Category Archives: Informasi

UMKM RUMAH PENGOBATAN IKHLAS KARANGANYAR

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan “Pembinaan dan Pendampingan Mitra UMKM PUI-PUJAKESUMA” yang diselenggarakan pada Rabu, 5 Oktober 2022 di Rumah Pengobatan Ikhlas Karanganyar. Beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 10 Jetis RT 04/RW 03, Cerbonan, Karanganyar 57711.

  1. Pembukaan oleh Indri Kusuma Dewi (Ketua Jurusan Farmasi)
  2. Sambutan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan) antara lain Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Tujuan kedatangan adalah POLKESTA memiliki Pusat Unggulan IPTEK yaitu PUI Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan melakukan penjajakan UMKM yang dapat bekerja sama khususnya pada herbal yaitu jamu. Kedepannya diharapkan dapat terus melakukan kerja sama dari produk antara UMKM Rumah Pengobatan Ikhlas dan PUI-PUJAKESUMA POLKESTA. Untuk menjaga kebersamaan alumni agar menjadi mitra UMKM PUI-PUJAKESUMA POLKESTA, sehingga menggandeng alumni khususnya Jamu untuk dapat terus berkembang bersama PUI-PUJAKESUMA POLKESTA
  3. Sambutan oleh Iin Widik Ilhami (Owner UMKM Rumah Pengobatan Ikhlas) antara lain Produk unggulan UMKM Rumah Pengobatan Ikhlas adalah wedangan untuk kesehatan. Harapannya produk kerjasama antara UMKM Rumah Pengobatan Ikhlas dan PUI-PUJAKESUMA yang dipasarkan tetap terjaga mutunya dan sesuai dengan khasiatnya. Dapat memajukan dan ikut mensukseskan alumni khususnya Prodi D-III Jamu
  4. Sambutan oleh Perwakilan Dinas UMKM Kabupaten Karanganyar
  5. Rencana Tindak Lanjut antara lain Melakukan perencanaan pendampingan dan pembinaan untuk produk-produk yang telah dibuat, bekerjasama dengan Tim PUI-PUJAKESUMA dan UMKM Rumah Pengobatan Ikhlas. Memilih beberapa produk yang akan menjadi produk unggulan dari UMKM Rumah Pengobatan Ikhlas untuk dapat diteliti dan diuji kandungan produknya dan Memperhatikan cara penyimpanan produk dan dapat melakukan percobaan untuk mengecek masa berlaku produk dapat bertahan berapa lama
  6. Penandatanganan MoU/Perjanjian Kerjasama
  7. Foto Bersama dan Penyerahan Produk Bahan Jamu
  8. Penutupan oleh Indri Kusuma Dewi (Ketua Jurusan Farmasi)

UMKM WEDANGAN MILLENIAL SEMARANG

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan “Pembinaan dan Pendampingan Mitra UMKM PUI-PUJAKESUMA” yang diselenggarakan pada Jum’at, 23 September 2022 di Wedangan Millenial. Beralamat Dusun Kalisari RT 02/RW 01 Desa Plumutan, Bancak, Semarang 50182.

  1. Pembukaan oleh Indri Kusuma Dewi (Kajur Farmasi)
  2. Sambutan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan) antara lain Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Tujuan kedatangan adalah POLKESTA memiliki Pusat Unggulan IPTEK yaitu PUI Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan melakukan penjajakan UMKM yang dapat bekerja sama khususnya pada herbal yaitu jamu. Ke depannya diharapkan dapat terus melakukan kerja sama dari produk antara UMKM Wedangan Millenial dan PUI-PUJAKESUMA POLKESTA. Untuk menjaga kebersamaan alumni agar menjadi mitra UMKM PUI-PUJAKESUMA POLKESTA, sehingga menggandeng alumni khususnya Jamu untuk dapat terus berkembang bersama PUI-PUJAKESUMA POLKESTA. Produk unggulan UMKM Wedangan Millenial yang berbeda dari tempat lain yaitu wedang uwuh rempah, perbedaan nya yaitu dari segi komposisi dan packaging. Kemudian jika sudah dilakukan kerjasama, maka produk dapat dilihat dan diuji dari kandungan bahan komposisinya. Harapannya produk kerjasama berdasarkan penelitian sehingga dapat menjaga kualitas mutu produk
  3. Sambutan oleh Sinta Mulia, A.Md.Kes (Owner Wedangan Millenial) antara lain Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Menyambut baik kedatangan untuk bekerja sama dengan PUI-PUJAKESUMA POLKESTA. Harapan kerjasama ini, semoga UMKM Wedangan Millenial dapat dibina dan dibimbing agar menjadi UMKM yang sukses dan dapat memberikan kontribusi kerjasama mutualisme antara UMKM Wedangan Millenial dan PUI-PUJAKESUMA POLKESTA. UMKM perlu untuk dapat terus berkembang khususnya dengan memfokuskan pada khasiat jamu
  4. Penandatanganan MoU/Perjanjian Kerjasama
  5. Foto Bersama dan Penyerahan Produk Bahan Jamu
  6. Penutupan oleh Indri Kusuma Dewi (Kajur Farmasi)

