PEMINAT OBAT TRADISIONAL TERUS MENINGKAT

PEMINAT OBAT TRADISIONAL TERUS MENINGKAT

SOLO – Kini produk jamu tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Diracik tangan-tangan muda mahasiswa Politeknik Kesehatan Surakarta, karya warisan luhur itu dipamerkan di lobi Gedung Pertemuan D’ Wangsa Hotel Lor In Solo sebagai pengobatan holistik masa kini. Acara itu dikemas berbarengan di acara The First International Conference on Traditional Medicine (Senin, 20/01). Peminat pengobatan tradisional pun juga cenderung meningkat.
Sebanyak 600 peserta seminar yang datang dari penjuru Indonesia disambut stan pameran yang memajang berbagai produk jamu herbal. Ada jamu Pilis Ayu. Konon jamu yang biasa ditempel di dahi bagi ibu habis melahirkan itu bermanfaat untuk meredakan demam. Produk lain adalah Boreh Kalang Tinantang. Ramuan ini bagus untuk rileksasi, mengatasi capek dan bisa mengangkat kulit mati. Bagi yang merasakan pegal-pegal ada ramuan Parem. Racikan berbahan jahe, tepung beras, kencur dan minyak gandapura ini bisa mengatasi lelah tubuh secara alami.
Jamu yang dipamerkan itu adalah karya mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta. Selain sebagai bagian tugas kuliah, pameran ini menjadi edukasi masyarakat untuk menggunakan bahan ekstrak sebagai bagian pengobatan masa kini.
“Pameran produk jamu ini karya para mahasiswa. Selain dari Poltekes Surakarta ada juga ada dari Poltekes Semarang, Bandung dan Jakarta. Semua bahan yang diramu adalah bahan alami” kata Robikh, mahasiswa Jurusan Jamu, Politeknik Kesehatan Surakarta Semester IV (20/01).
Dia menambahkan ada buku-buku yang dijadikan pedoman masyarakat dalam pemanfaatan produk ekstrak. Ada buku Jamu Tradisional Indonesia atau Fu Hai yang berisi daftar tanaman obat bisa menjadi rujukan.
Director of Traditional and Complementary Health Service Ministry of Health of Indonesia Ina Rosalina sekaligus keynote speaker The First International Conference on Traditional Medicine menjelaskan pemanfaatan obat tradisional oleh masyarakat cenderung meningkat.
“Berdasarkan hasil penelitian kesehatan dasar pemanfaatan obat tradisional meningkat dari 30% di tahun 2013 meningkat menjadi 52% di tahun 2018. Yang penting bagi masyarakat jangan mencampur obat tradisional dengan bahan kimia. Khususnya penggiat dan profesi jamu tradisional perlu melengkapi Surat Keterangan Register (SKP)” jelas Ina.
Ina mencontohkan adalah pemanfaatan jati Belanda yang bisa diramu menjadi teh dan efektif untuk diet obesitas. Hanya memang pengobatan tradisional yang sudah diterapkan ini belum bisa diklaimkan di BPJS. Tapi usaha ini tetap dilakukan agar jamu menjadi salah satu warisan budaya.
The First International Conference on Traditional Medicine selain mengusung Ina Rosalina sebagai keynote speaker, acara yang berlevel internasional itu juga menghadirkan pembicara dari 4 negara. Panitia menghadirkan dr Julia Rakus dari Austria, Prof Dr dr Nahlah Elkudssiah Binti Ismail Ph.D dari Malaysia, dr Kiki Sulityo dari dari Jerman dan dr Husen A Bajry MA. Ph.D dari Indonesia sekaligus owner Rumah Sakit Holistic Medecine di Purwakarta

klatenkab.go.id | Website Pemkab Klaten

Sumber : https://klatenkab.go.id/peminat-obat-tradisional-terus-meningkat/

Leave a Reply

KALENDER

January 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

PENGUNJUNG

  • 1
  • 16
  • 17
  • 6,601