Author Archives: Admin Poltekkes Surakarta

KUNJUNGAN DIREKTUR YANKESTRAD KE JURUSAN JAMU POLKESTA

Category : Commercialization

Hari                 : Selasa, 15 September 2020

Tempat            : Ruang Rapat DIII Jamu

  1. Susunan acara antara lain pembukaan, sambutan, inti dan penutup
  2. Sambutan oleh Bp. Indarto (Ketua Jurusan Jamu) : Mempersilahkan dan memperlihatkan profil DIII Jamu, Memperlihatkan visi dan misi Jurusan Jamu dan Keunggulan dari Jurusan Jamu adalah estetika tradisional
  3. Sambutan oleh dr. Wiendra Waworuntu (Direktur Yankestrad) : Menceritakan perjalanan dari Jakarta sampai ke Jurusan Jamu dengan berkeliling ke semua instansi yang berhubungan dengan jamu
  4. Diskusi
  5. Bp. Bambang : Obat-obat tradisional tidak masuk BPJS. Baru dipikirkan karena dalam pelaksanaan lebih mahal fitofarmaka. Jurusan jamu baru membuat standar, mohon untuk dapat difasilitasi dan dapat mempunyai jabatan fungsional
  6. Ibu Wiendra : Untuk jabatan fungsional akan diusulkan segera, mengingat kebutuhan pelayanan sudah banyak
  7. Ibu Gita : Jabatan fungsional bisa, jika sudah ada formasi PNS untuk itu dan akan diusulkan ke Menpan untuk formasi Nakestrad
  8. Ibu Wiendra : Lulusan Jamu nakestrad sudah banyak, tetpai lebih banyak terserap ke industry. Kita bisa melebar ke pelayanan karena modalitas kita sudah cukup untuk dapat membuka praktek sendiri, tinggal menunggu keputusan Menteri Kesehatan untuk pembuatan Permenkes.
  9. Penyerahan surat dari Menkes tentang pengakuan ppkestrajamnas sebagai mitra pemerintahan


WORKSHOP PEMBERDAYAAN PEMBUATAN SABUN HERBAL

Category : Academic Excellence

            Klaten – Selasa, 1 September 2020. Pandemi Covid-19 telah banyak merugikan berbagai kalangan. Mulai dari kalangan atas, para petinggi, hingga masyarakat kecil. Salah satu kerugian yaitu kerugian materil, dimana banyak masyarakat usia produktif yang dikeluarkan secara sepihak oleh perusahaan atau tempat dia bekerja dengan dalih mengurangi biaya produksi. Hal in tentu saja semakin sulit lantaran saat pandemi, kebutuhan untuk meningkatkan derajat kesehatan makin banyak.

            Pengabdian masyarakat adalah salah satu bentuk realiasasi dari civitas akademika dalam menimba ilmu, dan diterapkan atau dipublikasikan ke masyarakat luas. Bekerja sama dengan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pujakesuma Poltekkes Surakarta, pengabdian masyarakat kali ini memiliki tema workshop pembuatan sabun herbal. Targetnya yaitu ibu – ibu kader PKK Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. kegiatan in berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan, dimana para peserta memakai masker dan jarak antar peserta juga diatur.

            Pembuatan sabun herbal dipilih karena mudah dalam mencari bahan pembuatan. Selain itu, sabun ini nantinya juga memiliki daya jual di masyarakat. Sehingga, selain mencegah diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19, sabun ini juga bisa membantu ekonomi masyarakat yang terdampak. Bahan yang digunakan juga ramah lingkungan dan murah di pasaran.

            Kedepannya, diharapkan masyarakat mampu lebih produktif dengan memvariasikan bahan pembuatan sabun herbal, sehingga mampu menjadikan desanya menjadi sentra industri pembuatan sabun herbal. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh pemerintah Desa Beku. Menurut masyarakat disini, pemanfaatan sabun herbal sudah tepat guna.

            Sebagai penutup, para peserta workshop juga diajari bagaimana menerapkan protokol kesehatan yang baik di masyarakat. Yaitu dengan sering mencuci sebelum dan setelah melakukan aktivitas, menerapkan physical distancing, dan selalu menggunakan masker apabila keluar rumah. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di kabupaten Klaten.