UMKM NDALEMJAMU.ID PONOROGO

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan “Pembinaan dan Pendampingan Mitra UMKM PUI-PUJAKESUMA” yang diselenggarakan pada Jum’at, 26 Agustus 2022 di Ndalemjamu.id Ponorogo. Beralamat di Dukuh Karangan RT 03/RW 02, Jebeng, Slahung, Ponorogo.

  1. Pembukaan oleh Indri Kusuma Dewi (Kajur Farmasi)
  2. Sambutan oleh Athanasia Budi Astuti (Kapus Pengembangan Pendidikan) antara lain Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Tujuan kedatangan adalah POLKESTA memiliki Pusat Unggulan IPTEK yaitu PUI Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dengan melakukan penjajakan UMKM yang dapat bekerja sama khususnya pada herbal yaitu jamu. Kedepannya diharapkan dapat terus melakukan kerja sama dari produk antara UMKM ndalemjamu.id dan PUI PUJAKESUMA POLKESTA. Produk unggulan UMKM ndalemjamu.id adalah minuman langsung khususnya wedang uwuh dengan 11 komposisi, biasanya UMKM ndalemjamu juga ikut berkontribusi di acara-acara kegiatan di Desa Jebeng dan Kabupaten Ponorogo. Kedepannya juga dari pengembangan kerjasama antara UMKM ndalemjamu.id dan PUI PUJAKESUMA akan dilakukan pembuatan produk berbasis riset penelitian. Sehingga produk akan disurvei di lapangan dan melakukan pengecekan terhadap komposisi produk, selanjutnya bisa dilakukan pengecekan di laboratorium dan jika sudah menghasilkan penelitian dan produk dapat di HKI-kan
  3. Sambutan oleh Eriyanti Diyah Husniasari (Owner Ndalemjamu.id Ponorogo) antara lain Ucapan salam, puji syukur dan terimakasih. Menyambut baik kedatangan untuk bekerja sama dengan PUI-PUJAKESUMA POLKESTA. Pemilik UMKM ndalemjamu.id Ponorogo merupakan Alumni Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta. Awal mula memulai bisnis karena dahulu lulusan D-III Jamu yang kesulitan untuk mencari kerja  dan dimulai dengan mengelilingi pasar untuk menawarkan produk-produk jamu yang dijual‌. Di Desa Jebeng sendiri juga cukup banyak yang menjual jamu gendong, namun perbedaan nya dengan UMKM ndalemjamu.id adalah ilmu-ilmu yang sudah dipelajari sebagai Alumni Jurusan Jamu. Pengembangan produk jamu UMKM ndalemjamu.id juga sudah cukup lama dengan berbagai macam trial error. Pada UMKM ndalemjamu.id untuk mutu produk biasanya dilakukan pengetesan langsung oleh Dinas Kesehatan Kab. Ponorogo, harapannya dari segi rasa dan manfaat jamu nya agar dapat dipertahankan. Di Ponorogo sendiri untuk bahan baku jamu cukup banyak yang menjual seperti temulawak, kencur dan sudah diekspor ke luar negeri. Kendala UMKM ndalemjamu.id yaitu agak sulit pada bagian perizinan khususnya P-IRT dan BPOM
  4. Rencana Tindak Lanjut antara lain Dapat terus di follow up kerjasama antara UMKM ndalemjamu.id dan PUI PUJAKESUMA POLKESTA. Akan dilakukan kegiatan pembinaan dari Dinas UMKM melalui zoom meeting yang bekerjasama dengan PUI PUJAKESUMA dan seluruh UMKM binaan PUI PUJAKESUMA POLKESTA. Produk kerjasama dapat dicantumkan dengan logo UMKM ndalemjamu.id dan PUI PUJAKESUMA POLKESTA
  5. Penandatanganan MoU/Perjanjian Kerjasama
  6. Foto Bersama dan Penyerahan Produk Bahan Jamu
  7. Penutupan oleh Indri Kusuma Dewi (Kajur Farmasi)

