Category Archives: Informasi

PENCANANGAN JAMU FITOFARMAKA DAN SUMBER BAHAN LOKAL

Dalam kegiatan “Pencanangan Jamu Fitofarmaka dan sumber Bahan Lokal” oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Polkesta turut serta menjadi salah satu peserta pameran dan pendukung acara yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bung Karno Surakarta. Sebagai pendukung acara menyuguhkan tari Merak dan penabuh gamelan dari mahasiswa Polkesta. Kegiatan tersebut dimulai dari tanggal 8 s.d 10 Juni 2022, dan puncaknya di tanggal 9 Juni 2022. Sesuai dengan tema diatas maka Polkesta menghadirkan Jurusan/prodi rumpun kefarmasian yaitu jurusan Jamu, Anafarma dan Farmasi. Sedianya kegiatan ini di hadiri oleh gubernur Jawa Tengah Bp.Ganjar Pranowo tetapi karena ada kegiatan yang lain beliau mewakilkan Sekda Jateng Bp. Sumarno.

Setda Jateng menyampaikan bahwa industri jamu di Jawa tengah sudah banyak bahkan produknya sudah dipasarkan diluar Jawa Tengah, yang perlu didorong adalah dari prodak-prodak herbal itu bisa menjadi obat Fitomarmaka dan nanti masuk formularium itu sejajar dengan obat-obat kimia yang nantinya bisa masuk di rumah sakit, puskesmas dan klinik-klinik Kesehatan.
“Bahan obat dari herbal itu pasti lebih baik, tetapi memang kendala nya butuh waktu yang lama untuk uji klinis sampai obat tersebut aman sebagai obat fitomarmaka. Tentunya dukungan akan diberikan dari Pemprov Jateng dengan Gerakan-gerakan minum jamu atau kerjasama dengan pihak-pihak terkait” ungkap Bp Sumarno diakhir wawancara dengan humas Polkesta.

More Info : RADARSOLO


MONITORING DAN TINDAK LANJUT HASIL WORKSHOP

Pada hari Kamis tanggal 24 bulan Februari tahun dua ribu dua puluh dua telah dilaksanakan kegiatan “Monitoring dan Tindak Lanjut Hasil Workshop Pembuatan Sediaan Herbal dan Penyuluhan Kesehatan dengan Pemberdayaan Masyarakat” yang bertempat di Joglo Taman Wisata Jamu PUJAKESUMA Nglorogrejo, Desa Jeblog, Karanganom, Klaten.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan kunjungan dan sharing informasi program kerja kegiatan pendampingan UMKM Desa Binaan PUI-PUJAKESUMA Poltekkes Kemenkes Surakarta antara perwakilan kader Desa Jeblog, Karanganom, Klaten dan Desa Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali.