WAWANCARA TRIBUNNEWS DENGAN KAJUR JAMU

Category : Academic Excellence

Mengkonsumsi jamu diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh atau kekebalan tubuh (imunitas) dari berbagai penyakit termasuk Covid-19. Jamu apa saja yang sebaiknya dikonsumsi dan bagaimana aturan mengkonsumsi jamu yang benar? Ketua Jurusan Jamu Politeknis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Surakarta, Indarto AS mengatakan tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki sistem pertahanan atau sistem imun dari serangan virus atau kuman dari luar

Sistem imun itu ada yang berupa kekebalan tubuh bawaan sejak lahir seperti kulit, rambut, horman, enzim, HCL di dalam perut. Namun, ada pula kekebalan tubuh yang sifatnya imun adaftif. Dalam proses pembentukan imun adaftif ini, lanjut Indarto, pembentukan sel makrofa atau sel limposit untuk melawan virus atau kuman dipengaruhi oleh beberapa sintesa zat-zat kimia alami. Zat-zat kimia alami itulah yang terdapat dalam tanaman-tanaman jamu yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh atau menekan daya tahan tubuh kalau berlebihan. “Jadi, herbal atau jamu itu berfungi merangsang sel-sel yang bekerja untuk imunitas,” kata Indarto saat wawancara via zoom, Kamis (2/7/2020). Indarto menerangkan, jenis tanaman untuk jamu jumlahnya cukup banyak. Tanaman itu umumnya sudah tersedia di sekitar masyatarakat. Di antaranya ada empon empon, jahe, kunyit, lengkuas, kunyit, temulawak, kayu manis, jeruk, daun kelor, kencur, sirih, aloe vera (lidah buaya) dan meniran.

Diharapkan kedepannya publikasi melalui media seperti ini dapat membuka wawasan di masyarakat tentang manfaat obat tradisional (jamu) terhadap peningkatan imunitas serta mendorong masyarakat agar kembali menggunakan jamu sebagai sarana pencegahan penyakit.



BAKTI SOSIAL JURUSAN JAMU

Category : Academic Excellence

Pandemi global virus corona masih terus mengalami perkembangan, mulai dari peningkatan jumlah kasus, angka kematian, dan jumlah pasien sembuh. Hingga awal April ini belum ditemukan vaksin yang tepat untuk menangkalnya. Sejmlah penelitian pun masih dikembangkan dan mungkin akan berjalan lama. Oleh karena itu, menerapkan tindakan pencegahan dengan semaksimal mungkin adalah salah satu hal yang wajib dilakukan. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dari luar dan dalam tubuh.

Poltekkes Kemenkes Surakarta khususnya Jurusan Jamu pada hari Jumat 3 April 2020 sampai dengan Senin 6 April 2020 melakukan Bakti Sosial di lingkungan sekitar kampus

Kami sebagai warga negara dan civitas akademika merasa mempunyai kewajiban untuk membantu dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar kami dengan memberikan bantuan berupa makanan sehat dan jamu empon-empon sebagai salah satu pencegahan penyakit dari dalam tubuh.

Dengan pemberian makanan dan minuman tersebut harapannya masyarakat agar bisa mencegah penyakit dengan selalu berupaya meningkatkan sistem imun tubuh mereka.

Sasaran kami yaitu masyarakat kebawah terutama orang tua dan para pekerja informal  yang tidak mempunyai hak kerja dari rumah. Dan di karenakan hal tersebut, maka mereka ini sangat rentan terhadap penularan penyakit atau wabah yang sedang menjadi pandemi.

Kami berharap bantuan yang sedikit kami berikan dapat berguna sebaik mungkin, mampu meningkatkan sistem imun dan penularan virus, serta membuat badan lebih bugar.


AKSI MINUM JAMU BERSAMA

Jurusan Jamu, Kampus 3 Polkesta. Hari Jumat 13 Maret 2020

Aksi Minum Jamu Bersama dalam paket Sambang Puskemas bersama Bupati Klaten

Mari Minum Jamu, Badan Sehat, Tenaga Kuat, Indonesia Sehat

Sumber : Website Poltekkes Surakarta

Link : http://poltekkes-solo.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1568:aksi-minum-jamu-bersama&catid=98:informasi


SEMINAR INTERNASIONAL MERAMU JAMU YANG RASIONAL

Pembicara dan Panitia Seminar Internasional, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta pada 20 Januari 2020

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan seminar internasional upaya meramu jamu yang rasional “1st International Conference on “1st International Conference on Traditional Medicine” kerjasama antara HMJ Jurusan Jamu, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dan COE Poltekkes Kemenkes Surakarta, 20 Januari 2020 di Surakarta, Jawa Tengah.