WORKSHOP SEDIAAN HERBAL DAN PENYULUHAN KESEHATAN TAHAP II

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Pembinaan UMKM Desa Binaan dengan tema “Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat Tahap II” yang diselenggarakan pada Senin s.d Selasa, 11-12 Juli 2022 di Syariah Hotel.

  1. Pembukaan oleh Irzal Fandi Darmawan, A.Md (MC)
  2. Sambutan dan arahan oleh Satino, S.KM., M.ScN (Direktur) yaitu Sejak merebaknya Covid-19 ini, popularitas tanaman obat semakin meningkat. Kekebalan tubuh yang kuat dipercaya akan menghindarkan diri dari terkena wabah virus tersebut. Masyarakat percaya bahwa menggunakan obat tradisional seperti jamu dari rimpang jahe, kunyit, temulawak atau kencur dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kegiatan pendampingan UMKM desa binaan ini juga sebagai salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengetahuan tentang pemanfaatan sediaan herbal. Dalam kegiatan workshop ini menggunakan metode pembelajaran berupa materi dan praktikum pengolahan dan pengelolaan bahan jamu
  3. Pemaparan Materi 1 oleh Dr. Achmad Buchori, S.Pd, M.Pd (Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Jurnal LPPM UPGRIS)
    a.Syarat pendirian PUSAT INKUBATOR BISNIS antara lain SK Pendirian Inkubator, SK Kepala Unit Kerja IB dan SK PengangkatanTim Manajemen IB, Bangunan IB terutama ruang usaha tenant residen, Model Inkubasi IB, Business Plan Lengkap, Action Plan IB dan SOP IB
    b.Pengertian Matching Fund Kedaireka, Salah satu bentuk transformasi dana pemerintah dilakukan melalui Matching fund untuk kerja sama dengan Mitra. Matching fund diprioritaskan untuk kemitraan yang memiliki dampak terbesar terhadap 8 IKU. Program Matching fund diharapkan akan mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara kampus, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mengembangkan konektivitas pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi dengan industri.
    c.Indikator Kinerja Utama (8 IKU), dimana Indikator Kinerja Utama (8 IKU) yang ditetapkan melalui Kepmendikbud No 03/M/2021 mencakup Lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, Dosen berkegiatan di luar kampus, Praktisi mengajar di dalam kampus, Hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, Program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, Kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan Program studi berstandar internasional.
    d.Kedaireka : Panduan Teknis Matching Fund 2022
    e.Kategorisasi Inovasi di Kedaireka
    f.Skema Matching Fund 2022
    g.Ruang Lingkup Kerjasama antara lain Adopsi atau difusi, hilirisasi, komersialisasi produk, purwarupa, teknologi, kebijakan, Adopsi iptek dan kepakaran oleh perguruan tinggi untuk mitra, Penerapan rencana bisnis dan business model canvas dan Pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI)/Centre of Excellence (CoE)
    h.Proyek Indikatif Tematik antara lain Ekonomi Hijau, Ekonomi Biru, Ekonomi Digital, Kemandirian Kesehatan dan Pengembangan Pariwisata (Tourism)
    i.Sistem & Skema Pendanaan Program, dimana Pendanaan Matching fund 2022 tidak dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber pendanaan yang lain (double funding).
    j.Komponen Pembiayaan Kemajuan antara lain Honorarium dan/atau Insentif, Biaya Operasional, Biaya Produksi dan Biaya Pengelolaan Program
    k.Pendanaan Matching Fund TIDAK DAPAT DIGUNAKAN untuk hal-hal sebagai berikut Pembelian lahan/tanah, Pembelian kendaraan operasional, Pembangunan atau perbaikan infrastruktur gedung, kantor atau jalan, Jaminan dan pinjaman kepada pihak lain.
    l.Cara akses platform untuk mengajukan Matching Fund 2022
  4. Pemaparan Materi 2 oleh Triati Dewi Kencana Wungu, Ph.D (Dosen FMIPA ITB)
    a.Karakteristik Kelembagaan PUI-PK antara lain Memiliki Keunggulan Kompetitif, Memiliki Nilai Strategis, Alih Teknologi dan Pengetahuan / HUB, Kelembagaan yang Kuat & Berkelanjutan, Menjadi Rujukan Nasional, Berkelas Dunia dan Menjadi Kebanggaan Bangsa
    b.KELEMBAGAAN antara lain Standardisasi proses, roadmap, informasi web dan distribusi anggaran
    c.AKADEMIK berupa roadmap, publikasi, MBKM, dan distribusi anggaran