WORKSHOP PEMBUATAN SEDIAAN HERBAL DAN PENYULUHAN KESEHATAN

  1. Pembukaan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)
  2. Sambutan oleh Emy Suryani, M.Mid (Wakil Direktur I) antara lain Melalui program pembinaan ini, peningkatan kapasitas pelaku UMKM obat tradisional untuk menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dilakukan secara bertahap sebagai langkah nyata untuk mendorong UMKM obat tradisional agar dapat menghasilkan produk aman dan bermutu secara konsisten. Pembinaan UMKM obat tradisional khususnya terkait UMKM Jamu sangat sejalan dengan upaya pencegahan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.
  3. Arahan oleh Satino, SKM, M.ScN (Direktur) antara lain Permintaan terhadap produk obat tradisional diyakini mengalami peningkatan di situasi pandemi saat ini. Hal ini terkait dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Obat tradisional dianggap bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan imunitas, sehingga saat ini masyarakat banyak mengonsumsi obat tradisional khususnya jamu dan minuman kesehatan. Obat tradisional merupakan kekayaan budaya dan alam Indonesia, serta memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi. Industri obat tradisional di Indonesia bersifat padat karya dan didominasi oleh pelaku UMKM yaitu sebesar 87,2%. Namun, sebagai yang mendominasi industri jamu, UMKM obat tradisional masih mengalami tantangan dalam hal pengembangannya. Tantangan yang kerap kali dihadapi UMKM di sektor ini antara lain, keterbatasan bahan baku, peralatan, permodalan, dan sumber daya manusia.
  4. Pemaparan Materi oleh apt. Ariel Dwi Puspitawati, S.Si (Founder Cafe Love Jamu) antara lain Target Pasar Millennial/Zenial yaitu bagaimana membuat jamu yang tidak pahit, manis, kecutnya sedikit, berwarna warni, menarik, latte, soda dan memiliki edukasi tersendiri. Pada proses bahan baku yaitu BANYAK PEMINAT dan POTENSI BERKEMBANG dengan pengolahan standar farmasi. Hal yang perlu dipersiapkan dalam mengembangkan bisnis jamu antara lain Edukasi/Belajar, Video, Terima Tamu, Uji Coba Produk, dan Foto – Foto. Value love jamu antara lain fokus tim farmasi dan standar pengolahan secara farmasi, kreatif dan inovatif, menjaring relasi serta belajar dan berbagi
  5. Pemaparan Materi oleh Ali Kosim, S.Farm (Barista Cafe Love Jamu) antara lain History Café Love Jamu, Pembuatan jamu dulu hingga sekarang yaitu Direbus menggunakan panci stainless atau tanah liat. Dimana kekurangannya yaitu Senyawa bisa saja rusak di pemanasan yang tidak diatur suhunya, Rasa pahit dominan keluar dan Rasa bisa berubah-ubah. Sedangkan kelebihannya yaitu mengurangi rasa pahit, rasa lebih soft dan waktu penyeduhan bisa diatur sesuai selera. Tugas barista jamu antara lain Memiliki pengetahuan tentang bahan rempah yang digunakan, Menyajikan minuman yang enak menggunakan metode manual atau mesin, Mengoperasikan dan merawat alat seduh, Menjaga kebersihan meja bar dan area untuk pengunjung, Melayani pelanggan dan menerima pesanan serta Menyapa dan berkomunikasi dengan ramah kepada pelanggan. Bahan Rempah berbentuk Simplisia utuh, Rajangan dan serbuk. Barista Jamu harus memiliki pengetahuan tentang asal bahan, pengolahan bahan mulai dari tanaman hingga Penyajian Jamu kepada pelanggan, agar mengetahui kualitas jamu yang dibuat.
  6. Praktikum pembuatan produk jamu oleh masing-masing kelompok
    a.Grup Eksternal (UMKM/Kader/Instansi Lain) antara lain Kelompok 1-Bunga Telang, Kelompok 2-Kunir Asam, Kelompok 3-Beras Kencur, Kelompok 4-Temulawak, Kelompok 5-Bunga Rosella, Kelompok 6-Kunir Jahe Serai dan Kelompok 7-Jahe Lemon
    b.Grup Internal Tim PUI-PUJAKESUMA antara lain Kelompok 1-Kelor Cacah, Kelompok 2-Ultimate, Kelompok 3-Sambiloto Keningar Jahe, Kelompok 4-Kunir Keningar, Kelompok 5-Bunga Telang dan Kelompok 6-Temulawak Keningar
  7. Penutupan oleh Dewi Murtiningsih, S.ST, M.Keb (MC)

KUNJUNGAN DINKES KAB KLATEN TENTANG PIRT

Pada hari ini Rabu tanggal 13 bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh satu telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan Dinkes Kab. Klaten dalam Rangka Pengajuan PIRT Produk PUI dan Farmakesta yang bertempat di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Kejadian penting selama kegiatan :

Dilakukan penyuluhan dan juga kunjungan dari Dinkes Kab. Klaten terkait proses pembuatan produk PUI dan Farmakesta, mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Produk yang diajukan PIRT antara lain Silanda (Sirup Telang dan Pandan), Choco Herb (Coklat Herbal), Permen Herbal O’Caindy (Organic Rainbow Candy), Serbuk Instan PuHe (Purwoceng Jahe) dan Mie Herbal O’Rain (Organic Rainbow Noodle)


STADIUM GENERAL PERIZINAN PANGAN OLAHAN

PUI-PUJAKESUMA Polkesta bersama FARMAKESTA menyelenggarakan “Stadium General Perizinan Panganan Olahan” yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Agustus 2021 melalui zoom meeting.