Seminar 1st International Conference on Traditional Medicine ini dihadiri mahasiswa, praktisi kesehatan tradisional, akademisi, birokrat, kalangan industri dengan jumlah sekitar 500 orang. Tema seminar adalah “The Effort to Develop Health Traditional Service with Rational Holistic Approach”.

Latar belakang pemilihan tema tersebut terkait dengan semakin banyaknya bukti penelitian beberapa ramuan Jamu secara klinis, namun hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang apriori terhadap penggunaan Jamu. Sementara, saat ini penelitian Jamu berbasis pelayanan sudah banyak dipelopori pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tradisional dan terbukti ramuan Jamu tersebut bermanfaat, aman, menyehatkan dan mampu mengurangi gejala gangguan kesehatan.

Seminar ini menghadirkan pakar bidang kesehatan tradisional dari 4 negara, yang mengupas dan meyakinkan tentang manfaat Jamu sebagai warisan budaya leluhur untuk kesehatan, bukti-bukti penelitian ilmiah tentang Jamu, cara menyediakan ramuan yang baik, aman, bermanfaat, rasional, sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Sebagai keynote speaker Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI., yang menyampaikan gambaran besar tentang keadaan dan paradigma pengobatan tradisional saat ini yang semakin diminati oleh masyarakat. Pada kesempatan ini, juga disampaikan bagaimana perhatian pemerintah terhadap pengobatan tradisional dengan mendirikan beberapa fasilitas di berbagai daerah dan juga membuat regulasi tentang pelayanan kesehatan tradisional.

Tampil sebagai pembicara pertama: Husen Ahmad Baajry, M.D., Ph.D. Founder Tourist Hospital di Purwakarta. Konsep dari pengobatan di rumah sakit ini adalah mengobati secara perlahan, mulai dari mengubah pola mkan & gaya hidup hingga pada akhirnya yaitu memberikan kesempatyan pada tubuh untuk mengobati sendiri gangguan yang dirasakan. Beliau juga menulis buku tentang pengobatan alami yang dilakukan oleh tubuh manusia sendiri.

Pembicara selanjutnya yaitu: dr. Julia Rakus, MA. dari Austria. Saat ini masih berprofesi sebagai dokter di unit gawat darurat di salah satu rumah sakit terkenal di Vienna, Austria. Materi yang disampaikan tentang bagaimana mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional, terutama pada penderita kanker yang sudah kronis. Diantaranya menggunakan terapi akupuntur, TCM, Yoga, dan lain sebagainya

Pembicara ketiga: Prof. Dr. Nahlah Elkudssiah Ismail dari Malaysia, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Operasi di Fakultas Farmasi di MAHSA University Malaysia. Sudah menerbitkan lebih dari 200 publikasi termasuk artikel jurnal penelitian, prosiding, buku, dan majalah. Materi yang dibahas berupa penggunaan madu dalam pengobatan anti stress/anti-stress. Madu yang dimaksud adalah madu akasia yang sudah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan beliau.

Pembicara yang terakhir: dr. Fransiscus Kiki Sulistyo dari Jerman. Beliau warga Indonesia, asli dari Malang. Mengenyam berbagai pendidikan di Jerman hingga saat ini menetap di Jerman. Beliau juga membuka pelayanan klinik secara privat di Dormagen, Jerman. Materi yang disampaikan antara lain pengintegrasian antara pengobatan konvensional dengan tradisional, terutama yang menggunakan ramuan.