    d.KOMERSIALISASI berupa jejaring, sustainability, produk, layanan dan distribusi anggaran
    e.Kriteria PUI-PK Tahun 2021: Academic Excellence (40%) & Commercialization (60%)
    f.Perencanaan Kegiatan PUI-PK meliputi Rencana strategi PUI PK, Indikator kinerja dan Research roadmap
    g.Perhitungan Kinerja PUI PK. Untuk Penilaian PUI-PK dilakukan 2 kali yakni di awal tahun dan di akhir tahun. Dimana Penilaian awal tahun yaitu Penilaian berdasarkan capaian kinerja (AE & COM) tahun ke (N-1) dan Penilaian rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun N yang dituangkan dalam bentuk matrix kegiatan, sedangkan Penilaian akhir tahun yaitu Penilaian berdasarkan rencana kegiatan dan ketercapaian kinerja (rumus di slide berikutnya)
    h.Kendala Inovasi dan konsep hilirisasi antara lain Banyaknya produk inovasi yang belum terkomersialisasi dengan baik, Keterbatasan perguruan tinggi dalam melakukan Hilirisasi dan Komersialiasi, Keterbatasan perguruan tinggi terkait fasilitas dan infrastruktur untuk produksi, Keterbatasan ekosistem perguruan tinggi terkait value chain produksi dan komersialisasi, Keterbatasan sumber pendanaan untuk hilirisasi produk inovasi.
  5. Pemaparan Materi 3 oleh apt. Saryanto S.Farm (Peneliti B2P2TOOT Tawangmangu)
    a.JAMU termasuk obat Tradisional yang dibuat dari bahan atau ramuan dari tumbuhan, hewan, atau mineral dan sediaan sarian atau campuran yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan norma yang berlaku di masyarakat.
    b.SEHAT yaitu Keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis
    c.BUGAR adalah Kemampuan tubuh untuk berkegiatan sehari-hari dengan penuh energi, dan setelahnya masih memiliki semangat dan tenaga cadangan untuk menikmati waktu segang dan siap untuk melakukan kegiatan lain yg mendadak atau tidak.
    d.Tujuan penggunaan Obat Tradisional ialah sebagai tindakan preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif terhadap suatu penyakit. Tetapi beberapa tumbuhan masih terbatas dalam penelitian ilmiah baik secara in vitro, invivo dan uji klinik. Namaun demikian tumbuhan obat tersebut masih dimungkinkan untuk dimanfaatkan dalam kaitan khasiatnya utnuk membantu memelihara daya tahan tubuh dengan tetap memperhatikan beberapa hal, antara lain: kemungkinan reaksi alergi, kelompok yang berisiko seperti bayi, anak-anak, wanita hamil, orang lanjut usia, serta kondisi penyakit tertentu. Takaran penggunaan dan kombinasi tidak boleh berlebihan, lebih baik tetap dalam pengawasan dokter atau apoteker.
    e.Jamu sebagai sistem imun artinya Semua mekanisme yang digunakan badan untuk mempertahankan keutuhan tubuh, sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup
    f.Fungsi jamu antara lain PERTAHANAN tubuh, yaitu menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit, selanjutnya KESEIMBANGAN, atau fungsi homeostatik artinya menjaga keseimbangan dari komponen tubuh dan PERONDAAN, sebagian dari sel-sel imun memiliki kemampuan untuk meronda ke seluruh bagian tubuh. Jika ada sel-sel tubuh yang mengalami mutasi maka sel peronda tersebut akan membinasakannya.
  6. Praktikum pembuatan produk jamu oleh masing-masing kelompok
    a.Grup Eksternal (UMKM/Kader/Instansi Lain) antara lain Kelompok 1-Ramuan Hipertensi dan Batuk tanpa demam, Kelompok 2-Ramuan Diabetes Melitus dan Batuk disertai pilek, Kelompok 3-Ramuan Kolestrol dan Sariawan, Kelompok 4-Ramuan Asam Urat dan Sakit pegal linu, Kelompok 5-Ramuan Maag dan Perut mulas karena angin dan Kelompok 6-Ramuan Batuk Pilek dan Diare/Mencret
    b.Cara Pemakaian yaitu Didihkan 5 gelas air ( 900 ml ), Masukkan 1 kemasan ramuan jamu, Tunggu selama 15 – 20 menit ( sampai air terisa 3 gelas dengan nyala api kecil dengan sesekali diaduk), Diamkan hingga hangat/ dingin ( tetap tutup rapat), Saringlah dan minum 3 x 1 gelas tiap hari.
    c.Cara Meminum Godokan yaitu Minum dalam kondisi hangat; Dua kali atau tiga kali sehari, satu jam sebelum makan. Biasanya pada pagi dan sore hari. Dalam kondisi perut kosong lebih mudah diserap; Ada beberapa jenis godokan diminumkan beberapa kali;Jamu diminum rutin dan Bila minum sebagai komplementer ada jarak minun dengan obat minimal 1,5 jam
  7. Penutupan oleh Irzal Fandi Darmawan, A.Md (MC)