Hadir dalam acara narasumber antara lain :
1. Pemaparan Materi oleh Regina Devi Permatasari, STP (LOKA POM Surakarta)
2. Pemaparan Materi oleh apt. Oemeria Shitta Subadra, M.Farm (Dosen Farmasi Polkesta)

Notulensi dari pembicara 1 (Perijinan Pangan Olahan)

Tugas Badan POM: melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan, Obat dan Makanan adalah obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan. Untuk Peraturan Obat dan Makanan dapat dilihat di web jdih.pom.go.id

Regulasi dan perizinan, (untuk pangan segar) Pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan pangan Contoh : Kurma, Biji Lada, Karkas Daging Sapi Beku, Filet Ikan Tuna dll. (pangan olahan siap saji) Makanan dan/atau minuman yang sudah diolah dan siap untuk langsung disajikan. Contoh : Pangan yang disajikan di jasa boga, hotel, restoran, rumah makan, kafetaria, kantin, kaki lima, gerai makanan keliling (food truck), & atau usaha sejenis . (pangan olahan) Makanan atau minuman hasil proses dengan cara atau metode tertentu dengan atau tanpa bahan tambahan. Pangan diperdagangkan dalam kemasan eceran. Contoh : Air Mineral, Abon Daging, Naget Ikan, Biskuit dll. (bahan tambahan pangan) Bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan Contoh : Penguat rasa MSG, Perisa Sintetik Vanila, Pengawet Natrium Benzoat, dll.

Izin edar pangan olahan, Setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebelum diedarkan wajib memiliki Izin Edar. Untuk dasar hukumnya yaitu UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, PP No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, Peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

Pangan olahan yang tidak wajib memiliki ijin edar badan pom dan izin produksi spp- irt, Masa simpan kurang dari 7 hari 2. Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku pangan dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir 3. Diimpor dalam jumlah terbatas untuk keperluan : permohonan surat persetujuan pendaftaran, penelitian, atau konsumsi sendiri.

Kemudian untuk keuntungan  memiliki nomor izin edar adalah Produk beredar secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, Tingkatkan daya saing produk, Perluas pemasaran produk, di dalam maupun di luar negeri, Produk memenuhi persyaratan keamanan, mutu, & gizi, Tingkatkan kepercayaan masyarakat, Nilai tambah bagi produk.

Notulensi dari pembicara 2 (Inovasi Pengolahan Nutrasetikal)

Istilah nutrasetikal sering rancu dengan istilah-istilah lainnya seperti pangan fungsional (functional food), suplemen makanan (food supplement) , pangan medis (medical food). Bahkan di setiap negarapun mempunyai istilah yang beragam. Pangan nutrasetikal adalah pangan yang di samping mengandung zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral juga mengandung substansi nutrasetikal (fitokimia) yang memberikan manfaat kesehatan. Nutrasetikal dapat dikatakan sebagai suplemen makanan yang komposisinya berupa bahan-bahan yang diisolasi atau dimurnikan dari bahan pangan, sedangkan suplemen makanan, komposisinya tidak harus berasal dari bahan pangan, bisa saja berupa bahan sintetis.

Hal hal yang perlu diperhatikan ketika membuat produk nutrasetika antara lain Kualitas bahan baku olahan, Umur bahan baku, Takaran/dosis bahan baku, Bentuk produk olahan dan Produk terapi untuk penyakit tertentu


SEMINAR INTERNASIONAL MERAMU JAMU YANG RASIONAL

Pembicara dan Panitia Seminar Internasional, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta pada 20 Januari 2020

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta menyelenggarakan seminar internasional upaya meramu jamu yang rasional “1st International Conference on “1st International Conference on Traditional Medicine” kerjasama antara HMJ Jurusan Jamu, Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta dan COE Poltekkes Kemenkes Surakarta, 20 Januari 2020 di Surakarta, Jawa Tengah.

Seminar 1st International Conference on Traditional Medicine ini dihadiri mahasiswa, praktisi kesehatan tradisional, akademisi, birokrat, kalangan industri dengan jumlah sekitar 500 orang. Tema seminar adalah “The Effort to Develop Health Traditional Service with Rational Holistic Approach”.

Latar belakang pemilihan tema tersebut terkait dengan semakin banyaknya bukti penelitian beberapa ramuan Jamu secara klinis, namun hingga saat ini masih banyak kalangan masyarakat yang apriori terhadap penggunaan Jamu. Sementara, saat ini penelitian Jamu berbasis pelayanan sudah banyak dipelopori pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tradisional dan terbukti ramuan Jamu tersebut bermanfaat, aman, menyehatkan dan mampu mengurangi gejala gangguan kesehatan.

Seminar ini menghadirkan pakar bidang kesehatan tradisional dari 4 negara, yang mengupas dan meyakinkan tentang manfaat Jamu sebagai warisan budaya leluhur untuk kesehatan, bukti-bukti penelitian ilmiah tentang Jamu, cara menyediakan ramuan yang baik, aman, bermanfaat, rasional, sesuai dengan kepakaran masing-masing.