Selain menggunakan ramuan, dr. Kiki juga sering menggunakan pengobatan dengan metode tradisional untuk membantu pemulihan pasiennya, antara lain dengan Chinnese Herbal Medicine, akupunktur, dan tuina.Upaya ini dilakukan untuk menggairahkan kembali pengembangan jamu sebagai warisan budaya leluhur, sehingga dapat diterapkan dalam mengembangkan upaya pelayanan kesehatan tradisional secara holistik yang rasional. Redaksi JamuDigital.Com

jamudigital.com

Sumber : https://www.jamudigital.com/berita?id=Poltekkes_Kemenkes_Surakarta:_Seminar_Internasional_Meramu_Jamu_yang_Rasional

DOKUMENTASI

Youtube Politeknik Kesehatan Surakarta

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=9GBSqQmHuVM

PEMINAT OBAT TRADISIONAL TERUS MENINGKAT

SOLO – Kini produk jamu tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Diracik tangan-tangan muda mahasiswa Politeknik Kesehatan Surakarta, karya warisan luhur itu dipamerkan di lobi Gedung Pertemuan D’ Wangsa Hotel Lor In Solo sebagai pengobatan holistik masa kini. Acara itu dikemas berbarengan di acara The First International Conference on Traditional Medicine (Senin, 20/01). Peminat pengobatan tradisional pun juga cenderung meningkat.
Sebanyak 600 peserta seminar yang datang dari penjuru Indonesia disambut stan pameran yang memajang berbagai produk jamu herbal. Ada jamu Pilis Ayu. Konon jamu yang biasa ditempel di dahi bagi ibu habis melahirkan itu bermanfaat untuk meredakan demam. Produk lain adalah Boreh Kalang Tinantang. Ramuan ini bagus untuk rileksasi, mengatasi capek dan bisa mengangkat kulit mati. Bagi yang merasakan pegal-pegal ada ramuan Parem. Racikan berbahan jahe, tepung beras, kencur dan minyak gandapura ini bisa mengatasi lelah tubuh secara alami.
Jamu yang dipamerkan itu adalah karya mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta. Selain sebagai bagian tugas kuliah, pameran ini menjadi edukasi masyarakat untuk menggunakan bahan ekstrak sebagai bagian pengobatan masa kini.
“Pameran produk jamu ini karya para mahasiswa. Selain dari Poltekes Surakarta ada juga ada dari Poltekes Semarang, Bandung dan Jakarta. Semua bahan yang diramu adalah bahan alami” kata Robikh, mahasiswa Jurusan Jamu, Politeknik Kesehatan Surakarta Semester IV (20/01).
Dia menambahkan ada buku-buku yang dijadikan pedoman masyarakat dalam pemanfaatan produk ekstrak. Ada buku Jamu Tradisional Indonesia atau Fu Hai yang berisi daftar tanaman obat bisa menjadi rujukan.
Director of Traditional and Complementary Health Service Ministry of Health of Indonesia Ina Rosalina sekaligus keynote speaker The First International Conference on Traditional Medicine menjelaskan pemanfaatan obat tradisional oleh masyarakat cenderung meningkat.
“Berdasarkan hasil penelitian kesehatan dasar pemanfaatan obat tradisional meningkat dari 30% di tahun 2013 meningkat menjadi 52% di tahun 2018. Yang penting bagi masyarakat jangan mencampur obat tradisional dengan bahan kimia. Khususnya penggiat dan profesi jamu tradisional perlu melengkapi Surat Keterangan Register (SKP)” jelas Ina.
Ina mencontohkan adalah pemanfaatan jati Belanda yang bisa diramu menjadi teh dan efektif untuk diet obesitas. Hanya memang pengobatan tradisional yang sudah diterapkan ini belum bisa diklaimkan di BPJS. Tapi usaha ini tetap dilakukan agar jamu menjadi salah satu warisan budaya.
The First International Conference on Traditional Medicine selain mengusung Ina Rosalina sebagai keynote speaker, acara yang berlevel internasional itu juga menghadirkan pembicara dari 4 negara. Panitia menghadirkan dr Julia Rakus dari Austria, Prof Dr dr Nahlah Elkudssiah Binti Ismail Ph.D dari Malaysia, dr Kiki Sulityo dari dari Jerman dan dr Husen A Bajry MA. Ph.D dari Indonesia sekaligus owner Rumah Sakit Holistic Medecine di Purwakarta

klatenkab.go.id | Website Pemkab Klaten

Sumber : https://klatenkab.go.id/peminat-obat-tradisional-terus-meningkat/

1st INTERNATIONAL CONFERENCE ON TRADITIONAL MEDICINE

HMJ Jamu bekerjasama dengan CoE Polkesta Mempersembahkan

1st International Conference on Traditional Medicine

Link Website kegiatan di https://ictm.poltekkes-solo.ac.id/


KALENDER

October 2020
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

PENGUNJUNG

  • 1
  • 16
  • 17
  • 6,601