PENCANANGAN JAMU FITOFARMAKA DAN SUMBER BAHAN LOKAL

Dalam kegiatan “Pencanangan Jamu Fitofarmaka dan sumber Bahan Lokal” oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Polkesta turut serta menjadi salah satu peserta pameran dan pendukung acara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bung Karno Surakarta. Sebagai pendukung acara menyuguhkan tari Merak dan penabuh gamelan dari mahasiswa Polkesta. Kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 8 s.d 10 Juni 2022, dan puncaknya di tanggal 9 Juni 2022. Sesuai dengan tema diatas maka Polkesta menghadirkan Jurusan/prodi rumpun kefarmasian yaitu jurusan Jamu, Anafarma dan Farmasi. Sedianya kegiatan ini di hadiri oleh gubernur Jawa Tengah Bp.Ganjar Pranowo tetapi karena ada kegiatan yang lain beliau mewakilkan Sekda Jateng Bp. Sumarno.

Setda Jateng menyampaikan bahwa industri jamu di Jawa tengah sudah banyak bahkan produknya sudah dipasarkan diluar Jawa Tengah, yang perlu didorong adalah dari prodak-prodak herbal itu bisa menjadi obat Fitomarmaka dan nanti masuk formularium itu sejajar dengan obat-obat kimia yang nantinya bisa masuk di rumah sakit, puskesmas dan klinik-klinik Kesehatan.
“Bahan obat dari herbal itu pasti lebih baik, tetapi memang kendala nya butuh waktu yang lama untuk uji klinis sampai obat tersebut aman sebagai obat fitomarmaka. Tentunya dukungan akan diberikan dari Pemprov Jateng dengan Gerakan-gerakan minum jamu atau kerjasama dengan pihak-pihak terkait” ungkap Bp Sumarno diakhir wawancara dengan humas Polkesta.

More Info : RADARSOLO


MONITORING DAN TINDAK LANJUT HASIL WORKSHOP

Pada hari Kamis tanggal 24 bulan Februari tahun dua ribu dua puluh dua telah dilaksanakan kegiatan “Monitoring dan Tindak Lanjut Hasil Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat” yang bertempat di Joglo Taman Wisata Jamu PUJAKESUMA Nglorogrejo, Desa Jeblog, Karanganom, Klaten.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan kunjungan dan sharing informasi program kerja kegiatan pendampingan UMKM Desa Binaan PUI-PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta antara perwakilan kader Desa Jeblog, Karanganom, Klaten dan Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali.


WORKSHOP PEMBUATAN SEDIAAN HERBAL DAN PENYULUHAN KESEHATAN

PUI PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta mengadakan kegiatan Pembinaan UMKM Desa Binaan dengan tema “Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat” yang diselenggarakan pada Kamis s.d Jum’at, 10-11 Februari 2022 di Syariah Hotel.