Sebagai keynote speaker Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes., MH.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI., yang menyampaikan gambaran besar tentang keadaan dan paradigma pengobatan tradisional saat ini yang semakin diminati oleh masyarakat. Pada kesempatan ini, juga disampaikan bagaimana perhatian pemerintah terhadap pengobatan tradisional dengan mendirikan beberapa fasilitas di berbagai daerah dan juga membuat regulasi tentang pelayanan kesehatan tradisional.

Tampil sebagai pembicara pertama: Husen Ahmad Baajry, M.D., Ph.D. Founder Tourist Hospital di Purwakarta. Konsep dari pengobatan di rumah sakit ini adalah mengobati secara perlahan, mulai dari mengubah pola mkan & gaya hidup hingga pada akhirnya yaitu memberikan kesempatyan pada tubuh untuk mengobati sendiri gangguan yang dirasakan. Beliau juga menulis buku tentang pengobatan alami yang dilakukan oleh tubuh manusia sendiri.

Pembicara selanjutnya yaitu: dr. Julia Rakus, MA. dari Austria. Saat ini masih berprofesi sebagai dokter di unit gawat darurat di salah satu rumah sakit terkenal di Vienna, Austria. Materi yang disampaikan tentang bagaimana mengintegrasikan pengobatan konvensional dengan pengobatan tradisional, terutama pada penderita kanker yang sudah kronis. Diantaranya menggunakan terapi akupuntur, TCM, Yoga, dan lain sebagainya

Pembicara ketiga: Prof. Dr. Nahlah Elkudssiah Ismail dari Malaysia, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Operasi di Fakultas Farmasi di MAHSA University Malaysia. Sudah menerbitkan lebih dari 200 publikasi termasuk artikel jurnal penelitian, prosiding, buku, dan majalah. Materi yang dibahas berupa penggunaan madu dalam pengobatan anti stress/anti-stress. Madu yang dimaksud adalah madu akasia yang sudah terbukti khasiatnya berdasarkan penelitian yang dilakukan beliau.

Pembicara yang terakhir: dr. Fransiscus Kiki Sulistyo dari Jerman. Beliau warga Indonesia, asli dari Malang. Mengenyam berbagai pendidikan di Jerman hingga saat ini menetap di Jerman. Beliau juga membuka pelayanan klinik secara privat di Dormagen, Jerman. Materi yang disampaikan antara lain pengintegrasian antara pengobatan konvensional dengan tradisional, terutama yang menggunakan ramuan.

Selain menggunakan ramuan, dr. Kiki juga sering menggunakan pengobatan dengan metode tradisional untuk membantu pemulihan pasiennya, antara lain dengan Chinnese Herbal Medicine, akupunktur, dan tuina.Upaya ini dilakukan untuk menggairahkan kembali pengembangan jamu sebagai warisan budaya leluhur, sehingga dapat diterapkan dalam mengembangkan upaya pelayanan kesehatan tradisional secara holistik yang rasional. Redaksi JamuDigital.Com

jamudigital.com

Sumber : https://www.jamudigital.com/berita?id=Poltekkes_Kemenkes_Surakarta:_Seminar_Internasional_Meramu_Jamu_yang_Rasional

