor, es krim daun kelor, agar-agar buah bit, sirup jamu dan jamu cekok. Contoh makanan fungsional itu dipilih karena dirasa cocok untuk penambah gizi anak dan ibu hamil serta dapat menambah nafsu makan untuk anak.

Selain untuk meningkatkan status gizi pelatihan pada kader kesehatan juga bisa meningkatkan produktifitas dari masyarakat jika dikembangkan kearah usaha atau komersialisasi dari contoh produk yang diberikan karena cara pembuatannya yang cukup mudah. Menurut masyarakat kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Klaten dibantu Jurusan Jamu Poltekkes Surakarta ini sangatlah bermanfaat dan diharapkan bisa diadakan rutin atau bisa menyeluruh ke setiap desa di Kabupaten Klaten.


POLTEKKES SURAKARTA RAIH JUARA 1 TERFAVORIT EDU HEALTH FAIR

Category : Academic Excellence

Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan ajang besar pameran pendidikan “Edu Health Fair” untuk seluruh Poltekkes Kemenkes yang tersebar dari 34 provinsi di Indonesia. Edu Health Fair ini bertujuan untuk mengenalkan Poltekkes Kemenkes kepada masyarakat umum sebagai perguruan tinggi negeri yang terbesar, terlengkap dan teralifiasi pada Kementerian Kesehatan. Event ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi Poltekkes Kemenkes baik secara institusi maupun lulusan agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat umum, para pelaku industri dan jasa kesehatan sehingga lebih berdaya guna dan berkontribusi lebih luas dalam pembangunan kesehatan khususnya dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.     

Event ini diselenggarakan pada tanggal 2-3 Agustus 2019 di Balai Kartini Exhibition and Convention Centre Jakarta yang diikuti oleh 38 Poltekkes Kemenkes di seluruh Indonesia. Bukan hanya dari Poltekkes Kemenkes saja yang hadir, tetapi juga dari Rumah Sakit sebagai pelaku jasa kesehatan, industri, Universitas serta dari siswa SMA juga turut memeriahkan event ini. Selain itu event ini dimeriahkan dengan berbagai pameran, hiburan dan lomba. Pada kesempatan ini, Poltekkes Kemenkes Surakarta turut memeriahkan dengan mengusung tema “bersama kami mewujudkan masyarakat Indonesia hidup sehat dengan jamu”. Poltekkes Kemenkes Surakarta memiliki 9 jurusan yaitu Keperawatan, Terapi Wicara, Akupunktur, Fisioterapi, Okupasi Terapi, Ortotik Prostetik, Kebidanan, Jamu dan Anafarma. Poltekkes Kemenkes Surakarta mempunyai Center of Excellence (COE) adalah jamu Indonesia, sehingga edu health fair ini mengangkat tema jamu dengan produk-produk inovasi dan unggulan dari bahan alam.

Terbukti kunjungan Menteri Kesehatan RI ke stand Poltekkes Kemenkes Surakarta beliau sangat tertarik dengan produk unggulan Mie Kupas. Mie Kupas merupakan bentuk pangan fungsional mie sehat yang dibuat dari kulit pisang. Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah) dari buah pisang yang tak termanfaatkan, namun mahasiswa dari Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta mampu membuat terobosan inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit pisang tersebut dari kandungan tepung patinya sebagai substituen tepung terigu dalam pembuatan mie. Berdasarkan komposisi zat gizi kulit pisang dapat diketahui bahwa kulit pisang mengandung zat gizi yang cukup lengkap yaitu karbohidrat 18,5 g, protein 0,32 g, lemak 2,11 g, kalsium 715 mg, fosfor 117 mg, vitamin B 0,12 mg, dan vitamin C 17,50 mg. Sehingga dengan penambahan tepung kulit pisang dapat memperbaiki kandungan gizi pada mie khususnya kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh yang mana pada kulit pisang kaya akan mineral dan vitamin khususnya pada kalsium yang mengandung zat gizi cukup tinggi yaitu sebesar 715 mg/100 g.

Penghargaan juara 1 terfavorit Edu health fair 2019 ini diraih oleh Poltekkes Kemenkes Surakarta yang diikuti oleh seluruh peserta Poltekkes Kemenkes se Indonesia menunjukkan bahwa produk-produk inovasi dan stand pameran Poltekkes Kemenkes Surakarta dengan mengangkat konsep jamu Indonesia ini sangat diminati dan mampu menarik pengunjung ataupun tamu dari golongan masyarakat umum, pelaku industri, pelaku jasa kesehatan khususnya kunjungan Menteri Kesehatan.


WORKSHOP PENGGUNAAN JAMU UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT

Category : Academic Excellence

KLATEN – Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Surakarta kembali menggelar workshop yang mengangkat pemanfaatan jamu sebagai peningkat derajat kesehatan masyarakat. Workshop ini digelar bekerja sama dengan Fakultas Vokasi Battra Universitas Airlangga.

“Institusi pendidikan melakukan pengembangan inovasi perguruan tinggi sebagai center of excellent, termasuk Perguruan Tinggi Negeri Poltekkes Surakarta”

di sela-sela berlangsungnya workshop bertema “Cantik dan Bugar dengan Estetika Tradisional”, Ahad (14/7).

Dalam workshop tersebut, masyarakat diberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pembuatan masker dan lulur oleh mahasiswa Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Selain itu, peserta juga diberi pengetahuan dan pelatihan akupresure dan pijat wajah oleh mahasiswa Fakultas Vokasi Battra Universitas Airlangga.

Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Surakarta, Emi Suryani, mengatakan Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki potensi tanaman obat berkhasiat tertinggi di dunia.

Seluruh tanaman ini harus dikembangkan guna memaksimalkan potensi sumber daya alam di Indonesia

-Wadir I Poltekkes Kemenkes Surakarta, Emi Suryani


KALENDER

May 2020
M T W T F S S
« Mar    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

PENGUNJUNG

  • 1
  • 0
  • 6
  • 4,246