  1. Pembukaan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)
  2. Sambutan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I) antara lain Melalui program pembinaan ini, peningkatan kapasitas pelaku UMKM obat tradisional untuk menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dilakukan secara bertahap sebagai langkah nyata untuk mendorong UMKM obat tradisional agar dapat menghasilkan produk aman dan bermutu secara konsisten. Pembinaan UMKM obat tradisional khususnya terkait UMKM Jamu sangat sejalan dengan upaya pencegahan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.
  3. Arahan oleh Satino, SKM, M.ScN (Direktur) antara lain Permintaan terhadap produk obat tradisional diyakini mengalami peningkatan di situasi pandemi saat ini. Hal ini terkait dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Obat tradisional dianggap bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan imunitas, sehingga saat ini masyarakat banyak mengonsumsi obat tradisional khususnya jamu dan minuman kesehatan. Obat tradisional merupakan kekayaan budaya dan alam Indonesia, serta memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi. Industri obat tradisional di Indonesia bersifat padat karya dan didominasi oleh pelaku UMKM yaitu sebesar 87,2%. Namun, sebagai yang mendominasi industri jamu, UMKM obat tradisional masih mengalami tantangan dalam hal pengembangannya. Tantangan yang kerap kali dihadapi UMKM di sektor ini antara lain, keterbatasan bahan baku, peralatan, permodalan, dan sumber daya manusia.
  4. Pemaparan Materi oleh apt. Ariel Dwi Puspitawati, S.Si (Founder Cafe Love Jamu) antara lain Target Pasar Millennial/Zenial yaitu bagaimana membuat jamu yang tidak pahit, manis, kecutnya sedikit, berwarna warni, menarik, latte, soda dan memiliki edukasi tersendiri. Pada proses bahan baku yaitu BANYAK PEMINAT dan POTENSI BERKEMBANG dengan pengolahan standar farmasi. Hal yang perlu dipersiapkan dalam mengembangkan bisnis jamu antara lain Edukasi/Belajar, Video, Terima Tamu, Uji Coba Produk, dan Foto – Foto. Value love jamu antara lain fokus tim farmasi dan standar pengolahan secara farmasi, kreatif dan inovatif, menjaring relasi serta belajar dan berbagi
  5. Pemaparan Materi oleh Ali Kosim, S.Farm (Barista Cafe Love Jamu) antara lain History Café Love Jamu, Pembuatan jamu dulu hingga sekarang yaitu Direbus menggunakan panci stainless atau tanah liat. Dimana kekurangannya yaitu Senyawa bisa saja rusak di pemanasan yang tidak diatur suhunya, Rasa pahit dominan keluar dan Rasa bisa berubah-ubah. Sedangkan kelebihannya yaitu mengurangi rasa pahit, rasa lebih soft dan waktu penyeduhan bisa diatur sesuai selera. Tugas barista jamu antara lain Memiliki pengetahuan tentang bahan rempah yang digunakan, Menyajikan minuman yang enak menggunakan metode manual atau mesin, Mengoperasikan dan merawat alat seduh, Menjaga kebersihan meja bar dan area untuk pengunjung, Melayani pelanggan dan menerima pesanan serta Menyapa dan berkomunikasi dengan ramah kepada pelanggan. Bahan Rempah berbentuk Simplisia utuh, Rajangan dan serbuk. Barista Jamu harus memiliki pengetahuan tentang asal bahan, pengolahan bahan mulai dari tanaman hingga Penyajian Jamu kepada pelanggan, agar mengetahui kualitas jamu yang dibuat.
  6. Praktikum pembuatan produk jamu oleh masing-masing kelompok
    a.Grup Eksternal (UMKM/Kader/Instansi Lain) antara lain Kelompok 1-Bunga Telang, Kelompok 2-Kunir Asam, Kelompok 3-Beras Kencur, Kelompok 4-Temulawak, Kelompok 5-Bunga Rosella, Kelompok 6-Kunir Jahe Serai dan Kelompok 7-Jahe Lemon
    b.Grup Internal Tim PUI-PUJAKESUMA antara lain Kelompok 1-Kelor Cacah, Kelompok 2-Ultimate, Kelompok 3-Sambiloto Keningar Jahe, Kelompok 4-Kunir Keningar, Kelompok 5-Bunga Telang dan Kelompok 6-Temulawak Keningar
  7. Penutupan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)