DOKUMENTASI

Youtube Politeknik Kesehatan Surakarta

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=9GBSqQmHuVM

PEMINAT OBAT TRADISIONAL TERUS MENINGKAT

SOLO – Kini produk jamu tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Diracik tangan-tangan muda mahasiswa Politeknik Kesehatan Surakarta, karya warisan luhur itu dipamerkan di lobi Gedung Pertemuan D’ Wangsa Hotel Lor In Solo sebagai pengobatan holistik masa kini. Acara itu dikemas berbarengan di acara The First International Conference on Traditional Medicine (Senin, 20/01). Peminat pengobatan tradisional pun juga cenderung meningkat.
Sebanyak 600 peserta seminar yang datang dari penjuru Indonesia disambut stan pameran yang memajang berbagai produk jamu herbal. Ada jamu Pilis Ayu. Konon jamu yang biasa ditempel di dahi bagi ibu habis melahirkan itu bermanfaat untuk meredakan demam. Produk lain adalah Boreh Kalang Tinantang. Ramuan ini bagus untuk rileksasi, mengatasi capek dan bisa mengangkat kulit mati. Bagi yang merasakan pegal-pegal ada ramuan Parem. Racikan berbahan jahe, tepung beras, kencur dan minyak gandapura ini bisa mengatasi lelah tubuh secara alami.
Jamu yang dipamerkan itu adalah karya mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta. Selain sebagai bagian tugas kuliah, pameran ini menjadi edukasi masyarakat untuk menggunakan bahan ekstrak sebagai bagian pengobatan masa kini.
“Pameran produk jamu ini karya para mahasiswa. Selain dari Poltekes Surakarta ada juga ada dari Poltekes Semarang, Bandung dan Jakarta. Semua bahan yang diramu adalah bahan alami” kata Robikh, mahasiswa Jurusan Jamu, Politeknik Kesehatan Surakarta Semester IV (20/01).
Dia menambahkan ada buku-buku yang dijadikan pedoman masyarakat dalam pemanfaatan produk ekstrak. Ada buku Jamu Tradisional Indonesia atau Fu Hai yang berisi daftar tanaman obat bisa menjadi rujukan.
Director of Traditional and Complementary Health Service Ministry of Health of Indonesia Ina Rosalina sekaligus keynote speaker The First International Conference on Traditional Medicine menjelaskan pemanfaatan obat tradisional oleh masyarakat cenderung meningkat.
“Berdasarkan hasil penelitian kesehatan dasar pemanfaatan obat tradisional meningkat dari 30% di tahun 2013 meningkat menjadi 52% di tahun 2018. Yang penting bagi masyarakat jangan mencampur obat tradisional dengan bahan kimia. Khususnya penggiat dan profesi jamu tradisional perlu melengkapi Surat Keterangan Register (SKP)” jelas Ina.
Ina mencontohkan adalah pemanfaatan jati Belanda yang bisa diramu menjadi teh dan efektif untuk diet obesitas. Hanya memang pengobatan tradisional yang sudah diterapkan ini belum bisa diklaimkan di BPJS. Tapi usaha ini tetap dilakukan agar jamu menjadi salah satu warisan budaya.
The First International Conference on Traditional Medicine selain mengusung Ina Rosalina sebagai keynote speaker, acara yang berlevel internasional itu juga menghadirkan pembicara dari 4 negara. Panitia menghadirkan dr Julia Rakus dari Austria, Prof Dr dr Nahlah Elkudssiah Binti Ismail Ph.D dari Malaysia, dr Kiki Sulityo dari dari Jerman dan dr Husen A Bajry MA. Ph.D dari Indonesia sekaligus owner Rumah Sakit Holistic Medecine di Purwakarta

klatenkab.go.id | Website Pemkab Klaten

Sumber : https://klatenkab.go.id/peminat-obat-tradisional-terus-meningkat/

1st INTERNATIONAL CONFERENCE ON TRADITIONAL MEDICINE

HMJ Jamu bekerjasama dengan CoE Polkesta Mempersembahkan

1st International Conference on Traditional Medicine

Link Website kegiatan di https://ictm.poltekkes-solo.ac.id/


SAINTIFIKASI JAMU INDONESIA POLTEKKES SURAKARTA

Poltekkes Surakarta Telah Mempelopori Jalur Pendidikan Formal Jurusan D3 Jamu Sejak 2011

Wartaindonews, SOLO – Kontraksi dan Kelahiran SAINTIFIKASI JAMU sejak 2010, telah diatur dalam PP Nomor 003 Tahun 2010 Tentang Saintifikasi Jamu dalam Penelitian berbasis Pelayanan Kesehatan Tradisional. Keputusan Menteri RI Tentang Komisi Nasional Saintifikasi Jamu No. 296/Menkes/SK/VIII/2013 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, WHO Traditional Medicine Strategy 2014-2023 dan Nomor 61 tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris

Terutama yang berbasis Riset Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia, ASJI IAI GRESIK dan ASJI APBI, untuk JAMU sesungguhnya, bukan dibatasi untuk lingkup TANAMAN OBAT dan dipaksa sesempit FITOFARMAKA.

Memang sudah ada jalur pendidikan untuk D3 JAMU di Poltekkes Surakarta sejak 2011, beserta Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan Interest ISSN : 2252-5432 Jurnal Ilmiah yang berijin resmi dan sudah diakui Kemenristek Dikti Indonesia.

Juga sudah ada CPJB (Cara Pembuatan Jamuherba yang Baik) berbasis Teknologi Tepat Guna, untuk keutuhan potensi khasiat simplisia jamuherba murni dan keamanan simplisia murni herbajamu Indonesia, oleh CV RUMAH TOGA LESTARI, sejak Validasi SOP KELOMPOK TANI 2012, sebagai Percontohan Nasional, Dinas dan Departemen Pertanian Pusat Indonesia.

Wartaindo.News bersama Ketua Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia (ASJI IAI dan ASJI APBI), Guntur Bisowarno S.Si., Apt., bertemu dengan Indarto AS, S.Pd, M.Kes-Ketua jurusan jamu dan Emy Suryani,M.Mid-Wakil Direktur I, Bidang Pendidikan Poltekkes Surakarta. Ketua Center of Excellence “Jamu” membuka ruang komunikasi dan diplomasi antar lembaga (ASJI IAI Gresik, APBI, CV. Rumah Toga Lestari Tangerang, wartaindo.news), Selasa 14 Mei 2019, di serambi ruang tamu, Gedung Direktorat Poltekkes Kemenkes Surakarta, sekitar pukul 12.30 hingga 13.30, bertepatan dengan Fokus Center of Excellence (COE) Jamu, Poltekkes Surakarta yang sedang rapat mingguan, dalam akselerasi dan standarisasi Pusat Unggulan Indonesia, Poltekkes Surakarta, Jln. Letjen Sutoyo Mojosongo, Jebres, Surakarta 57127. Telp (0271) 856929, yang digawangi dan dipantau parameter keberhasilan “grade capaiannya” secara langsung oleh Kemenristek Dikti Pusat Indonesia.

Inti dari pertemuan tersebut membuka peluang kerjasama untuk kemajuan para mahasiswa Poltekkes Surakarta, baik melalui seminar, workshop, pameran, praktek kerja lapangan, dan sebagainya, yang menggandeng media wartaindo.news dengan legal formal PT. Swara Asri Indonesia. (Guntur Bisowarno / Iman)

Editor: Dannyts


Sumber :
https://wartaindo.news/saintifikasi-jamu-indonesia-politekkes-surakarta-telah-mempelopori-jalur-pendidikan-formal-jurusan-d3-jamu-sejak-2011

SURVEY LOKASI PENGEMBANGAN WILAYAH

Profil Desa Wisata Kampung Banyu Beku Karanganom, Klaten


Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=QVFXTcNrxnk

Sabtu, 4 Mei 2019. Tim PUI Poltekkes Kemenkes Surakarta melakukan survey lokasi pengembangan wilayah di Kampung Babe. Letak Desa Wisata Kampung Banyu Beku ini terletak di Kecamatan Karanganom Klaten, sebelah utara Jatinom Klaten. Luas wilayah ini yaitu berukuran 10 meter x 10 meter atau sekitar 1 hektare.

Pada tanggal 9 November 2017, Pemerintah Desa (Pemdes) Beku, Kecamatan Karanganom, Klaten meresmikan wahana wisata baru Desa Wisata Kampung Banyu Beku. Munculnya desa wisata ini adalah bentuk kreasi masyarakat yang nantinya akan meningkatkan ekonomi warganya.

Kepala Desa (Kades) Beku Muhammad Mudrik mengatakan, berdirinya desa wisata ini melalui beberapa survei. Kemudian terdapat dua sungai, yakni Sungai Wonggo dan Sungai Kapilaler. Sejak pertengahan 2016 mulai dilakukan proses pembangunan.


Dengan dukungan dari segenap masyarakat dan potensi alam yang mendukung, wisata air menjadi pilihan terbaik untuk mewujudkan impian tersebut. Sungai Wonggo dan aliran irigasi dari umbul Kapilaler menjadi daya tarik utama Kampung Babe dengan berbagai kegiatan menarik seperti flying fox, river tubing, river tacking, perahu babe dan beberapa permainan seru lainnya yang dibangun di sekitar sungai. Sebagai sarana pendukung untuk menambah kenyamanan pengunjung, juga disediakan pula Panggung BABE, Mushola BABE, Gazebo BABE, Cafe BABE. Sebagai focal point penanda Kampung BABE adalah RUMAH BABE yang digunakan sebagai pendopo utama sekaligus pusat informasi BABE.

Rencana lokasi lahan yang akan digunakan untuk Pemanfaatan Jamu Indonesia untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat


KALENDER

July 2022
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

PENGUNJUNG

  • 2
  • 235
  • 1,118
  • 840,874

FLAG COUNTER

Flag Counter