KUNJUNGAN DINKES KAB KLATEN TENTANG PIRT

Pada hari ini Rabu tanggal 13 bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh satu telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan Dinkes Kab. Klaten dalam Rangka Pengajuan PIRT Produk PUI dan Farmakesta yang bertempat di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan penyuluhan dan juga kunjungan dari Dinkes Kab. Klaten terkait proses pembuatan produk PUI dan Farmakesta, mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Produk yang diajukan PIRT antara lain Silanda (Sirup Telang dan Pandan), Choco Herb (Coklat Herbal), Permen Herbal O’Caindy (Organic Rainbow Candy), Serbuk Instan PuHe (Purwoceng Jahe) dan Mie Herbal O’Rain (Organic Rainbow Noodle)


STADIUM GENERAL PERIZINAN PANGAN OLAHAN

PUI-PUJAKESUMA Polkesta bersama FARMAKESTA menyelenggarakan “Stadium General Perizinan Panganan Olahan” yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Agustus 2021 melalui zoom meeting.

Hadir dalam acara narasumber antara lain :
1. Pemaparan Materi oleh Regina Devi Permatasari, STP (LOKA POM Surakarta)
2. Pemaparan Materi oleh apt. Oemeria Shitta Subadra, M.Farm (Dosen Farmasi Polkesta)

Notulensi dari pembicara 1 (Perijinan Pangan Olahan)

Tugas Badan POM: melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan, Obat dan Makanan adalah obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. Untuk Peraturan Obat dan Makanan dapat dilihat di web jdih.pom.go.id

Regulasi dan perizinan, (untuk pangan segar) Pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan Contoh : Kurma, Biji Lada, Karkas Daging Sapi Beku, Filet Ikan Tuna dll. (pangan olahan siap saji) Makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk langsung disajikan. Contoh : Pangan yang disajikan di jasa boga, hotel, restoran, rumah makan, kafetaria, kantin, kaki lima, gerai makanan keliling (food truck), & atau usaha sejenis . (pangan olahan) Makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Pangan diperdagangkan dalam kemasan eceran. Contoh : Air Mineral, Abon Daging, Naget Ikan, Biskuit dll. (bahan tambahan pangan) Bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan Contoh : Penguat rasa MSG, Perisa Sintetik Vanila, Pengawet Natrium Benzoat, dll.

Izin edar pangan olahan, Setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan wajib memiliki Izin Edar. Untuk dasar hukumnya yaitu UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, PP No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, Peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

Pangan olahan yang tidak wajib memiliki ijin edar badan pom dan izin produksi spp- irt, Masa simpan kurang dari 7 hari 2. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku pangan dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir 3. Diimpor dalam jumlah terbatas untuk keperluan : permohonan surat persetujuan pendaftaran, penelitian, atau konsumsi sendiri.

Kemudian untuk keuntungan  memiliki nomor izin edar adalah Produk beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, Tingkatkan daya saing produk, Perluas pemasaran produk, di dalam maupun di luar negeri, Produk memenuhi persyaratan keamanan, mutu, & gizi, Tingkatkan kepercayaan masyarakat, Nilai tambah bagi produk.

Notulensi dari pembicara 2 (Inovasi Pengolahan Nutrasetikal)

Istilah nutrasetikal sering rancu dengan istilah-istilah lainnya seperti pangan fungsional (functional food), suplemen makanan (food supplement) , pangan medis (medical food). Bahkan di setiap negarapun mempunyai istilah yang beragam. Pangan nutrasetikal adalah pangan yang di samping mengandung zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral juga mengandung substansi nutrasetikal (fitokimia) yang memberikan manfaat kesehatan. Nutrasetikal dapat dikatakan sebagai suplemen makanan yang komposisinya berupa bahan-bahan yang diisolasi atau dimurnikan dari bahan pangan, sedangkan suplemen makanan, komposisinya tidak harus berasal dari bahan pangan, bisa saja berupa bahan sintetis.

Hal hal yang perlu diperhatikan ketika membuat produk nutrasetika antara lain Kualitas bahan baku olahan, Umur bahan baku, Takaran/dosis bahan baku, Bentuk produk olahan dan Produk terapi untuk penyakit tertentu


SEMINAR INTERNASIONAL MERAMU JAMU YANG RASIONAL

Pembicara dan Panitia Seminar Internasional, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta pada 20 Januari 2020

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan seminar internasional upaya meramu jamu yang rasional “1st International Conference on “1st International Conference on Traditional Medicine” kerjasama antara HMJ Jurusan Jamu, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dan COE Poltekkes Kemenkes Surakarta, 20 Januari 2020 di Surakarta, Jawa Tengah.

Seminar 1st International Conference on Traditional Medicine ini dihadiri mahasiswa, praktisi kesehatan tradisional, akademisi, birokrat, kalangan industri dengan jumlah sekitar 500 orang. Tema seminar adalah “The Effort to Develop Health Traditional Service with Rational Holistic Approach”.

Latar belakang pemilihan tema tersebut terkait dengan semakin banyaknya bukti penelitian beberapa ramuan Jamu secara klinis, namun hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang apriori terhadap penggunaan Jamu. Sementara, saat ini penelitian Jamu berbasis pelayanan sudah banyak dipelopori pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tradisional dan terbukti ramuan Jamu tersebut bermanfaat, aman, menyehatkan dan mampu mengurangi gejala gangguan kesehatan.

Seminar ini menghadirkan pakar bidang kesehatan tradisional dari 4 negara, yang mengupas dan meyakinkan tentang manfaat Jamu sebagai warisan budaya leluhur untuk kesehatan, bukti-bukti penelitian ilmiah tentang Jamu, cara menyediakan ramuan yang baik, aman, bermanfaat, rasional, sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Sebagai keynote speaker Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI., yang menyampaikan gambaran besar tentang keadaan dan paradigma pengobatan tradisional saat ini yang semakin diminati oleh masyarakat. Pada kesempatan ini, juga disampaikan bagaimana perhatian pemerintah terhadap pengobatan tradisional dengan mendirikan beberapa fasilitas di berbagai daerah dan juga membuat regulasi tentang pelayanan kesehatan tradisional.

Tampil sebagai pembicara pertama: Husen Ahmad Baajry, M.D., Ph.D. Founder Tourist Hospital di Purwakarta. Konsep dari pengobatan di rumah sakit ini adalah mengobati secara perlahan, mulai dari mengubah pola mkan & gaya hidup hingga pada akhirnya yaitu memberikan kesempatyan pada tubuh untuk mengobati sendiri gangguan yang dirasakan. Beliau juga menulis buku tentang pengobatan alami yang dilakukan oleh tubuh manusia sendiri.

Pembicara selanjutnya yaitu: dr. Julia Rakus, MA. dari Austria. Saat ini masih berprofesi sebagai dokter di unit gawat darurat di salah satu rumah sakit terkenal di Vienna, Austria. Materi yang disampaikan tentang bagaimana mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional, terutama pada penderita kanker yang sudah kronis. Diantaranya menggunakan terapi akupuntur, TCM, Yoga, dan lain sebagainya

Pembicara ketiga: Prof. Dr. Nahlah Elkudssiah Ismail dari Malaysia, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Operasi di Fakultas Farmasi di MAHSA University Malaysia. Sudah menerbitkan lebih dari 200 publikasi termasuk artikel jurnal penelitian, prosiding, buku, dan majalah. Materi yang dibahas berupa penggunaan madu dalam pengobatan anti stress/anti-stress. Madu yang dimaksud adalah madu akasia yang sudah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan beliau.

Pembicara yang terakhir: dr. Fransiscus Kiki Sulistyo dari Jerman. Beliau warga Indonesia, asli dari Malang. Mengenyam berbagai pendidikan di Jerman hingga saat ini menetap di Jerman. Beliau juga membuka pelayanan klinik secara privat di Dormagen, Jerman. Materi yang disampaikan antara lain pengintegrasian antara pengobatan konvensional dengan tradisional, terutama yang menggunakan ramuan.

Selain menggunakan ramuan, dr. Kiki juga sering menggunakan pengobatan dengan metode tradisional untuk membantu pemulihan pasiennya, antara lain dengan Chinnese Herbal Medicine, akupunktur, dan tuina.Upaya ini dilakukan untuk menggairahkan kembali pengembangan jamu sebagai warisan budaya leluhur, sehingga dapat diterapkan dalam mengembangkan upaya pelayanan kesehatan tradisional secara holistik yang rasional. Redaksi JamuDigital.Com

jamudigital.com

Sumber : https://www.jamudigital.com/berita?id=Poltekkes_Kemenkes_Surakarta:_Seminar_Internasional_Meramu_Jamu_yang_Rasional

DOKUMENTASI

Youtube Politeknik Kesehatan Surakarta

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=9GBSqQmHuVM

KALENDER

January 2023
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PENGUNJUNG

  • 1
  • 73
  • 430
  • 955,844

FLAG COUNTER

Flag Counter